by Vindy Ariella. Powered by Blogger.

Saat Terpuruk dan Tak Ada Harapan



Kadang dalam hidup, kita berada dalam situasi yang tak pernah kita sangka sebelumnya. Situasi yang tampaknya sangat berat untuk kita jalani. Kenyataan pahit yang datang tiba-tiba. Disaat seperti itu kita merasa marah, kecewa, sedih, tidak menerima, dan bertanya-tanya mengapa semua ini terjadi.

Sebagai contoh, seorang mahasiswi yang selama hidupnya merasa bahagia, berprestasi, dan bisa mendapatkan apa yang ia mau, tiba-tiba harus mengulang kuliahnya bersama junior. Contoh lain, seorang anak yang melihat hubungan orang tuanya baik-baik saja, tiba-tiba mengetahui bahwa ayahnya selingkuh dan sudah menikah lagi. Atau, seorang pengusaha sukses yang kaya raya, tiba-tiba bangkrut dan jatuh miskin.

Contoh tersebut menggambarkan bagaimana kagetnya mereka dihadapkan dengan perubahan besar dalam hidupnya. Lalu bagaimana seharusnya mereka menyikapi kenyataan itu ?

Beberapa orang mudah beradaptasi dengan perubahan dan selalu optimis. Beberapa yang lain butuh waktu untuk menyadari dan akhirnya menghadapi. Lalu bagaimana dengan orang yang merasa dunianya hancur dan tak ada harapan saat mengalami kenyataan itu ?

Kita tidak bisa menilai orang dari luar saja. Kepribadian setiap orang dan kemampuannya dalam menghadapi masalah berbeda-beda. Jadi jika ada keluarga, kerabat, atau orang di sekitar anda yang merasa sangat terpuruk dalam hidupnya, jangan remehkan ia. Berikan dukungan dan perhatian anda untuknya. Bantulah sebisa anda. Paling tidak anda bisa menjadi pendengar yang baik sehingga ia dapat percaya kepada anda sebagai teman curhatnya. Berbagi masalah atau curhat adalah salah satu cara meringankan beban seseorang.

Dan bagi anda yang merasa dunianya baru saja runtuh, ingatlah bahwa sesudah kesulitan itu ada kemudahan. Ingat bahwa melalui cobaan, Tuhan menaikkan derajat umatnya. Dan, ingat bahwa Tuhan tidak akan memberi cobaan diluar batas kemampuan umatnya. Yakinlah bahwa anda mampu.

Lalu apa yang harus anda lakukan ? Yang paling sederhana tapi sulit adalah menerima. Ya, menerima adalah kunci untuk menghadapi keterpurukan, kenyataan pahit, dan situasi yang tak pernah kita sangka. Mengapa harus menerima ? Karena itulah kenyataannya. Jika anda hanya berandai-andai untuk membalikkan waktu, menyalahkan diri sendiri atau orang lain, berharap semuanya berubah seperti keadaan sebelumnya, marah terhadap kenyataan, putus asa, dan takut untuk bangkit, maka anda tidak akan bisa berpikir jernih. Jika pikiran irasional kita yang mendominasi, hidup akan terasa semakin berat dan tidak ada harapan. Kita hanya bisa berandai-andai, menyalahkan, dan menuntut. Tetapi jika kita bisa menggunakan pikiran rasional kita, pada akhirnya kita akan sadar bahwa inilah kenyataan yang sekarang harus dihadapi. Bagaimanapun kita berandai-andai, menyalahkan, dan menuntut, toh semua sudah terjadi dan kenyataan pahit inilah yang ada sekarang. Anda tidak bisa merubahnya.


 Memang untuk berpikir rasional disaat terpuruk adalah hal yang tidak mudah. Tapi dengan mencobanya, lama-lama anda akan terbiasa. Yakinlah bahwa anda bisa. Hidup itu memang tidak selamanya seperti yang kita mau. Tidak ada yang abadi. Semua yang ada di dunia hanya titipan Tuhan.  Wajar jika anda merasa sedih dan kecewa saat menghadapi kenyataan pahit dan situasi yang tidak diharapkan. Tapi jangan biarkan rasa itu mengambil kebahagiaan dan menggagalkan anda.

Lalu jika anda sudah bisa menerima keadaan, maka perlahan pikiran anda akan jernih. Anda bisa melihat secercah cahaya di depan sana menunggu anda. Tapi perlu anda ketahui, perjalanan anda bisa saja panjang. Karena itu, tetaplah optimis. Yakinlah bahwa akan ada satu waktu dimana anda tersenyum mengingat perjalanan panjang anda, karena anda telah melewatinya.

Kini anda sudah menerima keadaan dan optimis. Maka, hadapilah. Anda tidak harus berusaha sekuat tenaga dalam satu hari. Semua butuh proses. Ulat tidak menjadi kupu-kupu dalam waktu singkat. Jalani saja hari anda dengan ikhlas dan penuh semangat. Dengan itu anda akan lebih ringan menghadapinya.

Diharapkan, dengan menerima kenyataan, tetap optimis, dan mulai menghadapinya, maka anda akan sukses. Seperti bunga, tumbuh melalui proses dan tahapan sampai akhirnya bisa indah. Disaat hujan turun, bunga menerima dan menikmatinya rintik demi rintik. Saat hujan berhenti, bunga akan terlihat semakin indah. Sehingga jika saat mulai layu dimakan waktu, keindahannya akan tetap dikenang orang.