by Vindy Ariella. Powered by Blogger.

Mama


Mama dimataku, adalah sosok yang begitu hebat. Dengan kondisiku yang menderita gangguan bipolar, mama adalah seorang yang sabar, mendukung penuh, semangat, penyayang, pengasih, kuat, dan tegar. Mungkin masih banyak kata-kata yang bisa menggambarkan dirinya. Kadang aku merasa hanya bisa merepotkan mama saja dengan penyakitku ini. Aku berpikir lebih baik mama tidak melahirkan aku ke dunia. Tapi mama mengandungku selama 9 bulan bulan, merawatku selama 19 tahun, dan mama bilang, "Susah di dunia masih ada yang membantu, tapi kalau di akhirat tak ada yang bisa membantu.." Lalu dengan senyumnya, mama memelukku dan memberikan aku dukungan untuk melawan manik depresiku. Oh mama, tak ada kebaikan di dunia ini yang bisa menandingi kebaikanmu untukku. Terima kasih mama.. Aku cinta padamu..

Curhat ( 4 )


Belakangan ini jadwal di kampus gw banyak liburnya. Asyik sih sebenernya, tapi bagi gw malah menjadi sebuah masalah sendiri. Gw gampang bosan ! Disaat libur, gw melakukan banyak hal sesuai dengan list kerjaan yang gw buat. Tapi setelah selesai, jeng jeng.. Rasa bosan mulai datang. Gw udah kehabisan ide untuk melakukan apa lagi. Selain itu, gw juga sudah mulai hilang minat dengan kegiatan yang biasa gw lakukan. Hmmmh, mencari yang baru pun tidak tertarik. Antara depresi tapi punya tenaga yang tidak tersalurkan. 

Kemaren gw kuliah hanya sejam. Sorenya gw mulai resah. Soalnya hari ini libur. Gw kelimpungan mikirin apa lagi yang harus gw lakukan. Dulu gw bisa tidur kalau sudah mentok. Tidur adalah salah satu cara ampuh disaat emosi gw berasa mau meledak. Tapi sekarang gw mengalami gangguan tidur. Tidur gw tipis. Tidur-tidur ayam ya istilahnya.. Sebentar-sebentar bangun, dan susah untuk mulai tidur lagi. Jadi pas bangun gw gak seger, masih ngantuk. Mau tidur lagi susah. Fiuuh. Menderita..

Well, kemaren juga gw saking gundahnya kepikiran untuk bunuh diri lagi. Disaat seperti itu gw berusaha membaca kembali tulisan-tulisan penyemangat gw di blog ini, dan percuma, gw tetap menganggapnya sebagai bullshit. Akhirnya gw telpon nyokap, berdzikir, dan alhamdulillah setelah perjuangan berat gw bisa tenang dan berusaha tidur. Hari ini gw bangun dengan mood yang gw rasa normal. Gak bersemangat dan gak sedih. Biasa aja. Tapi ya who knows apa yang akan terjadi beberapa jam bahkan menit lagi.. Hehe. Semoga mood gw tetap terkontrol. : )

Benarkah Tuhan Itu Tidak Adil ?



Mungkin kita sebagai manusia pernah mengatakan bahwa Tuhan tidak adil, tidak pemurah, tidak pengasih, dan tidak penyayang. Benarkah itu ? Coba pikir lagi.

Saya sendiri awalnya berpikiran sama. Saya menuduh Tuhan tidak adil karena memberi saya masalah. Saya menuduh Tuhan tidak pemurah, pengasih, dan penyayang karena tidak pernah mengabulkan doa saya. Tapi setelah saya pikir lebih jauh, ternyata saya salah.

Dari dulu saya berdoa meminta kemudahan agar bisa menjadi seorang dokter yang sukses. Memang 3 tahun pertama perjalanan saya mulus. Tapi ternyata saya harus menerima bipolar sebagai bagian dari diri baru saya. Kini perjalanan saya menjadi dokter tak semulus dahulu. Saya menyalahkan Tuhan. Tapi, kini saya justru bersyukur.

Saya menyadari bahwa doa saya, isinya meminta kemudahan. Lalu Allah memberi saya kesulitan. Bukankah itu sebuah bentuk kasih sayang Tuhan kepada saya ? 

Coba lihat QS 94 ayat 5-6. Disebutkan dua kali bahwa setelah kesulitan akan ada kemudahan. Jadi, sesuai kan dengan doa saya ?

Betapa sayangnya Tuhan kepada saya karena telah mendengar doa yang setiap hari saya ucapkan, lalu mengabulkannya. Tuhan memang mempunyai cara sendiri dalam mengabulkan doa kita. Tinggal bagaimana kita bisa menyadarinya. Semua akan lebih mudah jika diawali dengan rasa syukur. 

Saya bersyukur dengan keadaan saya yang sekarang walaupun harus berjuang melawan mood swing yang ekstrem. Seiring berjalannya waktu, saya menjadi lebih bijak dan hati saya bisa merasakan kasih sayang Tuhan itu. Alhamdulillah. Terima kasih Tuhan. Kini, saya meminta untuk diberi kekuatan dalam menghadapi kesulitan.

Bagaimana dengan Anda ? : )

True Story : Manic. Perjuangan Melawan Manik Depresi

Saat jalan-jalan di toko buku, kebetulan gw menemukan buku berjudul "Manic : Perjuangan Melawan Manik Depresi.". Langsung gw ambil dan beli buku itu. Untuk temen-temem sesama penderita bipolar atau temen lain yang penasaran sama bipolar, bisa beli buku ini. Kayaknya bagus kalau penasaran kaya apa sih yang dirasain penderita bipolar. Oh iya, nama pengarangnya Terri Cheney.


Tapiiii...

Hati2 ya kalau masih belum stabil. Gw sendiri cuma baca 1 bab pertama. Kenapa ? Karena saat baca buku ini, gw malah tambah larut dengan bipolar gw. Ada ide untuk ngikutin jejak itu si penulis buku untuk shopping dan bunuh diri karena merasa 'senasib'. Jadi, kalau merasa dirinya belum kokoh atau siap, mening nggak usah baca. Kalau gw dikhawatirkan malah jadi tambah merasa sakit dan susah bangkit. Tapi kalau kuat mungkin bisa sharing gimana rasanya setelah baca buku ini..

Semoga membantu dan bisa nambah referensi bacaan anda.. : )

Jawaban

Beberapa hari yang lalu gw ngeliat post di curhatkita.blogspot.com tentang bipolar. Ini jawaban gw tentang post itu..

2 Pertanyaan Tentang Bipolar Yang Belum Terjawab Tuntas

Dalam ilmu psikiatri, faktor penyebab gangguan jiwa itu banyak dan kompleks. Nggak bisa dinilai dari satu aspek saja. Ada beberapa faktor diantaranya, bawaan lahir ( genetik ), kelainan saat lahir ( kurang oksigen misalnya.. ), budaya, kepribadian yang terbentuk sejak kecil, dan beban psikosoial penyebab stres.

Bipolar akan tetap ada dalam diri penderitanya walaupun sudah normal. Dengan obat-obatan, aktifitas sosial / olahraga, kegiatan spiritual, dan psikoterapi, bipolar bisa sembuh dan penderitanya normal. Istilahnya remisi total. Tapi kemungkinan untuk kambuh tetap ada. Makanya disebut gak akan bisa hilang. Bedanya dengan skizofrenia, kalau skizofrenia gejalanya akan tetap ada walaupun ringan. Istilahnya remisi parsial.

http://curhatkita.blogspot.com/2010/12/apakah-bisa-mengontrol-bipolar-tanpa.html

Apakah Bisa Mengontrol Bipolar Tanpa Obat

Menurut saya mungkin saja bisa. Tapi perlu diingat kemungkinan kambuh tetap ada. Dan saya sendiri sebagai orang bipolar merasa lebih normal setelah minum obat. Selama ini saya hidup hanya dalam mimpi.. Setelah minum obat jadi realistis dan merasa seperti orang lain pada umumnya. Kita tak pernah tahu bagaimana rasanya jadi orang normal sebenarnya karena pada dasarnya kita berbeda..

http://curhatkita.blogspot.com/2010/12/2-pertanyaan-tentang-bipolar-yang-belum.html

Semoga jawaban gw membantu. Sekalian liat-liat juga bloh curhatkita.blogsport itu yang punya blognya juga dulu penderita bipolar. : )