by Vindy Ariella. Powered by Blogger.

Curhat ( 37 )

Hello. 2 minggu sudah berlalu di stase psikiatri. Dan it went well. Gw semakin cinta dengan dunia psikiatri. Gw senang berinteraksi dengan pasien. Gw bahagia melihat progress pasien dari hari ke hari, walaupun ada yang malah jadi memburuk. Dan yang terpenting, gw bangga dengan diri gw karena gw bisa menjalaninya. Gw bisa beradaptasi dengan stressor yang muncul selama koas. Mulai dari tugas, rasa lelah, sampai bosen pas dapet jadwal jaga malam. Tapi gw bisa survive. Gw beruntung dan bersyukur sekali bipolar gw kini dalam remisi, impuls aneh pun sudah tidak ada. Gw bisa mengatakan kalau diri gw saat ini normal. Memang begitu perjalanan penyakit bipolar. Bisa menyentuh garis normal. Tapi ingat, kalau putus obat, bisa saja kambuh lagi dengan gejala yang lebih parah dari sebelumnya.

Tapi, satu masalah yang agak mengganggu gw saat ini. Yaitu keadaan keluarga. Jadi ceritanya nenek gw sakit. Masalah jantung karena faktor usia. Dirawat di RS seminggu, terus dirawat di rumah sekarang. Kondisinya membaik tapi progressnya lambat. Nah terus kakaknya nenek yang gw panggil Oma menjenguk nenek. Sejak itu oma jadi ikutan sakit. Dan puncaknya, semalam oma meninggal dunia. Kami semua merahasiakan berita duka ini dari nenek. Dengan kondisi seperti itu, gw gak tau bagaimana sebenarnya perasaan gw khususnya kalau lagi dirumah. Gw nggak tega ngeliat nenek sakit. Gw merindukan nenek yang ceria, memasak, berkebun, ngisis TTS. Lalu oma meninggal. Tambah campur aduk lah perasaan gw. Ditambah lagi, hampir seisi rumah gw lagi sakit semua. Nenek, adek, om, dan gw sendiri lagi sakit. Ya walaupun gw cuma batuk pilek tapi tetep aja judulnya gak fit. Pokoknya lagi gak bagus deh energi dan aura2 di rumah. Gw jadi nggak betah dirumah.. Bukannya gak pengen peduli dengan urusan rumah. Tapi saat ini gw benar2 menjaga mood banget supaya bisa bertahan koas. Gw nggak pengen energi dan aura buruk dari rumah membuat gw jatuh depresi lagi. Untungnya ada psikiater dan mas dokter yang bisa gw andalkan untuk mendengar keluh kesah gw dan menghibur gw. Karena gw gak mungkin juga cerita keresahan gw ke mama. Mama pasti mikir nenek. Begitulah kondisi rumah gw sekarang.. Doakan semuanya membaik ya guys..

Bahayanya Overdosis Obat

Sebelumnya gw pernah menuliskan kisah gw overdosis obat disini. Mulai dari yang nggak berefek sampai yang membuat gw terkapar di RS. Maksud gw menuliskannya, untuk share bagaimana rasanya overdosis obat itu. Menderita, menyakitkan, memalukan, dan banyak hal negatif lainnya. Dan juga untuk menggambarkan kalau seorang penderita bipolar dengan masalah pengendalian impuls bisa melakukan tindakan bodoh seperti minum obat banyak-banyak. Tapi tetap, minum obat banyak-banyak nggak ada manfaatnya sama sekali. Memang rasanya puas disaat menenggak obat itu banyak-banyak untuk melupakan masalah atau mungkin ada yang untuk bunuh diri. I know the feeling. Tapi coba pikirkan lagi efek yang timbul dari belasan bahkan puluhan butir obat yang kamu telan. Diriku sendiri pernah hampir meninggal gara-gara obat itu. Dan sekarang lambungku jadi banyak lukanya karena obat itu juga. I do understand how you feel. Gw ngerti disaat kamu merasa putus asa dan ingin bunuh diri. Merasa tidak diperhatikan sehingga rela melakukan hal bodoh untuk mendapatkan perhatian. Ingin melupakan masalah dengan melampiaskannya ke obat-obatan. Gw ngerti semua itu. Gw pernah mengalami semua itu. Tapi melalui post ini, gw mencoba meyakinkan kalau hal-hal negatif seperti meminum obat banyak-banyak atau mencoba bunuh diri dengan cara lain itu dampaknya sangat berbahaya dan negatif untuk diri sendiri serta lingkungan kita. Carilah pertolongan sedini mungkin jika muncul keinginan untuk melakukan tindakan-tindakan yang sudah gw sebutkan seperti minum obat banyak-banyak. Sekali lagi, carilah pertolongan. Jika benar-benar nggak tahu harus minta tolong siapa, email gw ke hypomania.depression@gmail.com gw akan membantu sebisa gw. Karena manusia itu nggak bisa hidup sendiri. Jadi jangan malu untuk meminta pertolongan, sememalukan apapun kasusmu. Lebih baik kamu menceritakannya sekali lalu mendapat pertolongan walaupun malu daripada harus mati gara-gara overdosis obat. Namamu akan dikenang dengan cara yang buruk dan jauh lebih memalukan. 

Sekedar share, memang tidak mudah prosesnya sampai gw bisa berkata seperti ini. Gw yang tadinya entah kenapa merasa puas dan berkeinginan minum obat banyak-banyak disaat resah atau sedang ada masalah, sekarang sudah tidak merasakan keinginan aneh itu lagi. Semua itu karena gw sadar gw butuh bantuan. Gw patuhi apa yang psikiater gw katakan, gw ikuti arahan keluarga gw, gw minum obat yang diberikan psikiater sesuai dosis. Dan syukur alhamdulillah gw sudah tidak pernah berkeinginan untuk melakukan tindakan aneh yang merusak diri sendiri seperti minum obat banyak-banyak atau melukai diri. Beruntung kalian yang membaca post ini, bisa menyadari bahwa bantuan sedini mungkin bisa merubah keadaanmu seiring berjalannya waktu. Gw sendiri harus benar-benar melewatinya sampai bisa berkata seperti ini. Bersyukurlah. Apapun masalahmu, jangan malu untuk meminta pertolongan.. 

Well, gw ngepost ini karena berhubung blogger berubah jadi versi baru, dan di fitur barunya ada bagian dimana gw bisa mengetahui keyword apa yang orang ketik sampai akhirnya menemukan blog ini. Dan salah satu yang tertera di keyword itu adalah, "obat apa yang harus diminum agar overdosis". Gw nggak pengen ada orang yang sedang putus asa, nyari di internet obat apa yang harus diminum agar overdosis, lalu nemu blog gw, dan beli obat yang gw minum, lalu ikutan overdosis. Gw nggak terpikir sama sekali bahwa bisa terjadi kemungkinan seperti ini. Benar-benar nggak bermaksud seperti ini. Makanya gw menuliskan post ini.. Semoga sadar ya.. Sekali lagi, kalau merasa ada masalah yang membuat kualitas hidupmu menurun, kegiatan sehari-harimu terganggu, jangan malu untuk cari pertolongan. Ok ? : )

Ini email gw sekali lagi gw tulis untuk yang mungkin butuh bantuan, hypomania.depression@gmail.com

Curhat ( 36 )

Hi. Setelah berusaha untuk dapet stase, akhirnya gw dipastikan koas stase jiwa di RSJ Soeharto Heerdjan Grogol mulai tanggal 16 April 2012 besok. Hehehe. Satu hal yang bikin gw was-was, bisa bertahan nggak ya.. Walaupun kata temen-temen gw jiwa di grogol seru, tapi tetep aja sebagai seorang penderita bipolar gw merasa khawatir. Untungnya sih sampai sekarang sejak gw dibilang bipolarnya masa remisi, nggak ada episode hipomanik atau depresi. Impuls aneh untuk minum obat banyak-banyak atau melukai diri juga nggak ada. Obat yang gw minum Frimania 2 x 200 mg setiap hari. Tadinya minum Abilify. Tapi nggak bisa tidur. Bahkan udah dibantu obat tidur pun nggak mempan. Sebelum Abilify, gw minum olandoz. Tapi nafsu makan dan berat badan meningkat parah. Jadi akhirnya nggak minum obat antipsikotik atipikal deh. Cukup mood stabilizer aja. Oh ya, dengan catatan, kalau gw merasa mood nggak enak, baru diminum deh tuh abilify. 

Tentang skripsi, jadi ceritanya kan gw ngajuin 2 judul. Keduanya tentang bipolar. Nah sambil nunggu, gw coba kerjain aja dikit-dikit. Tapi ternyata kedua judulnya ditolak, keterangannya karena udah ada yang ngambil. Padahal sebelum gw bikin tuh usulan judul, gw udah searching dulu di database skirpsi kampus gw. Dan belum ada judul itu. Kata mas-mas yang ngurusinnya, berarti skripsi itu udah ada yang ambil tapi belum selesai. Jadi belum ada di database judul. Tapi untungnya yang udah gw kerjain itu tentang bipolarnya. Jadi walaupun kedua judul itu ditolak, masih bisa kepake karena gw masih akan ngajuin skripsi tentang bipolar. Kali ini gw ngajuin 3 judul. Kalau ketiganya ditolak lagi, nggak tau deh nasib gw gimana. Haha. Gw pokoknya pengen bikin tentang bipolar. Nah kalau sampai 3 usulan judul baru itu ditolak juga, gw udah kehabisan ide. Mungkin ada yang mau kasih ide ? Hehehe.

Hmmm mengenai koas, semoga gw bisa bertahan dan dapet nilai bagus ya. Soalnya kan gw mau ambil spesialis psikiatri, paling nggak kalau nilai koas psikiatrinya bagus bisa jadi nilai tambah. Oh ya, psikiater gw juga bilang kalau gw jadi murid bimbingan dia selama koas. Hehehe. Tapi dia bbm katanya dia killer. Hahaha. Bener-bener campur aduk deh perasaan gw saat ini. Antara seneng mau koas, tapi ada kekhawatiran. Klasik memang. Ya begitulah. Doakan gw ya guys. : ) Thanks.

Curhat ( 35 )

Hmmm, sekedar ingin update tentang pendidikan dan kesehatan gw. Nah, di post sebelumnya ( lupa post yang mana ) gw pernah bilang kalau gw bakal masuk koas lagi bulan April ini, setelah libur 10 minggu. Nah menjelang tanggal mulai koas, gw hubungi lah kakak senior yang mengurus siklus stase koas. Sebelumnya, temen gw mengabarkan kalau nama gw nggak ada di dalem stase obgyn. Jadi gw tanya langsung ke kakaknya. Apakah dia lupa atau gimana. Setelah ditanya, ternyata gw beneran nggak dapet stase. Jadi, ceritanya gw dulu masuk koas itu sepaket ber-4. Nah kali ini, quota yang kosong cuma ada 3. Jadi salah satu nggak kebagian stase. Dan gw lah yang nggak kebagian stase. Gw nggak terima dong, kenapa gw yang nggak kebagian. Setelah gw usut, ternyata kata kakaknya, pemilihan yang masuk atau nggak berdasarkan absen. Dan absen gw paling bawah, sesuai abjad. Gggrrrrr. Gw nggak tau lah ya mesti gimana lagi. Gw udah bilang kenapa nggak dikocok aja. Katanya dulu pernah dikocok tapi yang kalah marah. Jadi pake absen aja. Tapi kalau pake absen terus, gw bisa-bisa nggak dapet-dapet stase di RS yang gw pilih. Harus keluar RS yang gw pilih itu ngambil stase lain. Kalau gw ngotot protes, nggak enak juga sama yang udah dapet stase. Ntar malah ribet. Lagian surat2nya udah diurus juga. Hmmmh. Bener-bener nasib deh. Yang gw khawatirkan, dengan terpisahnya gw dari temen gw itu, I have no one.. Temen sepaket gw ber-4 itu udah tau gw bipolar. Dan dia bisa mengerti dan memberi gw semangat. Sekarang gw harus berjuang sendiri dengan orang yang belum tau siapa.

Oh ya, berhubung gw disuruh nunggu 10 minggu lagi, gw akhirnya rencana ambil stase jiwa dulu. Masuknya kalau nggak tanggal 16, tanggal 23. Gw juga mau bikin skripsi, sebagai syarat untuk wisuda dokter. Was-was sih sebenernya 10 minggu jadi nggak ya skripsi. Yang penting usaha dulu lah. 

Kembali lagi, gw sendirian. Gw nggak tau siapa temen gw di stase jiwa nanti. Dan muncul kekhawatiran bagaimana kalau gw relaps pas koas dll. Sekarang sih bipolar gw dalam masa remisi. Artinya, gw sudah tidak merasakan hipomanik atau depresi. Tapi impuls dari ciri kepribadian ambang gw masih ada. Gw kadang masih ngamuk kalau ada hal-hal yang membuat gw kesal atau tidak nyaman. Ini yang masih jadi masalah. Tapi walaupun pengen melakukan tindakan impulsif, gw udah nggak melukai diri. Nggak ada pemikiran minum obat banyak-banyak atau melukai lengan. Tapi masih ada keinginan untuk ngerusak barang. Misalnya nendangin pintu, nonjokin papan tulis, nusuk-nusuk bantal. Kalau kata psikiater gw sih ada kemajuan. Ya semoga aja maju terus ya sampai akhirnya bisa normal.

Ya begitulah update gw. Selalu adaaa aja masalah disetiap langkah gw. Kali ini masalah nggak dapet stase. Ada2 aja karena nyokap gw ngasih nama di abjad akhir-akhir gw jadi nggak kebagian stase. Haha. Tapi ya walaupun kesel awalnya, gw rasa Allah pasti punya maksud lain dari kejadian ini. Gw harus bisa mengambil hikmah dan banyak bersyukur. Sekian, doakan gw sukses ya.. Thanks.