by Vindy Ariella. Powered by Blogger.

Curhat ( 8 )

Well, I'm supposed to be happy today. Hari ini adalah hari ulang tahun gw. Tapi yang gw rasa hari ini datar aja tuh.. Don't know why..

Selain hari ulang tahun, hari ini adalah hari bersejarah untuk temen-temen kuliah gw yang udah pada lulus. Mereka membaca sumpah dokter muda hari ini. Disaat mereka di kampus membaca sumpah itu, gw tiduran di kamar sambil merenung. I'm supposed to be happy today..

Entah kenapa, awalnya gw menerima kegagalan gw. Tapi kok sekarang gw jadi berat ya untuk menerima kenyataan hidup. Gw belum tentu ngulang satu semester seperti yang gw bilang di Curhat ( 7 ). Gw dikasih kesempatan ikut ujian sekali lagi. Tapi, sampai saat ini tak ada sedikitpun keinginan atau rasa termotivasi untuk belajar. Gw bener-bener nggak tahu gw kenapa. Dipaksa belajar pun nggak mau. Padahal Allah memberikan gw kesempatan looh.. Aneh aja. 

Gw rasa sekarang gw sedang fase depresi yang versi ringannya. Nggak ada niat untuk ngapa-ngapain. Nggak sedih, nggak bahagia, terlalu datar. Hari ulang tahun pun layaknya hari biasa saja bagi gw. Kegiatan yang biasa gw lakukan juga udah gak menarik lagi. Jadi gw dirumah aja nggak jelas. Bosen tapi nggak pengen ngapa-ngapain. Entahlah..

Untungnya, mood gw lebih terkontrol lah. Nggak terlalu resah atau khawatir seperti dulu. Jadi gw ngikut nyokap aja dia kemana ya gw ikut. Daripada gw sendirian dirumah.. Minggu ini rencananya mau ke psikiater. Let see..

Curhat ( 7 )

Hasil nilai ujian gw udah selesai. Dan, *jeng-jeng* gw harus ngulang 1 semester lagi. *sigh*

Jadi di salah satu mata kuliah yang gw ambil, pada kolom nilai tertulis "T". Maksudnya, gw jadi nggak lulus karena tidak mengikuti prosedur yang berlaku seperti kuliah, diskusi, dll. Memang saat mata kuliah itu berlangsung selama 2 minggu, gw sedang labil-labilnya. Saat itulah gw dirawat karena overdosis mood stabilizer.

Sedih, kecewa, pasti iya. Tapi entah kenapa rasa itu tidak bisa meluap seperti temen-temen gw yang sama-sama gak lulus, mereka terlihat sedih dan menangis. Gw datar aja tuh. Yang bikin gw nyesek itu adalah sedih karena gw gak bisa lulus bareng temen-temen deket gw. Gw gak bisa membaca sumpah dokter muda bersama mereka. Itu yang bikin gw sedih. Gw satu-satunya di genk yang 'telat' lulus.

Alhamdulillah gw nggak ngerasa patah semangat atau gimana. Mama papa masih memberikan dukungan penuh dan tetap bangga dengan diri gw. Psikiater gw juga mengatakan kalau jalan hidup orang ya berbeda-beda. Dulu beliau juga jadi dokter tidak lulus tepat waktu. Buktinya sekarang beliau bisa menjadi dokter / psikiater sukses.

Semoga saja dalam 6 bulan kedepan mood gw stabil dan gw bisa mengikuti kuliah dengan baik dan benar, sehingga gw bisa lulus dapet gelar sarjana kedokteran. Doakan gw ya.

Sebenarnya ada untungnya juga sih gw 'tertunda' lulusnya. Soalnya dengan kondisi kejiwaan gw yang belum stabil banget saat ini, bisa gawat kalau gw koas. Koas itu istilah untuk anak-anak yang udah sarjana kedokteran, menempuh pendidikan di RS untuk mendapat gelar dokter. Jadi koas itu gak gampang.. Butuh fisik dan mental yang kuat. Tentunya harus sehat jiwa.. Jadi, ya doakan saja bipolar gw cepat sembuh dan tidak kambuh lagi. : )

Thanks for your support anyway.

Muse - Invincible


Invincible

Follow through
Make your dreams come true
Don't give up the fight
You will be alright
'Cause there's no one like you in the universe

Don't be afraid
What your mind conceives
You should make a stand
Stand up for what you believe
And tonight
We can truly say
Together we're invincible

During the struggle
They will pull us down
But please, please
Let's use this chance
To turn things around
And tonight
We can truly say
Together we're invincible

Do it on your own
It makes no difference to me
What you leave behind
What you choose to be
And whatever they say
Your souls unbreakable

During the struggle
They will pull us down
But please, please
Let's use this chance
To turn things around
And tonight
We can truly say
Together we're invincible
Together we're invincible

During the struggle
They will pull us down
Please, please
Let's use this chance
To turn things around
And tonight
We can truly say
Together we're invincible
Together we're invincible 

Menurut gw lagu ini bisa jadi sejenis theme song untuk sesama penderita BPD. Liat bait pertama lagu itu kayaknya gw banget. Bait lainnya juga menunjukan bagaimana kita spesial dan tangguh. :)

Curhat ( 6 )

Sudah lama gw gak curhat disini. Saat ini gw lagi libur, menanti hasil ujian gw keluar. Sumpah deg-deg-an banget. Soalnya ini hasil menentukan apakah gw lulus sarjana kedokteran atau tidak. Gak ada feeling sama sekali. Biasanya ada dan tepat. Kali ini gak ada perasaan apa-apa. Well, apapun hasilnya gw harus bersyukur. Kalau lulus semua ya Alhamdulillah gw jadi sarjana kedokteran. Kalau ada yang belum lulus ya gw harus ngulang. 

Belakangan ini gw berpikir, katanya kegagalan adalah kesuksesan yang tertunda. Lah tapi gw gagal terus, kapan suksesnya dong ? Banyak kegagalan yang sudah gw alami. Semua kegagalan itu gw jadikan pengalaman untuk belajar. Tapi sampai saat ini gw belum bisa membahagiakan orang tua dengan sesuatu yang benar-benar membanggakan. Malah sejak gw bipolar, yang ada malah merepotkan. Hmmmh, sedih juga sebenarnya. Tapi, itulah mengapa dalam agama manusia disuruh banyak sabar, usaha, dan doa. Selain itu juga gw tetep positive thinking aja. Mungkin gw gagal terus di dunia tapi sukses di akhirat. Who knows.

Gw juga suka mikir, ya Allah, untuk menjaga mood aja gw harus minum obat. Segitunya kah gw ? Tapi gw ingat masih banyak orang diluar sana yang senasib sama gw. Mungkin mereka gak bipolar, tapi sama-sama harus minum banyak obat supaya bisa tetap hidup dan beraktivitas layaknya orang sehat. Sedih, iya. Tapi dengan bersyukur, rasa itu lama-lama hilang kok. Kita boleh melihat ke atas, tapi ingat juga sama yang dibawah. Semua itu lebih baik kalau berada di tengah titik keseimbangan. Ya nggak.. : )

Oh ya, sebelumnya di Curhat ( 5 ) gw udah bilang kalau gw keluar dari sebuah kepanitiiaan acara besar. Sampai sekarang, gw masih merasa sedih dengan hal itu. Gw sedih kalau inget temen-temen yang sekarang lagi pada sibuk nyiapin acara itu. Gw sedih karena gw nggak bisa menjadi wakil yang baik untuk almamater gw. Gw sedih. Untungnya salah satu rekan panitia masih mengizinkan gw untuk membantu disaat hari H nanti. Jadi relawan gitu istilahnya. Tapi kan tetep aja. Gw udah hampir setahun berada di kepanitiaan itu dan akhirnya keluar 3 bulan sebelum hari H gara-gara mood gw yang labil. Sediiiiiihhhh... Tapi gw mau gimana lagi. Hiks.

Well, sekian dulu curhat gw. Kalau hasil ujian gw udah keluar, gw akan segera ngepost disini, apapun hasilnya. Sekalian cerita gimana perjuangan gw saat ujian tersebut berlangsung. See you.