by Vindy Ariella. Diberdayakan oleh Blogger.

Bipolar dan 'Orang Pinter'

Kali ini gw akan membahas pengalaman gw dibawa ke 'orang pinter'. Sudah dua kali gw dibawa ke 2 orang yang berbeda. Keduanya bukan dukun atau paranormal. Tapi mereka seperti diberi kelebihan oleh Allah untuk bisa menyembuhkan berbagai penyakit layaknya dokter.

Orang pertama, langsung tertawa saat melihat gw. Dalam hati gw, "Kurang ajar ni orang.." Memang sih orang tua aku dan si orang pinter ini udah kenal lama. Jadi maksud si orang pinter ini kenapa gak dari dulu gw diobatin. Dia bilang gitu sambil ketawa. Dia juga bilang, "Maaf nih, kalau ini mah otaknya udah agak miring.." Sialan. Tambah miris hati gw. Yang sopan dikit sih bahasanya. Hehe. Akhirnya dia kaya mijit kepala gw sambil baca doa. Gw datar aja. Orang pinter yang ini lebih ke membaca doa sambil memberikan energi di berbagai titik di tubuh gw. Entahlah dia beneran apa nggak. Tapi tanpa gw cerita apa keluhannya, dia tahu otak gw ada yang gak seimbang. Makanya dia bilang miring. -.-" Gw gak dikasih obat apa-apa. Cuma disarankan untuk ketemu dia lagi. Tapi gak gw lakuin. Abisnya gak sehati sih..

Orang kedua, dia jauh lebih sopan dan orang yang baru keluarga gw kenal. Dia bilang, gw ini terlalu banyak yang dipikirin jadi semua menjadi beban bagi gw. Kalau menurut gw, ada benernya sih. Psikiater pernah bilang kalau di alam bawah sadar gw tersimpan memori-memori, masalah-masalah, yang kesannya sudah terselesaikan padahal masih tersimpan secara tidak disadari.. Jadi masih masuk akal. Nah yang membuat gw ragu, dia memberikan obat. Katanya sih orang yang lagi ambil pendidikan S2 dan S3 bisa berpikir lebih jernih dengan obat ini. Obatnya herbal. Ada campuran mengkudunya dan blablabla gw lupa. Dalam hati gw, jangan-jangan ada ganjanya lagi biar nge-fly. Haha. Pemikiran aneh. Ya gitu deh. Dia juga menekan beberapa titik di badan gw. Nggak ngerti deh maksudnya apaan.

Well, itulah kisah gw dengan 'orang pinter'. Gw sendiri sebenarnya gak percaya pengobatan alternatif apalagi untuk kasus penyakit jiwa yang secara kedokteran aja susah diagnosisnya. Kalau pengobatan penyakit fisik yang jelas, mungkin bisa bener karena faktor kepercayaan akan kesembuhan. Nah kalau penyakit jiwa kan rada abstrak. Gimana mau percaya. Gitu deh pokoknya. Gw gak percaya. Gw lebih memilih jalan medis yang jelas diagnosis dan pengobatannya. Tapi, gw menghargai penuh usaha mereka untuk menyembuhkan gw dengan doanya dan apapun bentuk dari kelebihan mereka. Hanya mereka yang tahu. Dan gw dibawa ke 'orang pinter' ini atas perintah mama papa sih. Jadi murni untuk coba ikhtiar atas perintah mama papa. Gak dari hati gw sendiri.

Saran gw, boleh saja ke pengobatan alternatif sesuai keyakinan masing-masing. Tapi jangan lupa pengobatan medis karena memang medis yang sudah jelas pengobatannya. Terutama untuk penyakit kejiwaan. Tetaplah berpegang pada medis selain ke pengobatan alternatif. That's it, thank you.