by Vindy Ariella. Powered by Blogger.

Curhat ( 19 )

Alhamdulillah akhirnya urusan prakoas gw beres juga. Semua ujian sudah gw lewati dengan penuh perjuangan dan hasilnya memuaskan. Lulus. Jadi sekarang gw masih nganggur nunggu giliran waktu koas yang lagi ditentukan. Rencana sih mau liburan dulu. Semoga jadi. 

Apa yang bisa gw ambil pelajaran dari ujian prakoas gw dikala depresi ini adalah, "JANGAN MENYERAH SEBELUM BERPERANG..." Yep, walaupun sedang depresi, sebisa mungkin lawan. Jangan menyerah duluan. Kita gak pernah tau gimana hasilnya kalau gak mencoba. Gw tau itu adalah hal yang sangat sulit. Sangaaaaat sulit untuk melawan depresi. Tapi ya itu, kalau gak coba dilawan lo gak akan dapat apa-apa.

Gw sudah membuktikan hal ini. Rasanya sulit sekali untuk belajar dan pergi ujian dikala depresi melanda. Tapi gw memaksakan diri paling tidak untuk datang. Dengan modal itu saja, dari 14 ujian gw her 6. Lalu gw belajar lagi untuk her yang 6 itu dan akhirnya sekarang bisa lulus semua. Jadi jangan menyerah sebelum berperang ya.. Itu pesan gw. Sesulit apapun rasanya, cobalah lawan dulu.. Semoga hasilnya memuaskan.. : )

Curhat ( 18 )

Minggu ini adalah minggu ujian. Minggu ujian yang harus gw lewati dengan depresi. Bayangkan betapa beratnya gw harus ujian praktek OSCE disaat depresi. Jadi pada ujian OSCE ini, mahasiswa masuk ke dalam ruangan yang isinya ada dosen penguji dan pasien. Disana kita melakukan pemeriksaan sesuai dengan materi yang diujikan. Misalnya meriksa kesehatan paru dan jantung. Ya kaya main dokter-dokteran lah. Total ada 14 materi yang diujikan. Setiap materi dibagi 2-5 lagi yang nantinya kita pilih melalui kocokan. Jadi ya itung sendiri ada berapa hafalan dan tindakan yang harus gw kuasai, DISAAT DEPRESI..

Dan inilah curhatan gw tentang apa yang gw alami saat ini. Gw menyalahkan kondisi gw. Gw rasa itu adalah sebuah rasa yang wajar. Saat depresi, untuk mandi saja gw merasa tidak bertenaga. Masa depan gw suram, optimisme gw hilang, semua kacau. Itu diluar ujian ya.. Dan depresi ini datang begitu saja tanpa ada sebab atau pemicu. Kalau boleh milih gw gak mau kaya gini.. Gw juga pengen punya masa depan seperti teman-teman gw yang lain.. Gw masih pengen melanjutkan kuliah kedokteran gw.. Gw masih punya impian jadi psikiater.. Tapi ya inilah yang harus gw lewati. Perjuangan berat untuk bangkit melawan depresi. Teman gw yang normal saja stresnya minta ampun untuk ujian ini. Apalagi gw yang sedang depresi. Lalu apakah mereka dan dosen akan mengerti ? Tidak. Tetap saja gw berjuang sendirian.. Gw yang berusaha untuk bangun dan beranjak dari tempat tidur, mandi, siap-siap, berangkat, dan ujian. Beraaaaat sekali rasanya.. Gw nggak peduli kalian yang membaca blog ini menganggap gw manja, nggak kuat mental, or whatever. Gw jujur apa adanya.. Wajar kan kalau gw menyalahkan bipolar disaat seperti ini. Coba kalau gw gak bipolar. Pasti semua terasa lebih ringan.

Lalu mengenai masa depan, apakah ini cobaan dari tuhan agar gw kuat saat menjadi dokter nanti, atau apakah ini tanda bahwa gw sebenarnya tidak mampu menjadi dokter ? Haruskah gw tetap berjuang atau menyerah dan mencari bidang lain ? Gw gak tau.. Gw merasa seperti kehilangan arah ditengah hutan, sendirian.

Inilah diriku disaat depresi. Hanya bisa tidur, nonton TV, makan, tidur lagi. Semua kegiatan yang tadinya menarik menjadi tidak menarik lagi. Hobby pun rasanya terlalu berat untuk dilakukan. Ditambah lagi ujian yang harus gw hadapi. Ya Allah, aku meminta kekuatan dari-Mu..

Semoga blog ini bisa menjadi media katarsis untuk gw, dan gambaran tentang bagaimana depresi untuk yang membacanya..