by Vindy Ariella. Powered by Blogger.

Curhat ( 45 )

Hmmm, sebelumnya, gw nggak tau apakah ini sebuah kebahagiaan yang wajar atau gw sedang hipomanik. Gw akan sedikit bercerita tentang kondisi gw beberapa minggu ini.

Saat ini sudah memasuki minggu ke-5 stase mata. Saatnya ujian. Ujian gw dilaksanakan lusa. Malam ini gw belajar sedikit, lalu terpikir untuk buka blog. Gw baca ulang beberapa kisah yang gw post disini, terutama saat-saat dimana gw overdosis obat dan saat gw dirawat di bangsal jiwa. Tanpa sadar, air mata gw mengalir.

Gw bersyukur sekali dengan keadaan gw yang sekarang. Gw bisa tersenyum. Gw bisa berangkat ke RS tempat gw koass dengan semangat, membantu dokter disana memeriksa pasien dan menulis resep, diskusi dan belajar, memahami keagungan ciptaan Allah dalam sebuah organ bernama mata. Gw bisa menikmati hari dan hidup gw sebagai calon dokter.

Ya walaupun ada satu dua hari dimana gw merasa tidak enak, tapi tampaknya rasa tidak enak itu tercover oleh obat jadi tidak muncul gejala yang aneh-aneh. Gw rasa kombinasi obat gw sekarang pas di gw.

Dengan kondisi seperti ini gw membaca ulang blog ini dan mengingat peristiwa-peristiwa kelam yang pernah gw alami. Sedih rasanya saat mengingat bahwa dulu, hal yang bisa membuat gw puas dan terlepas dari belenggu adalah dengan melukai dan menyakiti diri sendiri. Betapa sedihnya gw mengingat bagaimana perasaan gw saat menahan keinginan untuk minum obat banyak-banyak. Saat keinginan itu tak lagi bisa dikontrol dan akhirnya gw sampai masuk UGD dengan penurunan kesadaran. Gw ingat bagaimana rasanya depresi berat datang seperti batu yang menimpa seluruh tubuh gw. Berat. Dan cara yang bisa membuat gw merasa puas adalah dengan menggoreskan lengan gw sampai berdarah. Gw ingat saat-saat dimana amarah dan perubahan mood datang begitu hebat sampai gw kebingungan dan tak lagi bisa mengenali kemunculannya, dan berakhir menjadi tindakan2 impulsif seperti merusak barang. Gw ingat saat gw harus dirawat di bangsal jiwa, dari jendela kamar gw melihat koass lain sedang belajar. Seharusnya gw seperti mereka. Tapi gw malah berada di bangsal jiwa sebagai pasien.

Masa lalu gw. Jika ada orang yang baru kenal gw sekarang dengan kondisi seperti saat ini, mungkin dia tidak akan percaya dengan apa yang terjadi pada gw di masa lalu. Derita yang gw simpan dibalik senyuman palsu gw. Keraguan yang tersembunyi dibalik perkataan "aku baik-baik saja.." Kenangan-kenangan yang pahit.

Ya, setiap orang memang punya masa lalu. Setiap orang pernah menyimpan derita. Sama halnya dengan pasien-pasien di poli mata yang gw temui. Siapa sangka seorang anggota TNI yang terlihat tegap dengan tubuh yang bagus dan langkah mantap, ternyata hanya bisa melihat dengan satu mata karena mata satunya buta akibat luka saat bertugas. Ada juga seorang ibu yang cantik, ternyata satu matanya buta dari kecil. Kita tidak bisa menebak bagaimana kehidupan orang dari luarnya saja.

Tapi mungkin, tanpa masa lalu atau derita yang pahit itu, gw tidak akan bisa mensyukuri hidup seperti sekarang. Mungkin gw tidak akan sekuat sekarang. Dan mungkin gw tidak akan bisa memahami sisi lain dari kehidupan orang lain seperti sekarang. Dari pengalaman gw menderita bipolar, banyak pelajaran hidup yang bisa gw ambil.

Walaupun gw tidak bisa menjamin gw bakal seperti ini selamanya, karena semua kehendak Tuhan, tapi paling tidak, pada hari ini gw menuliskan sebuah bukti bahwa gw ternyata bisa mencapai impian gw. Gw mampu. Gw pernah dalam keadaan normal dan menjalani hidup seperti orang lain. Ternyata ada harapan. Jadi seandainya gw nanti jatuh lagi ( semoga tidak ya... ) gw bisa membaca tulisan ini. Tulisan yang mengingatkan bahwa semua derita yang gw alami akan berlalu. Benar kata tuhan bahwa setelah kesulitan ada kemudahan.

Dan gw juga ingat, kebahagiaan gw saat ini juga mungkin akan berlalu. Tak ada yang abadi, dan hidup itu bagaikan roda. Sadari apa yang sedang terjadi dalam kehidupan kita, ambil hikmahnya dan syukuri, jika dalam derita percaya bahwa derita tersebut akan berlalu, jika dalam kebahagiaan jangan sampai kita sombong karena kebahagiaan juga akan berlalu. Begitulah seterusnya yang akan terjadi dalam hidup. Tapi ingatlah, dari setiap peristiwa yang kita alami, pasti ada maksudnya yang sudah ditetapkan Tuhan. Bukalah mata untuk mencoba mengerti dan memahami lebih dalam, karena hidup memang misteri..

3 comments:

  1. Untunglah anda masih ingat kalau cuaca tidak akan selamanya cerah.. Akan ada mendung yang datang.. Begitu terus sampai anda menghembuskan nafas terakhir.. Hidup bipolar memang bagai roller coaster.

    ReplyDelete
  2. benar sekali. anggap saja ini cara Tuhan membuat kita lebih kuat. tetap semangat ya mbak.

    ReplyDelete
  3. Ya begitulah. Dan benar saja 3 hari yang lalu aku sempet drop depresi walaupun gak parah. Alhamdulillah sekarang udah biasa lagi. Misteriii.. :)

    ReplyDelete