by Vindy Ariella. Powered by Blogger.

Terapi Seni : Yoga Dengan Pulpen ?



Memangnya bisa ya yoga dalam bentuk menggambar ? Bisa dongs. 
Gimana ? Baca penjelasan berikut ini.. : )

Pernah dengar istilah doodling ? Kalau di Indonesia biasanya bentuk doodling banyak yang berupa monster-monster lucu, tulisan, atau benda-benda dalam keseharian kita. Nah, dalam terapi seni ada yang disebut dengan zentangle. Menurut terapis seni Cathy Malchiodi, PhD, LPCC, LPAT, ATR-BC, REAT *gw juga ga tau ini kepanjangan gelarnya apa aja*, zentangle memiliki banyak manfaat. Sebelum membahas manfaatnya, mari bahas apa itu zentangle.

Pada intinya, zentangle adalah membuat sebuah pola berulang yang bervariasi, biasanya cukup menggunakan pulpen, spidol, atau drawing pen warna hitam diatas kertas putih. Tahapan membuatnya bisa diawali dengan menggambar kotak ukuran 8-10 cm. Lalu mengisi kotak itu dengan kombinasi titik, garis, bentuk bebas menjadi sebuah pola tertentu, sampai satu kotak tersebut penuh. Setelah itu bisa membuat kotak lain. Contohnya sepertni ini.

Zentangles, C. Malchiodi, © 2014

Ternyata, setelah diteliti *dan cobain sendiri*, menggambar zentangle ini bisa memberikan efek menenangkan, mengurangi pikiran yang muter-muter, mengurangi stress, bisa untuk relaksasi, dan melatih mindfulness seperti saat meditasi dan yoga.

Mindfulness sendiri adalah kondisi menyadari bahwa kita berada di detik ini dan fokus serta menikmati setiap detiknya, sehingga tidak fokus pada pikiran-pikiran menyangkut masa lalu atau terlalu khawatir dengan masa depan.

Hubungannya dengan zentangle, saat membuat zentangle kita fokus dengan pola yang sedang kita buat, melupakan sejenak pikiran-pikiran yang mengganggu. Manfaatnya kita bisa lebih relaks. Bisa lebih terasa manfaatnya jika kita menikmati proses pembuatan zentangle ini tanpa banyak berpikir takut salah, hasilnya akan seperti apa, dsb. Nikmati saja setiap goresan yang muncul dari intuisi dan rasakan ketenangan jiwa yang timbul.

Pada awalnya mungkin masih bingung mau menggambar apa, bisa cari ide dari berbagai sumber di google. Nanti lama-lama bisa lebih kreatif juga menciptakan sendiri polanya.

Sebenarnya aplikasinya bisa jadi lebih luas juga sih. Kalau pengalaman gw dulu, gw beli buku mewarnai anak TK yang gambarnya apel, bebek, dll lalu jika anak TK diwarnai begitu saja, gw sebagai seorang dewasa mengisi bentuk apel dan bebek itu dengan zentangle. Sayangnya itu buku hilang dan belum sempet di scan gambarnya. Hiks.

Pengalaman lagi, gw sudah cukup sering bikin zentangle walaupun polanya lebih sederhana dan gw kombinasi dengan konsep keseluruhan yang menggambarkan isi hati gw. Manfaatnya, itu yang tadinya gw pengen marah-marah, makan orang, senggol dikir bacok, dengan "melemparkan amarah" itu ke kertas dengan spidol gw bisa kalem kaya abis creambath di salon *sorry ga lucu*. Dan bikin zentangle itu simple, cuma perlu kertas sama pulpen juga bisa. Pulpen 2000 perak, kertas bekas bon aja juga bisa haha. Ini contoh gambar gw :


Seru ya ? Seru dong hehe.
Yuk silakan dicoba dan rasakan manfaatnya.. : )


Referensi :
https://www.psychologytoday.com/blog/arts-and-health/201403/calm-down-and-get-your-zentangle
http://www.thehindu.com/life-and-style/fitness/v-priya-says-zentangle-is-a-great-stress-buster-for-the-old-and-young-alike/article18473914.ece

Sehat Jiwa




Saat mendengar kata sehat jiwa, barangkali yang terpikir dalam benak kita adalah normal ga normal, waras ga waras. Untuk meluruskan hal tersebut, dalam artikel ini gw akan share informasi mengenai sehat jiwa.

Jadi, dalam undang-undang, kesehatan itu gabungan sehat fisik, mental, dan sosial, yang memungkinkan setiap orang untuk hidup produktif. Sehat fisik udah pada paham lah ya. Kalau sehat sosial, maksudnya adalah mampu menjalin hubungan baik dengan orang lain. Nah, gw akan bahas lebih lanjut tentang sehat jiwa.

Sehat jiwa ini maksudnya bukan sekedar tidak mengalami gangguan jiwa. Bukan juga kalau nggak memenuhi ciri sehat jiwa yang nanti akan gw bahas, berati sakit jiwa. Tidak ada batasan yang tegas antara orang yang sehat jiwa dan yang terganggu jiwanya. Tetapi ada suatu kesinambungan yang disebut derajat kesehatan jiwa ( misalnya sangat sehat, sehat, cukup sehat, kurang sehat, sakit ). 

Perlu diingat, nggak semua orang selalu mempunyai ciri jiwa yang sehat sepanjang hidupnya. Setiap orang dapat mengalami beragam derajat kesehatan jiwa. Itu adalah hal yang wajar, secara kita hidup kan ga selalu mulus.

Sekarang gw bahas ciri sehat jiwa yang dituliskan di buku pedoman kesehatan jiwa untuk kader kesehatan oleh kemenkes tahun 2011. Kesehatan jiwa adalah perasaan sehat dan bahagia mampu menghadapi tantangan hidup, dapat menerima orang lain sebagaimana adanya dan mempunyai sikap positif terhadap diri sendiri serta orang lain. Orang yang sehat jiwa dapat mempercayai orang lain dan senang menjadi bagian dari suatu kelompok. Bagi mereka, kehidupan ini penuh arti. Ciri lainnya adalah :

    # Merasa nyaman dengan dirinya

    - Mampu mengatasi berbagai perasaan seperti marah, takut, senang, dll.
    - Mampu mengatasi kekecewaan dalam kehidupan.
    - Mempunyai harga diri yang wajar
    - Menilai dirinya secara nyata, tidak merendahkan tidak pula berlebihan
    - Merasa puas dengan kehidupan sehari-hari

   # Merasa nyaman berhubungan dengan orang lain

    - Mampu mencintai dan menerima cinta dari orang lain
    - Mempunyai hubungan pribadi yang tetap
    - Mampu mempercayai orang lain
    - Dapat menghargai pendapat orang lain yang berbeda
    - Merasa menjadi bagian dari kelompok
    - Tidak mengakali orang lain dan tidak membiarkan dirinya diakali orang lain    

    # Mampu Memenuhi Kebutuhan Hidup

- Menetapkan tujuan hidup yang nyata untuk dirinya
- Mampu mengambil keputusan
- Menerima tanggung jawab
- Merancang masa depan
- Menerima ide dan pengalaman baru
- Merasa puas dengan pekerjaannya

Kurang lebih itulah ciri dari jiwa yang sehat. Sekali lagi, ciri yang disebutkan tadi bukan sebuah patokan pasti. Kita sebagai manusia punya dinamika kehidupan, ada kalanya diatas dan dibawah. Yang penting, kita peduli dengan kesehatan jiwa dan menjaganya sebaik mungkin.

Sekian informasi tentang sehat jiwa kali ini, semoga bermanfaat. 

Videonya bisa dicek di channel youtube gw "Vindy Ariella"

Psikiater : Bipolar Lagi Trend !


Hari Minggu, 14 Mei 2017 lalu, gw diundang acara seminar kesehatan jiwa di Univ Esa Unggul bareng dr. Endah, Sp.KJ dan Mas Bagus dari KPSI.

Kata dr. Endah bipolar lagi trend. Banyak pasien beliau datang ngaku bipolar padahal nggak, bahkan pengen banget dibilang bipolar.

Ini bisa berarti 2 hal. Pertama masyarakat lebih aware dan mencari pertolongan sedini mungkin. Kedua, yg maksa pengen banget dibilang bipolar mungkin mau jadikan bipolar sebagai alasan / pembenaran akan hal negatif yg ia lakukan.

Apapun itu, at least istilah bipolar sudah mulai dikenal. Berarti usaha gw hampir 4 tahun bersama BCI ada manfaatnya. Semoga makin banyak yang mau kontribusi. : )






Jiwa Merdeka



Gw suka menulis, mengkonsep sesuatu, kalau kondisi bagus ide gw melimpah. Kadang malah kebanyakan sampai pusing sendiri. Ya bisa jadi itu kelebihan seorang bipolar. Dan kelebihan itu gw manfaatkan menjadi sebuah karya.

Dalam rangka memperingati Hari Bipolar Sedunia, Bipolar Care Indonesia mengadakan acara perayaan. Acara pertama udah gw bahas di http://www.tentangbipolar.com/2017/03/so-proud-of-myself.html nah kali ini gw akan bahas acara kedua yaitu Talkshow dan Art Performance.


Dalam talkshow, BCI menghadirkan dr. Hervita Diatri, Sp.KJ(K) psikiater dari RSCM ( yang juga merupakan dokter gw, beliau psikiater terbaik yang pernah gw temui ), Mas Anto Sg ( yang juga gw kenal di awal gw didiagnosa bipolar dan dia memberikan banyak motivasi ), dan Paramitha Rusady ( yang sejujurnya gw ga kenal-kenal amat karena artis beda era haha, tapi dia cantik sekali dan hebat bisa menjaga nama baik serta reputasinya sebagai diva ).


Panca Atis - Prof Hans Pols - Igi Oktamiasih - Paramitha Rusady - Anto Sg - dr. Vita - Ade Binarko


Ruang Graha Utama Gedung A Kemendikbud

Tahun ini kursi ada 350an dan sepertinya terisi penuh. Penonton antusias sekali menyimak talkshow dan memang narasumbernya keren sekali. Materinya bagus dan sharing kisahnya inspiratif. So far laporan yang masuk ke gw, pada bilang keren. Nah yang nggak kalah keren adalah penampilan teaterikal dari temen-temen ODB berjudul "Jiwa Merdeka".

Berawal dari ide gw untuk bikin performance mengenai Vincent Van Gogh ( yang sangat menginspirasi gw ). Disambut oleh 2 orang aktor dari Teater Popouler asuhan Slamet Raharjo, yaitu Kiki Narendra dan Eduwart Manalu.
 

Meeting Pertama

Mas Kiki ( baju putih ) ini adalah putra dari almarhum dr. Pandu Setiawan, Sp.KJ, seorang psikiater yang dedikasinya terhadap dunia kesehatan jiwa di Indonesia sangatlah tinggi. Beliau juga seorang kepala keluarga yang baik, gw kenal ( walaupun ga deket-deket banget sih ) dengan 2 putranya, keluarganya seru sekali. Sangat bisa menerima perbedaan dan tetap kompak. Kini dr. Pandu sudah tenang bersama Tuhan, meninggalkan kita semua karena sakit komplikasi. :'(

Nah Mas Kiki dan Bang Edo ini katanya sih sepaket gitu suka ngasih training2 dan jadi konseptor untuk performance di event-event gitu, selain bermain di teater popouler. Senang sekali mereka bersedia membantu performance untuk acara bipolar day 2017 ini

Meeting pertama bicara tentang ide mengenai Vincent van Gogh, lalu mereka langsung punya gambaran performnya bakal kaya apa. Setelah disepakati, akhirnya dipilihlah 4 orang orang dengan bipolar ( ODB ) yang akan menulis puisi dan membacakannya, dengan narasi dari Mas Kiki, dibalut konsep visual dll dari Bang Edo.  4 performer tersebut adalah gw, Egga, Hana Madness, dan Dini. Plus 1 pemain biola yaitu Rifki.

Kita berempat mulai menulis puisi masing-masing sesuai segmen yang disusun berdasarkan kisah hidup van gogh, yaitu masa kecil, saat mulai berbeda, memulai perjuangan, dan setelah ia meninggal. Bagian gw adalah saat kecil atau saat-saat bahagia. 

Ini adalah tantangan banget buat gw. Hidup gw dulu itu, mau senang atau sedih gw cenderung datar. Ga ekspresif, jaim, minder, pemalu. So, standart bahagia yang diharapkan Mas Kiki dan Bang Edo itu jauh dibawah standar paling bahagianya gw dulu. Tapi gpp, gw berusaha mengingat dan mensyukuri segala kebahagiaan gw dahulu dan jadilah puisi gw.


Latihan Pertama, Baca Naskah


Full Team Performer
Bang Edo, Gw, Mas Kiki, Hana, Egga, Dini, Rifki

Kami memulai latihan di sanggarnya teater populer. Bedah naskah masing-masing, mencoba menjiwai. Diajarkan olah nafas, olah tubuh, bangun koneksi, dll. Ternyata seru juga ya. Ini pengalaman pertama gw di dunia teater beneran. Tahun lalu gw juga ikut perform di bipolar day 2016, tapi saat itu konsepnya baca narasi lalu sisanya melukis, nah gw kan udah biasa melukis jadi masih di zona aman gw. Kali ini gw belajar something new. Dan asik !


Latihan lagi : ) 


Teteap aja kan gw jaim, ga bisa ekspresif berpose. Liat aja gw gitu doang haha

Selanjutnya, kami mulai latihan lebih serius. Mempelajari intonasi, penekanan di kata mana, cara menyampaikan emosi kita ke penonton, dsb. Peran gw adalah membawa suasana yang bahagia, playful, ceria, masa kecil yang menyenangkan, yang mana semua itu adalah hal yang jarang gw tampakkan lol. Gw itu orangnya cenderung serius, ya kadang lucu tapi basically itu buat mencairkan aja. Banyak orang mengatakan gw jutek, pendiam. Bahkan waktu kecil itu orang mendekati gw aja udah takut duluan. Lalu gw harus menjadi seorang periang.

Prosesnya memang ga mudah, gw dibantu untuk memvisualisasikan hal-hal yang membuat gw bahagia, menghadirkan kembali rasa itu untuk menjadi energi yang gw sampaikan ke penonton. Gw dengerin lagu upbeat termasuk Happy-nya Pharrel William berulang-ulang untuk membangun mood happy. I'll do my best.

Teman-teman performer lain juga pada akhirnya belajar untuk memaknai puisi yang ia tulis. Misalnya Dini yang mendapat bagian saat Van Gogh meninggal dan kisahnya menjadi inspirasi banyak orang, Dini harus release the pain, menerima keadaan. Padahal kadang sebagai seorang ODB masih suka diselimuti amarah. So kita semua belajar dari puisi masing-masing. Ini ga cuma berakting sesuai peran, tapi kita sendiri yang menulis puisi, kita yang membacakannya. Mungkin ini yang dimaksud dengan psikodrama. Semua hal tersebut dibimbing dengan sangat baik oleh Mas Kiki dan Bang Edo.

3 latihan, 1x gladiresik, dan show must go on. Apapun yang akan terjadi hajar ! Di belakang panggung ya sejujurnya kami nervous. Kata Mas Kiki kalau ga nervous malah ga wajar, karena kita ini kan manusia. Gw pas tampil juga gemeteran :"D

Gw nggak tau ya apakah gw berhasil membawa keceriaan dengan maksimal, kalau kata beberapa orang yang gw tanya menurut mereka berhasil. Menurut gw juga berhasil, mengingat gw tau banget diri gw sebenarnya itu ga ceria. Menurut Bang Edo yang ngeliat dari meja operator laptop berhasil. So, ya anggaplah berhasil haha.

Egga, Hana, dan Dini juga menurut gw bagus2, lebih maksimal dibanding pas latihan. Semoga penonton puas ya. : )


Mas Kiki


Me


Hana


Rifki


Dini


Egga

So, ternyata selain ilmu teater, dari performance ini juga gw mendapat ilmu kehidupan. Gw belajar bagaimana kebahagiaan itu bisa kita ciptakan dari rasa syukur, membayangkan hal yang menyenangkan, mengingat memori yang indah, dan banyak lainnya. Bahagian tidak melulu sesuai standart tinggi dari materi, kesuksesan, keberhasilan ini itu, apalagi kesempurnaan. Bahagia itu sederhana. Gw belajar untuk menjadi bahagia. Setiap kali gw merasa mood gw mulai turun, mungkin sekarang gw bisa berusaha menciptakan kebahagiaan gw sendiri. Gw bisa kok bahagian saat perform, itu artinya gw juga bisa bahagia dalam hidup gw. Pembelajaran berharga dari pengalaman perform kali ini. Thanks Mas Kiki dan Bang Edo yang sudah membimbing gw dan teman-teman. Tampaknya mereka juga puas dengan penampilan dari kami ODB remahan peyek yang ingin belajar dan terus maju. Dari daun kemangi pecel lele menjadi lelenya yang merekah ( ini jokes Mas Kiki yang ga tau kenapa kocak banget, gw improve ).


Jiwa-Jiwa Merdeka bersama penonton yang berbahagia. : )


Tak lupa gw ucapkan terima kasih dan acungan jempol buat panitia yang bekerja luar biasa, serta volunteer2 yang berdedikasi. Proud of you all !

Rambut Gw Ada Merah-Merahnya



Sekali-sekali cerita tentang penampilan gpp ya hehe. Rambut adalah bagian tubuh gw yang paling gw perhatikan. Gw ga terlalu mempermasalahkan badan gw yang sangat gemuk, selama gw cek lab kolesterol gula dll dalam batas normal. Nah rambut gw, ini harus perhatian ekstra banget. FYI gw lahir kepala gw botak. Terus nyokap gw rajin ngasih minyak kemiri sama apa gitu sampai akhirnya jadi lebat dan keriting. Sempet sih gw lurusin dengan smoothing, tapi kayaknya udah bose kalau lurus doang. Akhirnya potong pendek dan setiap habis keramas catok. Lama-lama capek juga nyatoknya. Akhirnya bodo amat lah gw biarin aja keriting asli mekar kaya gini. Eh ternyata kata orang malah lebih keren. So, udah 2 tahun rambut gw keriting megar. 

Nah, berhubung gw lagi ngerasa perubahan dalam diri gw, gw berpikir, sekarang rambut gw enaknya diapain ya. Karena bagi gw ganti model rambut itu sama kaya dapet spirit baru gitu. Jadi setiap beberapa waktu gw pasti akan melakukan sesuatu dengan rambut gw. Kali ini, gw kepikir mau coloring. Warna yang gw mau awalnya highlight ungu dengan sentuhan sedikit abu2. Tapi kalau warna kaya gitu katanya mesti di bleaching yang mana prosesnya bikin rambut kering. Menurut hairstylistnya sangat beresiko jadi hancur kalau gw paksain bleaching. Akhirnya opsi yang ada adalah memilih highlight dengan warna yang bisa tampak tanpa bleaching. Pilihannya cuma blonde natural gitu, copper, atau deep magenta alias merah. So, gw ga mau blonde, akhirnya gw memberanikan diri coloring warna merah. Btw ini gw lakukan dengan kesadaran penuh ya bukan pas manik haha.

Setelah diproses, jeng jeeeeeng.. GW SUKA !! :D


Ga terlalu kentara sih karena ga semua dimerahin ( ntar malah horor jadinya ). Tapi kalau diliat langsung apalagi pas dibawah cahaya, waaaow bersinar haha. Memberanikan melakukan sesuatu yang diluar zona nyaman, yang tadinya penuh keraguan, ternyata kalau kita usaha doa dan pasrah hasilnya akan bagus. Yang pasti sebelum memberanikan diri harus dipikirin dulu untung rugi resiko dll. Dulu juga pas gw mau potong rambut pendek, nyokap bokap pada ga yakin. Gw meyakinkan mereka, setelah jadi dipotong mereka senyum senang. Begitu pula dengan saat ngasih highlight ini.

Hidup juga seperti itu. Kalau sudah memikirkan matang-matang, tanpa keberanian dan rasa berserah kepada Tuhan, hasilnya akan biasa aja. Makanya jangan ragu dan ingat untuk berserah kepada Sang Pencipta. Lalu syukuri hasilnya. : )

So True !!



Setiap kali gw merasa sedih, tertekan, tidak ada harapan, putus asa, pesimis, selain meminta kekuatan kepada Tuhan gw suka membayangkan sosok Vincent Van Gogh di dekat gw, memeluk gw erat dan menuntun gw untuk berkarya. :')
Kebanyakan karya gw dihasilkan saat depresi. Agak dark. Mengandung banyak makna, menggambarkan kegelisahan. Dan itu bagian dari terapi gw. Bener-bener membantu hehe. Bisa di cek di www.vindy-art.com
Ya gw memang mulai berkarya sejak lihat lukisan Starry Night di internet. Mungkin kalau dulu gw liatnya Bob Sadino sekarang gw jadi pengusaha kaya raya bukan seniman :D

Menjadi Terapis Seni



Vincent van Gogh Style

Sebagai seorang seniman yang sangat tertarik dengan terapi seni, gw mengikuti workshop terapi seni. Pengajarnya adalah Dr. Monty P. Satiadarma, MS/AT, MCP/MFCC, DCH, Psikolog. *iya gelarnya panjang, ilmunya luar biasa, pengalamannya tidak diragukan*

Pada workshop ini selain bisa diaplikasikan untuk diri sendiri, yang lebih diajarin adalah bagaimana menerapi orang lain. Ya memang sih resminya terapis seni itu ada pendidikan khusus magister ( S2 ). Tapi berhubung di Indonesia belum ada, jadi diselenggerakan lah workshop ini.

Seru banget. Beberapa ilmu sudah gw coba aplikasikan ke temen2 BCI, dibawah supervisi dan bimbingan Pak Monty.

Ini karya-karya gw selama di kelas. Nggak cuma teori terapi seni, tapi gw langsung berkarya juga jadi lebih merasakan sensasi dan feel-nya.


Untitled

Gw ada impian untuk beneran bisa ambil S2 Terapi Seni di luar negeri. S1 kedokteran di beberapa universitas masih bisa sih kayaknya. Ya semoga aja suatu hari nanti bisa terlaksana. Selagi proses menuju kesana, gw akan eksplorasi lebih banyak dan mencoba membantu menerapi orang lain juga. Tentunya sesuai kode etik dan batasan kompetensi gw yang telah diajarkan selama di kelas.

Good luck Vin ! *ceritanya semangatin diri sendiri*

Btw yang minat dengan terapi seni bisa kirim pesan di fb atau email ke vindyariella@gmail.com, barangkali gw bisa membantu teman2. : )


My Biggest Fear


Something I Like


Teman2 sekelas :)


Bikin topeng untuk mengenal diri sendiri


Workshop done !