by Vindy Ariella. Powered by Blogger.

Curhat ( 46 )

Sebelumnya, Selamat Natal ya bagi yang merayakan.. :D

Hmm gw ingin sedikit bercerita saja. Memang "This too shall past.." itu benar sekali. Di post terakhir gw nulis tentang kebahagiaan yang gw rasa. Sebenarnya saat itu gw sudah feeling sih kayaknya emang gw udah agak 'naik'. Tapi gw sadar makanya di post itu bagian akhir gw bilang kebahagiaan gw ini bakal berlalu juga. Dan benar saja, 3 hari pertama stase neurologi gw kacau. Di RS sih gw biasa aja, bisa tenang dan profesional. Tapi sampai rumah gw lelah luar biasa, sempet depresi sampai ingin bunuh diri. Malam itu gw bahkan sudah bbm dua dokter gw ( psikiater dan mas dokter ) yang isinya permohonan maaf dan terima kasih, semacam pesan terakhir gitu. Sekarang gw malu sendiri dengan apa yang gw tulis saat itu. Geblek. 

Abis itu gw udah niat mau beli obat2an besok harinya. Apapun obatnya. Sebelumnya gw browsing2 dulu di internet, mempelajari obat apa yang pas. Ini sebenernya udah sering banget gw browsing tapi gw masih belum menemukan yang pas. *jangan ya Allah* terus ditengah browsing akhirnya gw ngantuk sendiri dan besoknya gw bangun baik-baik aja, berangkat koas lagi. -_____-  Bener-bener dah ini bipolar abis. Memang sih pas pulang capek lagi, tapi gak separah malam sebelumnya. Mungkin karena masih bbm terus ama dokter gw ya.

Terus gw bertemu psikiater gw dalam keadaan baik-baik saja. Dia juga bingung karena waktu itu gw sudah menakutkan sekali ampe nulis pesan perpisahan gitu, eh ketemu dia 2 hari kemudian ketawa-ketawa ngomongin konsulen neuro gw sekarang dan kisah koas lainnya.

Sampai sekarang sih gw aman, karena lagi libur juga. Jadi gak banyak stressor. Semoga pas masuk besok bisa aman terus ya.. Soalnya gw berencana gak mau ambil libur-libur nganggur lagi.. Mau ngebut nyelesein koas gw tanpa jeda. Tapi ya liat kondisi juga sih.. Kalau memang bener-bener kacau ya off dulu. Harapannya sih kuat terus.

Btw, sebentar lagi tahun 2012 berakhir. Jadi pengen flashback. Awal tahun gw lewati di rumah sakit karena overdosis obat. Dan bulan-bulan kemudiannya juga gw bolak-balik dirawat. Baru kali ini dalam satu tahun bisa dirawat berkali-kali mulai dari bangsal biasa ampe bangsal jiwa. Bittersweet. Ya memang too much pain juga. Tapi gw bersyukur alhamdulillah gw masih hidup dan berhasil melewati satu tahun penuh perjuangan. 

Gw nggak mau banyak berkhayal bahwa kedepannya gw bakal lancar2 aja koas dan sehat. Gw nggak tau kehendak tuhan. Dan kalau gw kebanyakan berharap gw tau bakal sakit banget rasanya saat harapannya sirna. Jadi gw jalani hidup apa adanya, yg penting gw masih punya tujuan untuk menjadi psikiater. Bagi gw, sekarang tujuan dan harapan itu agak beda. Definisi gw, kalau tujuan itu yang membuat hidup kita terarah. Misal gw ingin jadi psikiater. Tapi kalau harapan, bagi gw itu semacam khayalan-khayalan yang ingin gw raih. Ya mungkin juga jadi kenyataan, tapi so far sih banyak gagalnya. Misal, gw koas tepat waktu dan langsung ambil spesialis. Nah itu harapan. Kalau tujuan, gw bakal tetep pengen jadi psikiater tapi gw gak bakal tahu bakal kapan kesampaiannya, yang penting ada arahnya. Kalau harapannya, bisa jadi psikiater tepat waktu. Kira-kira begitu.

Oh ya, pengen share pemikiran juga. Melihat kehidupan gw hampir 3 tahun didiagnosis bipolar, sekarang gw jadi bertanya-tanya, sebenarnya kehidupan yang normal itu gimana ? Abis gw lagi ngerasa ok, terus ternyata mood gw malah naik dan kebahagiaan, kebijaksanaan, dan kebaikan lainnya yang gw rasa adalah tanda hipomanik. Jadi gw ngerasa gw gak akan lagi pernah merasakan kebahagiaan yang sebenarnya.. Entahlah, ini hanya perasaan sesaat aja mungkin. Mungkin ada yang ingin berkomentar..

Hmmm, sekian dulu. Thanks for reading. :)

Curhat ( 45 )

Hmmm, sebelumnya, gw nggak tau apakah ini sebuah kebahagiaan yang wajar atau gw sedang hipomanik. Gw akan sedikit bercerita tentang kondisi gw beberapa minggu ini.

Saat ini sudah memasuki minggu ke-5 stase mata. Saatnya ujian. Ujian gw dilaksanakan lusa. Malam ini gw belajar sedikit, lalu terpikir untuk buka blog. Gw baca ulang beberapa kisah yang gw post disini, terutama saat-saat dimana gw overdosis obat dan saat gw dirawat di bangsal jiwa. Tanpa sadar, air mata gw mengalir.

Gw bersyukur sekali dengan keadaan gw yang sekarang. Gw bisa tersenyum. Gw bisa berangkat ke RS tempat gw koass dengan semangat, membantu dokter disana memeriksa pasien dan menulis resep, diskusi dan belajar, memahami keagungan ciptaan Allah dalam sebuah organ bernama mata. Gw bisa menikmati hari dan hidup gw sebagai calon dokter.

Ya walaupun ada satu dua hari dimana gw merasa tidak enak, tapi tampaknya rasa tidak enak itu tercover oleh obat jadi tidak muncul gejala yang aneh-aneh. Gw rasa kombinasi obat gw sekarang pas di gw.

Dengan kondisi seperti ini gw membaca ulang blog ini dan mengingat peristiwa-peristiwa kelam yang pernah gw alami. Sedih rasanya saat mengingat bahwa dulu, hal yang bisa membuat gw puas dan terlepas dari belenggu adalah dengan melukai dan menyakiti diri sendiri. Betapa sedihnya gw mengingat bagaimana perasaan gw saat menahan keinginan untuk minum obat banyak-banyak. Saat keinginan itu tak lagi bisa dikontrol dan akhirnya gw sampai masuk UGD dengan penurunan kesadaran. Gw ingat bagaimana rasanya depresi berat datang seperti batu yang menimpa seluruh tubuh gw. Berat. Dan cara yang bisa membuat gw merasa puas adalah dengan menggoreskan lengan gw sampai berdarah. Gw ingat saat-saat dimana amarah dan perubahan mood datang begitu hebat sampai gw kebingungan dan tak lagi bisa mengenali kemunculannya, dan berakhir menjadi tindakan2 impulsif seperti merusak barang. Gw ingat saat gw harus dirawat di bangsal jiwa, dari jendela kamar gw melihat koass lain sedang belajar. Seharusnya gw seperti mereka. Tapi gw malah berada di bangsal jiwa sebagai pasien.

Masa lalu gw. Jika ada orang yang baru kenal gw sekarang dengan kondisi seperti saat ini, mungkin dia tidak akan percaya dengan apa yang terjadi pada gw di masa lalu. Derita yang gw simpan dibalik senyuman palsu gw. Keraguan yang tersembunyi dibalik perkataan "aku baik-baik saja.." Kenangan-kenangan yang pahit.

Ya, setiap orang memang punya masa lalu. Setiap orang pernah menyimpan derita. Sama halnya dengan pasien-pasien di poli mata yang gw temui. Siapa sangka seorang anggota TNI yang terlihat tegap dengan tubuh yang bagus dan langkah mantap, ternyata hanya bisa melihat dengan satu mata karena mata satunya buta akibat luka saat bertugas. Ada juga seorang ibu yang cantik, ternyata satu matanya buta dari kecil. Kita tidak bisa menebak bagaimana kehidupan orang dari luarnya saja.

Tapi mungkin, tanpa masa lalu atau derita yang pahit itu, gw tidak akan bisa mensyukuri hidup seperti sekarang. Mungkin gw tidak akan sekuat sekarang. Dan mungkin gw tidak akan bisa memahami sisi lain dari kehidupan orang lain seperti sekarang. Dari pengalaman gw menderita bipolar, banyak pelajaran hidup yang bisa gw ambil.

Walaupun gw tidak bisa menjamin gw bakal seperti ini selamanya, karena semua kehendak Tuhan, tapi paling tidak, pada hari ini gw menuliskan sebuah bukti bahwa gw ternyata bisa mencapai impian gw. Gw mampu. Gw pernah dalam keadaan normal dan menjalani hidup seperti orang lain. Ternyata ada harapan. Jadi seandainya gw nanti jatuh lagi ( semoga tidak ya... ) gw bisa membaca tulisan ini. Tulisan yang mengingatkan bahwa semua derita yang gw alami akan berlalu. Benar kata tuhan bahwa setelah kesulitan ada kemudahan.

Dan gw juga ingat, kebahagiaan gw saat ini juga mungkin akan berlalu. Tak ada yang abadi, dan hidup itu bagaikan roda. Sadari apa yang sedang terjadi dalam kehidupan kita, ambil hikmahnya dan syukuri, jika dalam derita percaya bahwa derita tersebut akan berlalu, jika dalam kebahagiaan jangan sampai kita sombong karena kebahagiaan juga akan berlalu. Begitulah seterusnya yang akan terjadi dalam hidup. Tapi ingatlah, dari setiap peristiwa yang kita alami, pasti ada maksudnya yang sudah ditetapkan Tuhan. Bukalah mata untuk mencoba mengerti dan memahami lebih dalam, karena hidup memang misteri..