by Vindy Ariella. Powered by Blogger.

Proses Panjang Menuju Kesuksesan



Kita sering melihat seorang ibu bertanya pada anaknya, “Adik cita-citanya ingin menjadi apa ?” Lalu sang anak dengan lugunya menjawab, “Aku ingin menjadi dokter.” Dengan mudahnya ia menjawab apa keinginannya saat dewasa nanti, seakan cita-citanya itu bisa ia peroleh dengan mudahnya dalam waktu singkat. Padahal tidak begitu kenyataannya. Tapi, mereka hanya anak-anak. Belum mengerti arti hidup sebenarnya.

Kita sebagai orang dewasa, sudahkah mengerti bagaimana proses panjang menuju kesuksesan ?

Jalan hidup seseorang sudah ditentukan jauh sebelum ia lahir. Ada yang tampaknya mulus-mulus saja. Ada yang sedikit tersandung kerikil di perjalanan. Dan ada yang harus berhadapan dengan batu besar.

Bagi anda yang kini sedang berada di tengah jalan menuju sebuah tujuan, entah itu kesuksesan atau cita-cita, lalu ada batu besar yang menghalangi anda, berpikirlah positif. Batu hanyalah benda mati yang diam tidak bisa berbuat apa-apa. Sedangkan diri kita adalah makhluk mulia yang memiliki akal. Jangan biarkan batu menghalangi anda mencapai tujuan. Begitu pula dengan masalah. Jangan biarkan masalah menghalangi anda meraih kesuksesan atau mencapai cita-cita.

Tuhan menyebutkan bahwa manusia diturunkan ke bumi untuk diuji dengan berbagai cobaan. Jadi, masalah itu bukanlah sebuah kesialan. Melainkan sebuah anugrah yang diberikan Tuhan untuk umat pilihan-Nya, agar umat yang ditimpa masalah itu lebih kuat dan sabar. Tuhan juga menyebutkan bahwa setelah kesulitan akan ada kemudahan. Jadi percayalah bahwa setiap masalah itu pasti ada jalan keluarnya.

Saat kita diuji Tuhan dengan ditimpa masalah, kadang kita merasa sangat tidak berdaya dan ingin menyerah. Hari-hari yang tadinya bahagia terasa sangatlah menyiksa untuk dilewati. Rasanya kita sudah mencoba berusaha dan menerima, tapi tetap saja masalah itu tidak selesai. Hanya menambah beban dalam keseharian kita.

Itu adalah rasa yang wajar. Apalagi jika masalahnya besar. Apa yang bisa kita lakukan ? Cobalah untuk menjadikan rasa itu sebuah kelebihan dalam diri kita. Coba saja tanya kepada orang-orang yang sudah berhasil melewati masalah besar. Pasti ada perubahan walaupun kecil. Misalnya, mentalnya lebih kuat, menjadi lebih sabar, selalu berpikir optimis, dll. Bukankah itu sebuah kelebihan untuk orang tersebut ?

Sementara anda mensyukuri ‘kelebihan’ anda, tetaplah berusaha dengan niat yang tulus. Walaupun kadang hasilnya tidak langsung terlihat, tapi Tuhan tahu usaha yang anda lakukan. Sekecil apapun itu, Tuhan menilainya. Sama seperti saat anda ingin melihat puncak gunung yang indah. Seringkali puncak gunung itu tertutup kabut tebal. Tapi pada akhirnya, anda bisa melihat keindahan puncak gunung yang berdiri didepan anda.


 Perlu anda ingat, bahwa untuk meraih kesuksesan dan mencapai cita-cita, perlu usaha yang keras. Di dalam prosesnya, terdapat banyak kejutan, masalah, dan musibah. Tapi setelah anda berhasil melewatinya, semua akan terasa indah. Layaknya pergantian waktu, pada malam hari, semua gelap dan terasa kelam. Saat siang tiba, semua menjadi terang. Tapi anda akan ingat, bahwa saat anda melewati malam, ada bintang-bintang menemani anda. Bintang itulah kejutan, masalah, dan musibah dalam proses anda. Anda akan tersenyum saat mengingat bintang-bintang yang muncul selama anda melewati malam kelam dan akhirnya menikmati terangnya siang. Bintang itu akan terasa indah.

Jadi, terimalah masalah itu sebagai bentuk cinta kasih Tuhan kepada umat-Nya. Jadikan masalah itu sebagai kelebihan diri anda yang tidak dimiliki orang lain. Yakinlah bahwa suatu hari anda pasti bisa melewatinya. Percayalah bahwa anda akan berhasil meraih kesuksesan dan mencapai cita-cita anda. Bersyukurlah karena anda adalah umat pilihan-Nya, yang akan ditinggikan derajatnya jika bersabar dan terus berusaha selain berdoa.

0 comments:

Post a Comment