by Vindy Ariella. Powered by Blogger.

Sedikit Tentang Skizofrenia

Belakangan ini gw sering berinteraksi dengan penderita skizofrenia. Baik itu di dunia maya maupun di kehidupan nyata. Kebanyakan dari mereka sudah sembuh dan berada dalam masa remisi. Gw juga membaca buku dan artikel tentang kisah penderita skizofrenia. Banyak cerita yang gw dengar dan baca. Dan semua itu menyentuh hati gw untuk lebih memahami mengenai skizofrenia.

Skizofrenia ditandai dengan adanya halusinasi dan waham. Halusinasi bisa berupa halusinasi dengar dan lihat. Misalnya, melihat malaikat. Atau mendengar suara yang mengejek penderita. Sedangkan waham bisa berupa keyakinan bahwa diri penderita adalah utusan tuhan, merasa orang-orang sekelilingnya bermaksud mencelakai penderita, atau merasa berita di televisi menyebut-nyebut diri penderita dan penderita merasa dibuntuti seseorang. Selain itu penderita skizofrenia juga cenderung menyendiri dan tidak mau bergaul. Semakin lama ia jadi tidak mau mengurusi dirinya sendiri seperti untuk mandi dan makan. Penyebab skizofrenia adalah ketidakseimbangan zat kimia di otak ( neurotransmitter ) yaitu berlebihnya kadar dopamin. Jadi skizofrenia adalah murni penyakit medis bukan karena diguna-guna. Skizofrenia dapat diobati dan penderita bisa sembuh. Tapi perlu diingat bahwa tingkat kekambuhannya cukup tinggi. Sehingga perlu pengobatan yang jangka panjang.

Sekarang kalian pernah melihat orang gila di pinggir jalan. Bagaimana perasaan kalian ? Mungkin ada yang iba, ada yang meremehkan, dan ada yang tidak mempedulikan. Gw sendiri sangat iba melihatnya. Bayangkan saja, orang yang tadinya normal dan bisa berfungsi sempurna dalam masyarakat tiba-tiba mengalami halusinasi dan waham. Sesuatu yang membuat dirinya menderita, tidak jelas sumbernya dari mana, dan tidak berdaya untuk melawannya. Ya, tidak berdaya untuk melawannya. Halusinasi dan waham itu begitu kuat melekat pada dirinya sehingga ia tak lagi bisa membedakan yang mana realita dan yang mana halusinasi. Kasihan bukan ? Tadinya ia manusia biasa yang sama seperti manusia lain pada umumnya. Tapi tuhan berkata lain. Tuhan memberikan cobaan dengan penyakit skizofrenia yang diderita. Pantaskah kita mengejek, mencemooh, atau merendahkan mereka ? Coba pikirkan sekali lagi.

Gw sungguh sangat prihatin dengan penderita skizofrenia. Ia asyik dengan dunianya sendiri dan tidak berdaya melawannya. Ia butuh bantuan obat untuk membuat zat kimia di otaknya kembali normal seperti sedia kala. Dan butuh psikiater yang membantu ia untuk kembali ke dunia nyata. Sangat tidak pantas jika kita mengejek, mencemooh, atau merendahkan mereka. Bayangkan jika kita sendiri yang merasakannya..

Bayangkan jika diri anda sedang bekerja dengan giat, lalu terdengar suara yang mengatakan pekerjaan anda sangatlah buruk. Anda harus dipecat karena kerjaan yang tidak bagus. Lalu anda merasa rekan-rekan kerja anda mengejek anda dan ingin mencelakakan anda. Padahal semuanya tidak ada. Suara dan ejekan itu hanya ada dalam diri anda. Tak nyata. Bagaimana rasanya ? Sangat membingungkan bukan ? Itulah yang dirasakan pasien skizofrenia.

Melalui tulisan ini, gw ingin para pembaca mengerti bagaimana derita seorang pasien skizofrenia. Dukunglah mereka yang menderita skizofrenia. Jangan remehkan mereka. Sesungguhnya mereka juga manusia yang tidak bisa hidup sendiri. Tolong mereka sebisa anda. Dengan doa pun sudah membantu. Semoga anda bisa mengerti dan mengambil manfaat dari tulisan ini ya. : )