by Vindy Ariella. Powered by Blogger.

Jiwa Merdeka



Gw suka menulis, mengkonsep sesuatu, kalau kondisi bagus ide gw melimpah. Kadang malah kebanyakan sampai pusing sendiri. Ya bisa jadi itu kelebihan seorang bipolar. Dan kelebihan itu gw manfaatkan menjadi sebuah karya.

Dalam rangka memperingati Hari Bipolar Sedunia, Bipolar Care Indonesia mengadakan acara perayaan. Acara pertama udah gw bahas di http://www.tentangbipolar.com/2017/03/so-proud-of-myself.html nah kali ini gw akan bahas acara kedua yaitu Talkshow dan Art Performance.


Dalam talkshow, BCI menghadirkan dr. Hervita Diatri, Sp.KJ(K) psikiater dari RSCM ( yang juga merupakan dokter gw, beliau psikiater terbaik yang pernah gw temui ), Mas Anto Sg ( yang juga gw kenal di awal gw didiagnosa bipolar dan dia memberikan banyak motivasi ), dan Paramitha Rusady ( yang sejujurnya gw ga kenal-kenal amat karena artis beda era haha, tapi dia cantik sekali dan hebat bisa menjaga nama baik serta reputasinya sebagai diva ).


Panca Atis - Prof Hans Pols - Igi Oktamiasih - Paramitha Rusady - Anto Sg - dr. Vita - Ade Binarko


Ruang Graha Utama Gedung A Kemendikbud

Tahun ini kursi ada 350an dan sepertinya terisi penuh. Penonton antusias sekali menyimak talkshow dan memang narasumbernya keren sekali. Materinya bagus dan sharing kisahnya inspiratif. So far laporan yang masuk ke gw, pada bilang keren. Nah yang nggak kalah keren adalah penampilan teaterikal dari temen-temen ODB berjudul "Jiwa Merdeka".

Berawal dari ide gw untuk bikin performance mengenai Vincent Van Gogh ( yang sangat menginspirasi gw ). Disambut oleh 2 orang aktor dari Teater Popouler asuhan Slamet Raharjo, yaitu Kiki Narendra dan Eduwart Manalu.
 

Meeting Pertama

Mas Kiki ( baju putih ) ini adalah putra dari almarhum dr. Pandu Setiawan, Sp.KJ, seorang psikiater yang dedikasinya terhadap dunia kesehatan jiwa di Indonesia sangatlah tinggi. Beliau juga seorang kepala keluarga yang baik, gw kenal ( walaupun ga deket-deket banget sih ) dengan 2 putranya, keluarganya seru sekali. Sangat bisa menerima perbedaan dan tetap kompak. Kini dr. Pandu sudah tenang bersama Tuhan, meninggalkan kita semua karena sakit komplikasi. :'(

Nah Mas Kiki dan Bang Edo ini katanya sih sepaket gitu suka ngasih training2 dan jadi konseptor untuk performance di event-event gitu, selain bermain di teater popouler. Senang sekali mereka bersedia membantu performance untuk acara bipolar day 2017 ini

Meeting pertama bicara tentang ide mengenai Vincent van Gogh, lalu mereka langsung punya gambaran performnya bakal kaya apa. Setelah disepakati, akhirnya dipilihlah 4 orang orang dengan bipolar ( ODB ) yang akan menulis puisi dan membacakannya, dengan narasi dari Mas Kiki, dibalut konsep visual dll dari Bang Edo.  4 performer tersebut adalah gw, Egga, Hana Madness, dan Dini. Plus 1 pemain biola yaitu Rifki.

Kita berempat mulai menulis puisi masing-masing sesuai segmen yang disusun berdasarkan kisah hidup van gogh, yaitu masa kecil, saat mulai berbeda, memulai perjuangan, dan setelah ia meninggal. Bagian gw adalah saat kecil atau saat-saat bahagia. 

Ini adalah tantangan banget buat gw. Hidup gw dulu itu, mau senang atau sedih gw cenderung datar. Ga ekspresif, jaim, minder, pemalu. So, standart bahagia yang diharapkan Mas Kiki dan Bang Edo itu jauh dibawah standar paling bahagianya gw dulu. Tapi gpp, gw berusaha mengingat dan mensyukuri segala kebahagiaan gw dahulu dan jadilah puisi gw.


Latihan Pertama, Baca Naskah


Full Team Performer
Bang Edo, Gw, Mas Kiki, Hana, Egga, Dini, Rifki

Kami memulai latihan di sanggarnya teater populer. Bedah naskah masing-masing, mencoba menjiwai. Diajarkan olah nafas, olah tubuh, bangun koneksi, dll. Ternyata seru juga ya. Ini pengalaman pertama gw di dunia teater beneran. Tahun lalu gw juga ikut perform di bipolar day 2016, tapi saat itu konsepnya baca narasi lalu sisanya melukis, nah gw kan udah biasa melukis jadi masih di zona aman gw. Kali ini gw belajar something new. Dan asik !


Latihan lagi : ) 


Teteap aja kan gw jaim, ga bisa ekspresif berpose. Liat aja gw gitu doang haha

Selanjutnya, kami mulai latihan lebih serius. Mempelajari intonasi, penekanan di kata mana, cara menyampaikan emosi kita ke penonton, dsb. Peran gw adalah membawa suasana yang bahagia, playful, ceria, masa kecil yang menyenangkan, yang mana semua itu adalah hal yang jarang gw tampakkan lol. Gw itu orangnya cenderung serius, ya kadang lucu tapi basically itu buat mencairkan aja. Banyak orang mengatakan gw jutek, pendiam. Bahkan waktu kecil itu orang mendekati gw aja udah takut duluan. Lalu gw harus menjadi seorang periang.

Prosesnya memang ga mudah, gw dibantu untuk memvisualisasikan hal-hal yang membuat gw bahagia, menghadirkan kembali rasa itu untuk menjadi energi yang gw sampaikan ke penonton. Gw dengerin lagu upbeat termasuk Happy-nya Pharrel William berulang-ulang untuk membangun mood happy. I'll do my best.

Teman-teman performer lain juga pada akhirnya belajar untuk memaknai puisi yang ia tulis. Misalnya Dini yang mendapat bagian saat Van Gogh meninggal dan kisahnya menjadi inspirasi banyak orang, Dini harus release the pain, menerima keadaan. Padahal kadang sebagai seorang ODB masih suka diselimuti amarah. So kita semua belajar dari puisi masing-masing. Ini ga cuma berakting sesuai peran, tapi kita sendiri yang menulis puisi, kita yang membacakannya. Mungkin ini yang dimaksud dengan psikodrama. Semua hal tersebut dibimbing dengan sangat baik oleh Mas Kiki dan Bang Edo.

3 latihan, 1x gladiresik, dan show must go on. Apapun yang akan terjadi hajar ! Di belakang panggung ya sejujurnya kami nervous. Kata Mas Kiki kalau ga nervous malah ga wajar, karena kita ini kan manusia. Gw pas tampil juga gemeteran :"D

Gw nggak tau ya apakah gw berhasil membawa keceriaan dengan maksimal, kalau kata beberapa orang yang gw tanya menurut mereka berhasil. Menurut gw juga berhasil, mengingat gw tau banget diri gw sebenarnya itu ga ceria. Menurut Bang Edo yang ngeliat dari meja operator laptop berhasil. So, ya anggaplah berhasil haha.

Egga, Hana, dan Dini juga menurut gw bagus2, lebih maksimal dibanding pas latihan. Semoga penonton puas ya. : )


Mas Kiki


Me


Hana


Rifki


Dini


Egga

So, ternyata selain ilmu teater, dari performance ini juga gw mendapat ilmu kehidupan. Gw belajar bagaimana kebahagiaan itu bisa kita ciptakan dari rasa syukur, membayangkan hal yang menyenangkan, mengingat memori yang indah, dan banyak lainnya. Bahagian tidak melulu sesuai standart tinggi dari materi, kesuksesan, keberhasilan ini itu, apalagi kesempurnaan. Bahagia itu sederhana. Gw belajar untuk menjadi bahagia. Setiap kali gw merasa mood gw mulai turun, mungkin sekarang gw bisa berusaha menciptakan kebahagiaan gw sendiri. Gw bisa kok bahagian saat perform, itu artinya gw juga bisa bahagia dalam hidup gw. Pembelajaran berharga dari pengalaman perform kali ini. Thanks Mas Kiki dan Bang Edo yang sudah membimbing gw dan teman-teman. Tampaknya mereka juga puas dengan penampilan dari kami ODB remahan peyek yang ingin belajar dan terus maju. Dari daun kemangi pecel lele menjadi lelenya yang merekah ( ini jokes Mas Kiki yang ga tau kenapa kocak banget, gw improve ).


Jiwa-Jiwa Merdeka bersama penonton yang berbahagia. : )


Tak lupa gw ucapkan terima kasih dan acungan jempol buat panitia yang bekerja luar biasa, serta volunteer2 yang berdedikasi. Proud of you all !

Rambut Gw Ada Merah-Merahnya



Sekali-sekali cerita tentang penampilan gpp ya hehe. Rambut adalah bagian tubuh gw yang paling gw perhatikan. Gw ga terlalu mempermasalahkan badan gw yang sangat gemuk, selama gw cek lab kolesterol gula dll dalam batas normal. Nah rambut gw, ini harus perhatian ekstra banget. FYI gw lahir kepala gw botak. Terus nyokap gw rajin ngasih minyak kemiri sama apa gitu sampai akhirnya jadi lebat dan keriting. Sempet sih gw lurusin dengan smoothing, tapi kayaknya udah bose kalau lurus doang. Akhirnya potong pendek dan setiap habis keramas catok. Lama-lama capek juga nyatoknya. Akhirnya bodo amat lah gw biarin aja keriting asli mekar kaya gini. Eh ternyata kata orang malah lebih keren. So, udah 2 tahun rambut gw keriting megar. 

Nah, berhubung gw lagi ngerasa perubahan dalam diri gw, gw berpikir, sekarang rambut gw enaknya diapain ya. Karena bagi gw ganti model rambut itu sama kaya dapet spirit baru gitu. Jadi setiap beberapa waktu gw pasti akan melakukan sesuatu dengan rambut gw. Kali ini, gw kepikir mau coloring. Warna yang gw mau awalnya highlight ungu dengan sentuhan sedikit abu2. Tapi kalau warna kaya gitu katanya mesti di bleaching yang mana prosesnya bikin rambut kering. Menurut hairstylistnya sangat beresiko jadi hancur kalau gw paksain bleaching. Akhirnya opsi yang ada adalah memilih highlight dengan warna yang bisa tampak tanpa bleaching. Pilihannya cuma blonde natural gitu, copper, atau deep magenta alias merah. So, gw ga mau blonde, akhirnya gw memberanikan diri coloring warna merah. Btw ini gw lakukan dengan kesadaran penuh ya bukan pas manik haha.

Setelah diproses, jeng jeeeeeng.. GW SUKA !! :D


Ga terlalu kentara sih karena ga semua dimerahin ( ntar malah horor jadinya ). Tapi kalau diliat langsung apalagi pas dibawah cahaya, waaaow bersinar haha. Memberanikan melakukan sesuatu yang diluar zona nyaman, yang tadinya penuh keraguan, ternyata kalau kita usaha doa dan pasrah hasilnya akan bagus. Yang pasti sebelum memberanikan diri harus dipikirin dulu untung rugi resiko dll. Dulu juga pas gw mau potong rambut pendek, nyokap bokap pada ga yakin. Gw meyakinkan mereka, setelah jadi dipotong mereka senyum senang. Begitu pula dengan saat ngasih highlight ini.

Hidup juga seperti itu. Kalau sudah memikirkan matang-matang, tanpa keberanian dan rasa berserah kepada Tuhan, hasilnya akan biasa aja. Makanya jangan ragu dan ingat untuk berserah kepada Sang Pencipta. Lalu syukuri hasilnya. : )

So True !!



Setiap kali gw merasa sedih, tertekan, tidak ada harapan, putus asa, pesimis, selain meminta kekuatan kepada Tuhan gw suka membayangkan sosok Vincent Van Gogh di dekat gw, memeluk gw erat dan menuntun gw untuk berkarya. :')
Kebanyakan karya gw dihasilkan saat depresi. Agak dark. Mengandung banyak makna, menggambarkan kegelisahan. Dan itu bagian dari terapi gw. Bener-bener membantu hehe. Bisa di cek di www.vindy-art.com
Ya gw memang mulai berkarya sejak lihat lukisan Starry Night di internet. Mungkin kalau dulu gw liatnya Bob Sadino sekarang gw jadi pengusaha kaya raya bukan seniman :D

Menjadi Terapis Seni



Vincent van Gogh Style

Sebagai seorang seniman yang sangat tertarik dengan terapi seni, gw mengikuti workshop terapi seni. Pengajarnya adalah Dr. Monty P. Satiadarma, MS/AT, MCP/MFCC, DCH, Psikolog. *iya gelarnya panjang, ilmunya luar biasa, pengalamannya tidak diragukan*

Pada workshop ini selain bisa diaplikasikan untuk diri sendiri, yang lebih diajarin adalah bagaimana menerapi orang lain. Ya memang sih resminya terapis seni itu ada pendidikan khusus magister ( S2 ). Tapi berhubung di Indonesia belum ada, jadi diselenggerakan lah workshop ini.

Seru banget. Beberapa ilmu sudah gw coba aplikasikan ke temen2 BCI, dibawah supervisi dan bimbingan Pak Monty.

Ini karya-karya gw selama di kelas. Nggak cuma teori terapi seni, tapi gw langsung berkarya juga jadi lebih merasakan sensasi dan feel-nya.


Untitled

Gw ada impian untuk beneran bisa ambil S2 Terapi Seni di luar negeri. S1 kedokteran di beberapa universitas masih bisa sih kayaknya. Ya semoga aja suatu hari nanti bisa terlaksana. Selagi proses menuju kesana, gw akan eksplorasi lebih banyak dan mencoba membantu menerapi orang lain juga. Tentunya sesuai kode etik dan batasan kompetensi gw yang telah diajarkan selama di kelas.

Good luck Vin ! *ceritanya semangatin diri sendiri*

Btw yang minat dengan terapi seni bisa kirim pesan di fb atau email ke vindyariella@gmail.com, barangkali gw bisa membantu teman2. : )


My Biggest Fear


Something I Like


Teman2 sekelas :)


Bikin topeng untuk mengenal diri sendiri


Workshop done !


So Proud of Myself !!!



Dalam post ini gw akan cerita mengenai kesibukan gw belakangan ini sebagai ketua acara perayaan World Bipolar Day 2017 dari Bipolar Care Indonesia. Sebenarnya pada awalnya ketua rangkaian acara ini adalah rekan gw, tapi sayang sekali dia sakit cukup serius sehingga tidak bisa melanjutkan tugasnya. Lalu gw diberi amanah untuk melanjutkan perjuangan rekan gw. Saat gw menulis post ini, satu acara sudah terlaksana. I'M SO SPEECHLESS AND ALSO PROUD OF MYSELF !!!

Maaf ya kalau terkesan narsis haha. I just want to share gimana cerita singkat dibalik layar acara ini.

Berawal dari rapat, menentukan konsep, hubungi orang sana sini, nyari dana kemana-mana, meeting-meeting, bolak-balik TIM, ngedesign segala poster baliho spanduk, ditolak digantungin sponsor, dan kisah suka duka lainnya. Persiapan dari pertengahan Januari, akhirnya berbuah hasil manis. Acara bisa dibilang sukses. Walaupun belum sempurna dan masih banyak kekurangan disana-sini. Gw akan terus belajar dan berusaha menjadi lebih baik. 

Gw sangat berterima kasih kepada seluruh Tim Panitia + Volunteer yang SANGAT LUAR BIASA. Mereka semua hebat. Bisa bekerjasama dengan baik, antusias, dan bertanggung jawab. Tanpa mereka acara ini tidak akan terlaksana. Thanks again kepada semua team ya..


Tim BCI yang Keren :D

Gw juga sangat mengapresiasi narasumber yang bersedia meluangkan waktunya demi berlangsungnya acara ini. Tadi ada 3 narasumber. Pertama dr. Maya A. Rusady, M.Kes, AAK ( Direktur Pelayanan BPJS Kesehatan ), Hana 'Madness' Alfikih ( seniman, orang dengan bipolar ), dan dr. Engelberta Pardamean, Sp.KJ ( psikiater dari RSJ Dharmawangsa ). Semua adalah orang hebat di bidangnya masing-masing dan membawakan materi yang sangat bermanfaat.




Yang nggak kalah keren adalah teman-teman gw sesama orang dengan bipolar ( ODB ) yang ikutan live painting. WOW BGT karyanya bagus. Ada Dini, Erwin, dan Anya. Mereka bertiga memang suka menuangkan isi jiwanya ke atas kanvas. Sudah bisa 'klik' dan 'dapet' dengan nikmatnya membuang kegalauan melalui seni. Proud of you guys !


Instagram : "dinisuprapto" - "erwinnprayoga" - "imajibebas" 


Erwin Prayoga

Selain yang live painting, di bagian belakang area acara ada pameran lukisan. Semuanya adalah hasil karya ODB. Ada yang dengan gambar digitalnya, hasil fotografi, rajutan, gambar di kertas, dan cat akrilik diatas kanvas. Semua ga kalah keren.. Gw senang sekali BCI sebagai wadah bagi ODB untuk saling dukung, bisa memberikan ruang bagi ODB yang berkarya untuk mendapat apresiasi. Btw gw juga majang 3 lukisan kanvas, 1 set karya cat air diatas kertas, dan 1 karya gambar menggunakan spidol di kertas.



Karya-karya gw

Nggak cuma di bidang seni, acara BCI kali ini juga memberikan kesempatan kepada teman-teman ODB dan keluarganya yang punya usaha alias entrepreneur untuk ikut menjadi partisipan bazar. Ada yang jual makanan minuman, tas kulit, tas lukis, dan gw sendiri menjual karya gambar gw yang sudah dicetak menjadi berbagai produk dengan merek "ARTRIELLA". Alhamdulillah laku, thanks ya semua yang sudah mampir ke lapak gw dan beli hehe. Yang belum bisa cek di instagram "artriella" atau ke artriella.com

Nah, beberapa waktu lalu gw ngepost di blog ini mengenai buku gw yang baru diterbitkan "DUA SISI DALAM DIRIKU", gw ga nyangka peminatnya banyak juga. Ada yang dari daerah juga beli dikirim paket, ada yang di seberang pulau sampai ongkirnya hampir sama dengan harga bukunya. Terharu. :')


My First Book

Acara ditutup dengan kegiatan Workshop Art Therapy dari gw. Saat ini kan gw sedang mengambil workshop bersama psikolog yang juga terapis seni senior di Indonesia, nah gw udah konsul sama beliau dan akhirnya mencoba salah satu metode yang beliau ajarkan di acara ini. Ya sekedar pengenalan aja sih buat yang pengen tau gimana sih art therapy itu. Kalau mau serius bangetnya kan mesti per individu. Nanti sih pengen ngembangin. Pesertanya cukup banyak, artinya banyak yang kepo sama art therapy. Hanya memang profesi yang sebenar-benarnya art therapy disini masih langka. Ya doain aja siapa tau gw nanti bisa dapet beasiswa ambil S2 Art Therapy diluar negeri amiiin. : )



Art Therapy

Oke jadi itu tadi beberapa rangkaian acara World Bipolar Day 2017 : Living an Optimal Life pada tanggal 4 Maret 2017 di Galeri Cipta II Taman Ismail Marzuki. Walaupun belum sempurna dan banyak kekurangan, pengunjung yang datang ramai ( agak membludak malah menurut gw, ga nyanga bakal segini banyak ), rekan media yang ngeliput juga cukup banyak, hebatnya semua yang datang kemaren sangat antusias menyimak acara kami dan memberi apresiasi peserta pameran serta bazar. Gw senang sekali karena setelah hampir 4 tahun gw berjuang bersama Bipolar Care Indonesia, dari tahun ke tahun semakin banyak yang lebih aware dan berani terbuka bicara kesehatan jiwa. Semoga kontribusi gw ini bisa membantu menjadikan Indonesia lebih sehat jiwa raga. Amiiin.

Nah bagaimana dengan diri gw sendiri ? OMG I'M SO PROUD OF MYSELF. Kadang gw terlalu 'merendahkan' diri gw sendiri. Ya semacam mikir aku mah bisa apa atuuh~~ Tapi ternyata kalau niat kuat, usaha dan doa kenceng, minum obat lancar, kontrol psikiater aman, GW BISA HIDUP OPTIMAL. Ini nyambung sih dengan tema acara BCI tahun ini, gw sengaja milih mengenai hidup optimal karena gw sudah merasakan membuktikan sendiri. 

Dulu saat gw baru-baru didiagnosa bipolar, masih jaman kuliah, gw pernah mendaftar dan diterima dalam sebuah kepanitiaan acara perkumpulan mahasiswa kedokteran seluruh dunia. Kebetulan waktu itu mau bikin di Jakarta. Jadi ceritanya gw mewakili kampus gw untuk bergabung dengan panitia dari kampus lain dari berbagai daerah juga. Waktu itu gw udah bangga banget. Ngerasa bisa kepilih jadi tim sebuah acara yang bakal keren. Sayang sekali disaat rapat-rapat mulai serius, gw masuk fase depresi berat dan gw terpaksa mengundurkan diri karena kerjaan yang jadi tanggung jawab gw ga beres. Saat itu gw kecewa dan ngerasa kebipolaran gw bakal menghambat keinginan gw unutk aktif organisasi, ikut jadi panitia acara dsb. Lalu 7 tahun berlalu, gw berkawan dengan bipolar gw, dan OMG SEKARANG GW BAHKAN BISA MENJADI PANITIA ACARA BANYAK EVENT GEDE YANG MANFAATNYA LEBIH BESAR UNTUK BANYAK ORANG. Semacam ga nyangka, ternyata gw bisa kok. Tinggal gwnya aja mau apa nggak, mau niat usaha doa berobat kontrol diri dll. Bahkan gw menjadi seorang pendiri dan sekarang menjabat sebagai Wakil Ketua di BCI. Gw nggak pernah kepikir jalan hidup gw bakal seperti ini.

Btw bukannya bermaksud untuk melebih-lebihkan ya, ini lebih untuk memotivasi ODB lain, di BCI, pendiri yang sekarang masih mengurus BCI adalah gw dan Kak Igi. Kami berdua ODB. Lalu kami punya pengurus inti, 3/4-nya ODB juga. Panitia Inti dan beberapa volunteer di acara kemaren juga ODB. Jadi kalau masih ada yang anggap ODB itu nggak bisa apa-apa, nggak bisa jadi orang sukses, nggak bisa ini itu KALIAN SALAH BESAR !! Kami di BCI akan terus berusaha memberikan bukti bukan janji *kok jadi kaya kampanye*

Nah sama buat ODB lain diluar sana yang masih ngerasa bingung, sedih, kecewa, denial, marah dengan bipolarnya, it's ok. Semua perlu proses sampai akhirnya bisa menerima dan berdamai. Tapi ingatlah, dengan penanganan yang tepat, seorang bipolar bisa kok hidup optimal. Bekerja, berkarya, berkeluarga, dan lainnya. Yakinlah, ga usah ragu, buktinya sudah ada. Banyak. SemangART ya !

Satu lagi yang ingin gw sampaikan, buat teman-teman yang merasa ada yang tidak nyaman dalam dirinya dan berlanjut menjadi gejala sebuah masalah kejiwaan yang mengganggu, sebaiknya segera konsultasi ke ahlinya. Sekarang bisa kok konsul psikiater pake BPJS, obat dan biaya konsul gratis. Cukup bayar iuran bulanan yang harga bisa milih sesuai keadaan finansial. 

Nggak usah pedulikan orang akan bilang 'gila' blablabla. Mereka itu belum paham. Kalau kita sudah paham artinya kita 1 langkah lebih maju dan peluang untuk menjadi lebih baik akan lebih besar juga. Jadi jangan sia-siakan dirimu terbelenggu sia-sia hanya karena takut dianggap 'gila' atau stigma lainnya. Kita mengontrol penuh pengambilan keputusan hidup kita. Itu orang yang memberi stigma kepada kita juga belum tentu jiwanya sehat. Jadi segera cari pertolongan. Berobat ke psikiater, konsul ke psikolog itu ya sama aja kaya ke dokter biasa pas lagi batuk pilek atau sakit lainnya. 

Kalau dipikir2, gw ini beberapa kali dirawat di bangsal psikiatri. Ada kisahnya di buku gw yang baru rilis itu. Ya kalau gw hanya larut dalam stigma orang bahwa yang dirawat di bangsal kejiwaan itu ga punya harapan hidup, ya gw beneran akan bengong-bengong aja. Tapi gw memilih untuk mematahkan stigma itu dan menjadi bukti hidup seorang dengan gangguan jiwa yang tetap bisa beraktivitas layaknya orang lain.

So tetap semangat ya..

Tunggu informasi acara BCI selanjutnya ya..


Thanks buat semua pihak yang terlibat di acara ini.
Foto dokumentasi diambil dari tim panitia.

Dua Sisi Dalam Diriku - My First Book !



Kisah Nyata Perjuangan Seorang Bipolar : "DUA SISI DALAM DIRIKU".

Ini buku pertama gw yang ( akhirnya ) terbit juga setelah tertunda beberapa tahun. Gw memilih untuk mencetak dengan jumlah terbatas lalu mempromosikan dan menjualnya sendiri juga.

Buku ini bercerita mulai dari awal gw mengalami gejala bipolar sampai akhirnya gw berada disini saat ini. Ya mungkin bukan sebuah buku psikomemoar yang sempurna, but at least gw memberanikan diri membuka kisah gw dengan jujur apa adanya. Barangkali bisa menjadi referensi bagi yang ingin tau gimana rasanya jadi seorang bipolar, mungkin juga jadi inspirasi bagi sesama bipolar. Ya, intinya tujuan gw menuliskan buku ini adalah untuk kebaikan. : )

Yang tertarik mau beli bisa order ke WA/SMS 08561114131.

World Bipolar Day 2017


Dalam rangka merayakan Hari Bipolar Sedunia, Bipolar Care Indonesia kembali mengadakan acara menarik. Kali ini mengangkat tema "Living an Optimal life".

Seringkali seorang bipolar dan juga orang dengan masalah kejiwaan lainnya merasa hidupnya tidak bisa lagi membaik, selain karena penurunan fungsi sehari-hari, stigma masyarakat juga besar pengaruhnya. Padahal, dengan penanganan dan dukungan yang tepat, merekaa bisa kembali produktif, berkarya, meraih impian, mengejar cita-cita, berkeluarga. Ya, mereka bisa kembali hidup optimal.

Oleh karena itu, mulai sekarang stop stigma terhadap orang dengan masalah kejiwaan dan berikan mereka dukungan. Bagi kamu yang sedang mengalami masalah kejiwaan, jangan berkecil hati. Yuk gabung di acara ini dan cari tau bagaimana kami orang-orang dengan masalah kejiwaan bisa produktif berkarya, menjual karya kami, mendapat penghasilan, mendapat apresiasi dari orang lain, dll. Semuanya adalah bukti bahwa seseorang dengan masalah kejiwaan juga bisa kembali hidup optimal.

COME JOIN US !
SABTU, 4 MARET 2017
GALERI CIPTA II TAMAN ISMAIL MARZUKI, CIKINI
10.00-16.00 WIB







World Bipolar Day (WBD) - an initiative of the Asian Network of Bipolar Disorder (ANBD), the International Bipolar Foundation (IBPF), and the International Society for Bipolar Disorders (ISBD) - will be celebrated each year on March 30th, the birthday of Vincent Van Gogh, who was posthumously diagnosed as probably having bipolar disorder.
The vision of WBD is to bring world awareness to bipolar disorders and to eliminate social stigma. Through international collaboration, the goal of World Bipolar Day is to bring the world population information about bipolar disorders that will educate and improve sensitivity towards the illness.
Bipolar disorder is a brain disorder that causes unusual shifts in mood, energy, activity levels, and the ability to carry out day-to-day tasks. Symptoms of bipolar disorder are severe and different from the normal ups and downs that everyone goes through from time to time. It is estimated that the global prevalence of bipolar disorder is between 1 and 2% and has been said to be as high as 5% and, according to the World Health Organization, is the 6th leading case of disability in the world. In order to address this global problem, we need a global solution. With support from leading experts from around the world, groups like ANBD, IBPF, and ISBD are supporting efforts to investigate biological causes, targets for drug treatment, better treatments, better methods of diagnosis, the genetic components of the illness, and the strategies for living well with bipolar disorder and this is just the beginning. Collaborations between research and advocacy groups are continuing to grow, and WBD is a tribute to the success of this strategy.
To learn more about Vincent Van Gogh please click here: http://en.wikipedia.org/wiki/Vincent_van_Gogh%27s_health
Sumber : http://www.worldbipolarday.org/about-wbd.html 




Mari suarakan isu kesehatan jiwa sebagai bentuk #aksiuntukjiwa

Mari suarakan isu kesehatan jiwa sebagai bentuk #aksiuntukjiwa