by Vindy Ariella. Powered by Blogger.

Sedikit Tentang Hidup

Judulnya lebay ya ? Hehe. Ya gw hanya ingin berbagi pikiran gw hasil sharing dengan rekan-rekan yang menderita bipolar juga. Setelah mengungkapkan identitas gw, gw aktif di komunitas bipolar dan penyakit jiwa di facebook. Sangat bermanfaat. Disana gw bertukar pikiran dengan anggota komunitas yang berasal dari berbagai background dengan beragam peristiwa dalam hidupnya. Banyak yang bisa diambil dari hasil tukar pikiran itu. Berikut akan gw share disini..

# Mintalah Bantuan Kepada Tuhan

Dalam agama yang gw anut, dijelaskan bahwa bantuan Allah bahkan lebih dekat dari urat nadi. Mintalah bantuan kepada-Nya. Selain itu, percaya pada dirimu sendiri. Selain berdoa, katakan pada dirimu bahwa kamu bisa. Allah meniupkan ruh yang merupakan bagian dari-Nya dan Allah itu maha besar. Bukan berarti manusia bisa menjadi tuhan. Tapi maksudnya sebenarnya diri kita telah diberi kekuatan untuk menyelesaikan masalah-masalah kita. Semua ada didalam diri kita, dengan bantuan dan izin-Nya. Makanya ada istilah self-healing atau menyembuhkan diri sendiri. Kamu pasti bisa !

# Semua Ini Skenario-Nya

Allah adalah pencipta yang maha segalanya. Termasuk dalam menciptakan jalan hidup manusia yang sudah ditetapkan dalam qodho dan qodar. Perlu diingat, Allah itu maha sempurna dan adil. Jadi hidup kita ini adalah skenario yang sempurna dari Allah. Kita bisa saja merubahnya dengan usaha dan doa. Tapi yang pasti, terima dulu keadaan yang ada sekarang selagi kita berusaha merubahnya. Terima jika anda bipolar. Pasti ada maksudnya.

# Anda Tidak Sendirian

Disini saya merasa benar-benar mendapat dukungan dari teman-teman sesama bipolar yang namanya tidak dapat disebutkan satu-persatu. Thanks ya untuk semuanya. Kamu nggak sendirian. Banyak yang masih ingin memberimu support.

# Kamu Masih Bermanfaat Untuk Orang Lain

Dengan berbagi pikiran, ternyata kita masih bisa bermanfaat kan untuk orang lain. Kalau pun tidak bisa berbagi pikiran, tetap saja anda sudah menjadi salah satu teman sependeritaan orang lain diluar sana sehingga orang itu tidak merasa sendirian. Bermanfaat bukan ?

# Jangan Jadikan Bipolar Sebagai Alibi

Maksudnya gini, tadinya gw ngerasa minder, menyembunyikan identitas, ngerasa nggak mampu ini itu, semua karena gw ngerasa "gw kan bipolar". Memang iya gw bipolar. Tapi bipolar itu hanya numpang saja di dirimu. Sesungguhnya ada bagian dirimu yang lain yang masih bisa bertahan. Jadi, keluar dari stigma diri sendiri yang negatif. Jangan jadikan "gw kan bipolar" alibi yang menghambat hidupmu. Cobalah dulu sekuat mungkin.. Jangan langsung menyerah dan parno karena "gw kan bipolar".

Mungkin segitu dulu yang gw share disini. Kalau ada lagi dengan senang hati akan gw share. : ) Semoga bermanfaat ya.. Mohon koreksinya jika ada yang salah.

Curhat ( 14 )

Gw kehilangan kontrol diri hari ini. Hari yang buruk.

Gw gak malu dan gak peduli apa kata orang tentang perbuatan gw ini. Ini suatu hal yang sendiri susah untuk mengontrolnya.. Gw butuh bantuan dan support. Bukan cacian, hinaan, dan atau direndahkan. Ini penyakit gw yang membuat gw seperti ini, bukan diri gw yang sebenarnya.

Jadi, hari ini gw bangung dengan mood biasa aja. Sempet internetan dan ngobrol dengan temen sesama bipolar untuk saling support. Terus tiba-tiba aja gitu gw pengen jalan ke mall. Nggak mesti shopping, gw cuma pengen jalan. Terus berhubung bulan ini belum dikirimin duit ya gw minta duit dong ke emak gw dan sekalian ngajakin dia siapa tau mau ikut. Tapi nyokap gak mau ikut dan gak mau ngasih duit. Dia bilang gw harus ngerem diri supaya nggak shopping terus. Mendengar itu gw jadi lepas kontrol dan bete. Tiba-tiba "rasa itu" muncul lagi. Amarah luar biasa dan pengen melampiaskan dengan amukan. Akhirnya gw sempet berantem dengan nyokap dan mecahin gelas. Gw masih belum puas. Rasanya pengen minum obat banyak-banyak lagi, tapi apa daya semua obat disimpen nyokap. Nggak ada yang bisa gw minum. Amarah gw semakin menjadi sampai akhirnya gw melukai diri sendiri. Gw melukai tangan gw dengan gunting. Bukan luka besar. Hanya gores tapi lumayan perih dan berbekas. Setelah itu gw puas dan diam bener-bener diam nggak ngapa-ngapain hampir sejam. Setelah itu nyokap datang dan ngajak gw pergi jalan. Gw merasa lebih baik dan akhirnya ikut jalan sama nyokap.

Yang mau gw tanyakan disini, adakah dari kalian sesama penderita bipolar yang pernah merasakan amarah diluar kendali gitu ? Gw bener-bener bukan tipe orang yang pemarah dulu. Malah terlalu sabar dan pengalah. Tapi entah apa yang terjadi gw jadi begini sekarang. Help me please gw harus apa kalau lagi kaya gitu.. Relaksasi dan lainnya udah gak mempan. Obat-obatan pun nggak mempan. Dzikir dan solat malah membuat gw ingin bunuh diri.. Please gw tersiksa setiap kali gw ngerasain "hal itu".. Gw gak tau mesti gimana. Kamis ini gw ke psikiater untuk mendiskusikan hal ini, secara gw udah berkali-kali ngerasain ini.. Hiks.

Curhat ( 13 )

Berhari-hari gw dalam keadaan hypomanic. Nggak ada capeknya, sampai akhirnya gw terserang flu. Akhirnya gw merasakan sedikit capek juga. Tapi masih aja susah tidur. Padahal idung udah meler, kepala pusing, bersin-bersin. -.-"

Daaaan, besok adalah hari wisuda gw. Tapi, anehnya, saat gladiresik tadi, gw bener-bener merasa gak tertarik dengan wisuda. Kayaknya sejak gw flu, tanda-tanda depresi gw sedikit muncul deh. Gak tertarik ngapa-ngapain walaupun masih susah tidur. Bayangin, semua orang excited dengan wisuda dong mestinya, tapi gw dataaaar aja. Nggak ada perasaan seneng tuh. Aneh aja. Whatever lah. Bisa tetap hidup setiap hari aja udah sukur. Hehe. Semoga aja besok tiba-tiba gw bangun dalam keadaan excited ya.. Amiin..

Curhat ( 12 )

Ah, ternyata hypomanik gw masih tidak bisa dikontrol. 2 hari lalu gw merasa sangat tidak tenang dan bingung mau ngapain. Akhirnya gw minum 9 tablet obat. Untungnya kali ini obat biasa dan nggak menimbulkan efek apa-apa. Abis obat-obatan bipolar gw disimpen sama nyokap. Jadi gw ambil aja yang ada di laci obat. Gw nggak ngerti kenapa harus minum obat banyak-banyak ya.. Toh gw tau tuh obat gak bikin gw mati. Gw lumayan ngerti lah isi obat dan efeknya. Kenapa gw gak minum baygon, ngelukain tangan atau apaan yang lain. Kenapa ide yang muncul adalah minum obat banyak-banyak. Udah 3 kali gw kaya gini. Sekali sampai dirawat. Entahlah.. Mungkin Allah masih memberikan gw perlindungan-Nya.

Sekarang gw lebih tenang. Gak resah. Cuma bosen aja nggak tau mau ngapain, nggak bisa tidur, dan rasanya ini badan mau dibawa joget-joget sendiri. ;D Maksudnya, pengen melakukan sesuatu tapi buntu mau ngapain. Akhirnya dengerin musik gede-gede sambil nari-nari sendiri di kamar. *lol*

Oh ya, entah kenapa juga belakangan ini gw kepikiran untuk mengungkap identitas gw. Rasanya gw pengen semua orang tau gw bipolar. Padahal hal yang satu ini gw jaga banget. Gw mengkhawatirkan kalau orang-orang tahu gw bipolar, ntar mereka menganggap gw remeh berhubung jadi dokter harus tangguh. Gw takut ntar gak ada yang berani berobat ke gw karena dokternya sakit. Hehe. Ya gitu deh.. Tapi pengen banget semua orang tahu biar lega gitu. Gw gak suka menyembunyikan sesuatu gini. Gw juga takut ini hanya pemikiran saat gw hypomanik aja. Ntar gw depresi sendiri karena udah mengungkap identitas gw. Tau ah jadi pusing sendiri. Kalau ternyata nanti gw bener-bener mengungkapkan identitas gw, jangan jauhi gw ya.. Hehe.

Artikel Tentang Bipolar

Berikut adalah link hasil googling gw yang menurut gw bagus untuk dibaca karena bener-bener mengdeskripsikan bagaimana gangguan bipolar itu.. Lumayan buat referensi bagi yang masih awam. Semoga bermanfaat.





Obat Untuk Penderita Bipolar

Berikut akan saya jelaskan secara singkat tentang beberapa obat untuk Bipolar yang pernah dokter berikan pada saya. Semua yang ditulis adalah nama dagang. Dosis tidak saya tulis soalnya dosis terapi untuk Bipolar bervariasi tiap orang dan tergantung dokternya juga. Semoga bermanfaat..

1. Depakote

Depakote ( Asam Valproat ) adalah jenis obat antikonvulsan ( anti-kejang ), yang biasa juga diberikan pada penderita Bipolar. Bekerja dengan mempengaruhi zat kimia pada otak. Efek samping yang mungkin timbul adalah gangguan lambung ( rasa mual, tidak nyaman di perut atas ), peningkatan berat badan, kelelahan, pusing, tremor ( kejang ringan kaya tangan gerak-gerak sendiri gitu ), dll.

2. Cipralex

Cipralex ( Escitalopram ) adalah jenis obat antidepresan golongan SSRI. Biasa digunakan untuk mengatasi depresi dan gangguan kecemasan, termasuk depresi pada Bipolar. Cipralex meningkatkan zat kimia Serotonin di otak. Cipralex mungkin saja menyebabkan insomnia. Efek samping lainnya, mulut kering, berkeringat, konstipasi, penurunan libido, dll.

3. Seroquel

Seroquel ( Quetiapine ) adalah obat golongan antipsikotik atypical. Biasa digunakan sebagai obat untuk Skizofrenia dan Bipolar. Efek sampingnya bisa mengantuk, nyeri perut, pusing, mulut kering, radang tenggorokan, dll. Pada pemakaian pertama, pasien mungkin merasa lelah yang berlebihan dan kondisi kesadaran umum menurun ( som nolen ). 

4. Frisium

Frisium ( Clobazam ) adalah obat derivat benzodiazepin. Merupakan obat anti kecemasan dan anti kejang. Saya diberikan obat ini hanya diminum jika benar-benar diperlukan ( keadaan resah, cemas berlebihan ).

5. Abilify

Abilify ( Aripiprazole ) adalah obat golongan antipsikotik atypical. Biasa digunakan pada Skizofrenia, Bipolar, dan Depresi. Efek samping yang dapat muncul antara lain rasa tidak nyaman di perut, rasa lelah, mual muntah,  dll.

6. Lamictal

Lamictal ( Lamotrigine ) adalah obat golongan anticonvulsant ( anti-kejang ), yang juga biasa diberikan pada pasien Bipolar. Tercatat paling efektif sebagai pencegah kambuhnya Bipolar. Efek samping yang dapat timbul antara lain kurangnya kordinasi, pusing, penglihatan ganda dan gangguan penglihatan lainnya.

Perlu diingat, efek samping yang disebutkan disini tidak selamanya akan terjadi dan sangat bervariasi setiap orangnya. Dosis yang diberikan pun bervariasi. Dan kombinasi obat yang diberikan dokter tergantung pada kasus anda. Jadi jangan coba-coba sendiri menggunakan obat ini tanpa sepengetahuan dokter ya..

Awalnya saya minum Cipralex saja. Lalu ditambah Depakote. Karena mengalami peningkatan berat badan, Depakote diganti dengan Lamictal. Berhubung gak mempan, ditambah Abilify. Nah terus gara-gara overdosis Lamictal, obat diganti menjadi Cipralex + Seroquel. Sekarang sudah mendingan, obat yang saya minum Cipralex + Abilify + Frisium ( jika perlu ). Begitu ceritanya. Efek samping yang saya rasa saat minum obat, Cipralex pada awalnya membuat rasa tidak nyaman di perut, Seroquel ngantuk, Depakote berat badan naik. Lainnya aman-aman saja. Tapi secara garis besar obat-obatan ini bisa menyebabkan hipotensi ortostatik ( rasa pusing karena penurunan tekanan darah pada saat posisi berdiri setelah duduk atau berbaring ).



Sumber : Wikipedia.