by Vindy Ariella. Powered by Blogger.

Curhat ( 31 )

Setelah pulang dirawat hari Minggu, esoknya gw langsung mulai koas. Bangun pagi, rasanya beraaaaat sekali untuk berangkat koas. Gw tahu anestesi itu menyenangkan. Tapi entah mengapa tubuh dan otak gw rasanya gak pengen berangkat koas. Tapi masih bisa gw paksakan. Akhirnya gw pergi dengan muka datar tanpa semangat. Sehari gw jalani, dengan mood sedikit depresi. Rasanya pengen cepet-cepet pulang. Rasanya nggak tahan berada disana. Begitu pula keesokan harinya. Masih berat rasanya. Sampai hari Rabu ini pun gw rasanya pengen nyerah aja nggak mau koas lagi. Nggak pengen jadi dokter lagi. Tapi yang gw khawatirkan, pikiran ini hanya muncul sesaat di waktu gw depresi. Nanti giliran gw hipomanik gw kelimpungan sendiri nggak ada kerjaan. Entah kenapa juga gw jadi menjurus mengalami depresi lagi Terasa banget. Padahal gw udah stabil dan bisa menyelesaikan satu stase THT. Tapi kali ini nggak tau ada apa. Yang relaps lah, sekarang malah mau depresi.

GW BENCI !!! Mungkin dulu gw sudah melewati fase denial dan sampai ke fase menerima. Tapi kali ini gw balik ke fase denial lagi. Gw benci dengan penyakit gw. Kenapa mesti gw ! Kenapa mesti datang penyakit ini disaat gw ingin mencapai cita-cita yang sudah gw tetapkan bahkan sejak gw belum mulai TK. Gw ingin sekali menjadi dokter. Gw suka dunia kedokteran. Gw takjub dengan ilmunya. Gw ingin membantu sesama. Tetapi kenapa mesti ada bipolar yang mengganggu perjalanan gw menjadi dokter.. Tujuan gw menjadi dokter itu baik kok. Bukan untuk jadi dokter yang pengen malpraktek atau cabul. Gw ingin membantu sesama. Tapi niat tulus itu harus terhalang bipolar. DAMN !!! 

Sekarang fine kalau memang gw tidak ditakdirkan untuk jadi dokter. Terus gw mau jadi apa ? Nggak ada yang lebih menarik dari dunia kedokteran. Gw nggak ada bayangan dimana gw harus bekerja, apa yang harus gw lakukan supaya gw bisa berdiri di kaki sendiri dan nggak minta uang dari orang tua lagi.. Gw sama sekali nggak ada bayangan.

Udah gitu, selain bipolar, sekarang diagnosis gw nambah. Gangguan Pengendalian Impuls. Gangguan ini isinya yang kaya kleptomania. Kalau klepto nggak bisa menahan keinginan untuk mencuri barang, kalau gw nggak bisa menahan keinginan untuk minum obat banyak-banyak. Kata dokter gw, kalau gw masih ingin menjadi seorang dokter, bipolar 2 bukanlah halangan. Tapi, kalau gw nggak bisa mengatasi gangguan pengendalian impuls ini, bisa bahaya. Gimana nanti kalau gw beneran jadi dokter dan bisa nulis resep, gw bisa meresepkan obat2an mulai dari yang aman sampai bahaya sejumlah berapapun yang gw mau, dan bisa gw minum sendiri. Bahaya banget. Ini yang jadi concern dokter gw. Gw sendiri nggak tau juga kenapa tau-tau gw jadi mengalami gangguan pengendalian impuls ini.

Gw nggak pengen mengalami hal ini.. Gw pengen seperti temen-temen gw yang bisa koas dengan tenang. Tanpa harus berkutat dengan gejolak moodnya, keinginan anehnya, dan obat2an yang harus diminum. Saat ini gw nggak bisa terima kenapa gw begini. GW GAK TERIMA !!!

Oh ya, belakangan ini nyokap gw suka nanya, emang gw nggak malu membongkar aib di internat. Jawaban gw, nggak tuh. Entah ini normal apa nggak. Tapi inilah kenyataan yang sudah terjadi. Semua cerita di blog gw ini nyata. Nggak gw buat-buat. Gw nggak peduli orang mau ngomong gw bego, tolol, lemah iman, gila, apalah terserah mereka. Gw nggak peduli. Gw hanya ingin meluapkannya kedalam sebuah tulisan dan ya semoga bisa bermanfaat bagi yang membutuhkan. Yang cuma bisa ngelihat sisi negatifnya aja ya silakan. Gw nggak peduli kok. Malah ini sebagai pembuktian bahwa walaupun gw merasakan cobaan berat ini, gw masih bisa bertahan hidup di dunia. Memang sering gw merasa pengen mengakhiri hidup, tapi kuasa tuhan, gw masih ada disini menceritakan kisah gw. Jadi ya terserah lo deh mau ngomong apa.

See you later. Emosi gw nggak terkontrol. Semoga nggak ada hasrat minum obat banyak-banyak lagi..