by Vindy Ariella. Powered by Blogger.

Curhat ( 10 )

Senangnya gw depresi telah hilang ( saat ini ). Ya nggak tau apakah bakal datang lagi atau nggak. Semoga sih nggak. Hehe. Saat ini gw gak tau lah ya apakah gw normal atau hypomania. Hasrat shopping ada, tapi gak separah dulu. Gw juga masih bisa tidur nyenyak walaupun susah untuk memulai tidur karena rasanya gak butuh tidur. Tapi overall, I'm happy.

Besok gw akan pergi ke Singapore bersama keluarga. Sudah lama gw merindukan saat-saat seperti ini. Liburan bersama.Terakhir kali gw pergi sekeluarga lengkap mungkin bertahun-tahun lalu. Mengingat semuanya sama-sama sibuk. Tapi kali ini Alhamdulillah ada kesempatan. Bokap gw sudah pensiun dan adek gw sedang libur sekolah. Gw sendiri juga sedang libur menunggu wisuda gw. Jadi, tepatlah waktunya.

Gw berharap sekali dalam keadaan bahagia seperti ini, depresi gw tidak muncul lagi. Karena kebahagiaan, ketenangan, kestabilan, dan kontrol diri penuh adalah harapan gw disaat depresi. Saat ini gw mendapatkan semuanya. Tapi tolong depresi jangan kembali lagi..

Gw memandang hidup lebih optimis. Gw lebih peduli dengan masa depan gw. Gw yakin akan cerah. Optimis boleh kan.. Tentunya dengan usaha gw. Gw niat untuk melanjukan pendidikan dokter gw di RS dan mengejar gelar dokter. Saat ini sebutan untuk gw dokter muda / koas. Semoga dalam 2 tahun kedepan gelar dokter bisa gw dapatkan.

Ada yang memberi komen bertanya apakah dalam dunia kedokteran, ada tes kejiwaan untuk calon dokter. Membaca pertanyaan itu gw jadi ingat sebuah hal. Apa jadinya kalau dokter gila.. Nah, menurut gw jawabannya seperti ini. Memang ada tes kejiwaan sebelum menjadi dokter. Kalau ada yang menyimpang, akan didiskusikan dengan dokter jiwa / psikiater di kampus. Tentunya ada standar sendiri untuk melihat separah apa gangguan yang diderita dan apakah mengganggu tanggung jawabnya sebagai dokter. Jika diperlukan terapi, mungkin akan dilakukan. Bagaimana dengan gw ? Gw sendiri belum tau. Tapi psikiater gw mengatakan perlahan gw akan stabil dan kembali normal karena dibantu psikoterapi dan obat-obatan. Sehingga pada saatnya gw mulai bekerja di RS sebagai dokter muda, gw sudah stabil dan normal. Bisa bertanggung jawab penuh dengan tugas gw. Gw pun pastinya sadar diri dan tidak memaksakan kehendak gw. Gw memahami diri gw dulu apakah gw siap. Temen-temen gw yang normal aja pada takut untuk koas, apalagi gw.. Tapi kembali, semua sudah diatur Allah. Jadi ya gw menjalani saja seperti air mengalir. : )