by Vindy Ariella. Powered by Blogger.

Laporan Acara Psikoedukasi Bipolar di Klinik Empati RSCM 1

Kemarin, tepatnya hari Jumat tanggal 13 Mei 2011, ada acara psikoedukasi bipolar yang diadakan di Klinik Empati RSCM. Kebetulan gw dateng. Dan mungkin ini laporan dari acara tersebut 'versi gw'. : )

Ini pertama kalinya gw datang ke sebuah pertemuan yang isinya orang bipolar semua. Kadang suka disebut Kaum Bipolariyah. *lol* Walaupun ada juga orang tua / caregiver penderita bipolar yang datang. Inilah pertama kalinya gw bertemu dengan teman-teman sesama bipolar secara langsung. Tadinya kan hanya lewat dunia maya, kini kami semua dipertemukan untuk psikoedukasi bipolar.

Acara dimulai dengan games yang dipimpin oleh dr. Vita. Semua tampak semangat mengikuti games ini. Jadi kami dibagi menjadi 3 kelompok, setiap kelompok diberikan kata, yaitu hidup indah, bahagia, dan senang. Nah tugas kami mengurai setiap huruf dari kata itu dengan kata / kalimat yang baru, sesuai dengan isi hati kami. Jadi pada akhirnya akan terbentuk semacam sajak pendek yang dibacakan masing-masing kelompok. Tampaknya suasana hati kami semua sedang gembira. Terlihat dari hasil sajak yang dibacakan oleh wakil kelompok, semua tentang kebahagiaan. Hehe.

Setelah itu baru masuk ke materi tentang Bipolar yang dijelaskan oleh dr. Azhari dan dr. Sisy ( mmmm, mohon maaf ya kalau ada yang salah sebut nama ). Dalam penjelasan ini dipaparkan apa itu bipolar, apa penyebabnya, dan bagaimana gejalanya. Pengobatan bipolar akan dibahas pada pertemuan berikutnya. Tapi tampaknya para peserta yang hadir gak tahan ingin bertanya tentang obat-obatan. Jadilah sesi tanya jawab tentang obat-obatan dan beberapa hal lain dengan dr. Vita. 

Setelah itu, kami diberi tugas. Jadi, dr. Vita memberikan beberapa pertanyaan untuk kami. Beberapa yang saya ingat antara lain, "Bipolar membuat hidup saya menjadi sulit ketika...." lalu ada "Bipolar membuat hidup saya menjadi lebih mudah ketika....." selanjutnya, "Dengan bipolar, saya berpikir..." ada juga "Dengan bipolar, saya merasa....." dan seterusnya sampai pada akhirnya, muncul pertanyaan "Apakah hidup saya bipolar ?" Maksud dari pertanyaan-pertanyaan ini adalah agar kami mengetahui apa yang kami rasa dan apa yang kami butuhkan. Dengan memahami kapan bipolar membuat saya menjadi susah / mudah, apa yang saya pikir / rasa ketika bipolar, kita diharapkan lebih aware dengan gejala bipolar kita sendiri. 

Nah, pada pertanyaan terakhir, "Apakah hidup saya bipolar ?" ada yang menjawab ya dan ada yang tidak. Saya sendiri menjawab tidak. Alasan saya, bipolar hanya bagian dari hidup saya. Tapi saya masih memiliki diri saya yang sebenarnya.. Ternyata, memang itu jawaban yang diharapkan oleh dr. Vita. Jadi, saat itu mindset kami dirubah. Yang tadinya merasa hidupnya dikontrol oleh bipolar, diharapkan bisa menyadari bahwa masih ada bagian dari diri yang sebenarnya. Jadi bukan hidupnya bipolar. Intinya begitu.

Hmmm apa lagi ya, mungkin itu dulu yang saya sampaikan. Saya harap jika ada pertemuan selanjutnya, teman-teman yang belum datang bisa menyempatkan diri untuk datang. Kan beda kalau dateng sendiri dengan baca laporannya disini aja. Hehe. Acara ini benar-benar bermanfaat. Khususnya untuk orang awam yang masih bingung dengan bipolar, atau penderita yang masih bingung dengan gejala yang dia alami. Jadi, datanglah jika ada pertemuan berikutnya. Rencananya pertemuan ini akan dibuat 1 bulan sekali.

Acara diakhiri dengan monolog dari Mbak Tifa. Setelah itu kami ngobrol-ngobrol sambil makan snack yang telah disiapkan. Sekian laporan dari saya. : )

*ngomong-ngomong, kenapa tadinya pake gw terus ujung-ujungnya jadi saya yah.. haha bodo lah.*

Btw, special thanks to dr. Ezra yang telah memberikan gw dukungan penuh untuk melanjutkan pendidikan dokter gw dan mengambil spesialisasi psikiatri. Beneran deh jadi lebih optimis menatap masa depan. Hihi. Thanks ya dok.. Terima kasih juga untuk teman-teman bipolar yang juga mendukung gw. Semoga bipolar gw terkontrol, dan cita-cita, impian, serta harapan gw untuk menjadi psikiater bukan hanya sekedar angan-angan atau gejala dari hipomanik. Tapi benar adalah yang terbaik dari Allah untukku, sebagai pembuktian bahwa penderita bipolar pun bisa sukses seperti orang normal lainnya.. Gw akan berjuang. : )