by Vindy Ariella. Powered by Blogger.

Quotes











Design menggunakan aplikasi "Notegraphy" dari appstore.

Selengkapnya bisa buka www.vindyariella.tumblr.com

Curhat ( 57 )

Halo halo halo !

Update dulu sedikit ah. Sudah di penghujung tahun 2013. Sedang menyusun target, rencana dan resolusi untuk tahun depan. Hmm, tahun ini ada pencapaian dan ada kegagalan. Pencapaiannya, gw mengurus Bipolar Care Indonesia. Membantu, memotivasi, dan kampanye kesehatan jiwa khususnya bipolar. Bikin kegiatan juga. And I'm happy with it. Itu memang sudah terpikir sejak lama tapi gw gak cukup mampu kalau sendirian aja. Sekarang ada rekan-rekan yang solid dan satu visi. Sampai saat ini usia Bipolar Care Indonesia sudah 7 bulan dan kami tetap berjalan. Semoga tahun depan semakin baik, begitu juga dengan gw.

Kegagalannya, ya yang sudah pernah gw ceritakan, menyangkut koass. Gw sudah memutuskan untuk berhenti dari pendidikan profesi kedokteran. Jadi nggak gw selesaikan koassnya. Memang banyak pertimbangan, tapi hidup adalah sebuah pilihan. Gw juga pernah bilang pengen ambil S2 Art Therapy. Sudah cari info, pendidikannya belum ada di Indonesia. Biaya cukup mahal. Sekarang gw siapkan diri aja dulu dan sambil cari peluang beasiswa. Background medis gw masuk syarat, pengalaman di bidang psikologi / seni gw ada Bipolar Care Indonesia dan mau ngembangin Art Brut Indonesia juga. Gak buru-buru sih untuk kuliah ini lagi. Tapi kurang lebih kearah sana tujuannya. Gw siapkan diri dan sedang coba cari dimana gw bisa mengenal lebih dalam. Semoga dibukakan jalan. Amiiin.

Sekarang fokus gw adalah mengurus Bipolar Care Indonesia, berkarya, dan melakukan pendekatan spiritual. Nah yang terakhir ini membantu sekali.. Bagi gw, menjadi seorang yang spiritual bukan sekedar memiliki agama dan menjalani ajarannya. Tapi juga menyelami kehidupan ini untuk mencapai kedamaian jiwa dan pencerahan. Gw bermeditasi, melaksanakan kewajiban beragama, dan mencoba melihat kehidupan lebih dalam. Selain itu gw juga jadi tertarik mencari tahu tentang asal mula peradaban manusia, ajaran agama lain, penyatuan dengan alam semesta, dan terus memantapkan keyakinan pada Allah SWT. Tentunya sesuai dengan kitab suci gw yaitu Al-Quran. Dan gw semakin melihat kebenaran dan bukti kuasa Allah SWT. Kalau kata yang membimbing gw, harus terus menjaga cahaya lentera agar tidak padam serta  bisa menerangi gw dan sekitar gw. Gw dekatkan diri kepada keluarga, bagaimanapun juga mereka sumbu lentera gw. Lalu gw mencoba lebih banyak memaafkan dan bersyukur. Ya sudah ada terlihat hasilnya..

Tentang bipolarnya sendiri, saat ini gw masih minum Lamictal 150 mg dan Frimania 400 mg. Tapi bagi gw itu udah kemajuan banget bisa cuma minum itu. Sebelumnya malah gw sampai dosis 2 kali lipatnya udah gitu ditambah obat lain juga. Mungkin suatu hari bisa lepas obat, mungkin tidak. Bagi gw, terapi yang baik memang mengkombinasikan obat, psikoterapi, support lingkungan, dan spiritual. Gw masih butuh obat, ya gw minum. Itu juga sesuai instruksi dokter dan terus dipantau. Lainnya gw juga lakukan. Sehingga bisa lebih maksimal. Gw gak ngotot pengobatan masalah kejiwaan murni dari diri sendiri aja atau pendekatan agama. Setiap orang bisa berbeda. Gw sadar penuh gw masih butuh obat. Dengan dosis segitu dan kombinasi metode terapi lain, alhamdulillah gw dalam keadaan yang jauh lebih baik. Mood terkontrol, palingan kalau menjelang haid aja gak karuan. Dan gw rasa itu masih wajar lah ya namanya cewek emang gitu. Kadang gw curigaan sama orang, tapi hanya sebentar, masih bisa dipatahkan, dan curiganya cuma sama 1 orang yang itu saja. Jadi bukan sebuah waham. Gw bersyukur sekali dengan keadaan gw sekarang. Alhamdulillah.. : )

Kini gw lebih bisa melihat keindahan dari dunia ini. Pada dasarnya gw ini kritis dan seringkali nggak bisa nerima gitu aja konsep / teori / keyakinan. Ya memang ada resiko atau kesannya jadi pembangkang. Tapi, gw terus melakukan pencarian. Gw belajar dari apa yang sudah gw alami. Empiris. Dulu mungkin gw bertuhan tapi nggak sepenuhnya beragama Sekarang alhamdulillah atas izin Allah SWT, setelah gw menjalani masa-masa pencarian akan kebenaran atau dalam kata lain berfilsafat, gw menemukan kebenaran gw dalam Islam. Setiap orang punya prosesnya masing-masing dan gw menghargai proses mereka. Nikmati aja prosesnya dengan ikhlas dan sungguh-sungguh. Insyaallah selalu ada jalan..

Sekian dulu updatenya, ntar disambung lagi ya.. Thank you and may God bless you all..




The Last 3 Months

Sejak gw mengundurkan diri dari koass akhir agustus lalu, gw melalui banyak peristiwa baik maupun buruk. Jujur saja, saat ini gw belum bisa dikatakan hidup mandiri secara finansial. Walaupun ada beberapa kegiatan yang menghasilkan. Konsekuensinya, gw harus merubah gaya hidup untuk lebih hemat dan sederhana. Misalnya, yang biasanya delivery McD atau PHD sekarang beli warteg atau nasi padang deket rumah aja. Atau biasanya naik taksi sekarang naik busway / angkot. Ya semacam itu. Gw bersyukur masih bisa merasakan nikmat dari Allah. Masih ada rejeki untuk beli indomie atau goreng telor. Masih ada rejeki untuk membayar ongkos saat bepergian. Banyak diluar sana yang perlu berjuang lebih keras.


Mengenai karir, kayaknya gw pernah bahas deh. Gw dalam tahap "pencarian". Sampai sekarang gw juga belum memilih. Gw belum lanjutin koass ( nggak tau apa bener bakal dilanjutin ), dan belum berpenghasilan tetap dari dunia seni / kerja kreatif. Entah sampai kapan akan begini. Yang sekarang gw jalani adalah memenuhi panggilan jiwa untuk membantu sesama melalui Bipolar Care Indonesia. Disana gw merancang dan melaksanakan berbagai program kegiatan, memberi edukasi dan dukungan, kampanye di berbagai acara dengan membuka stand / booth maupun wawancara media juga siaran radio, dsb. Gw juga menyuarakan isu kesehatan jiwa melalui seni di Art Brut Indonesia. Sempet buka stand di acara seni gitu menjual karya-karya gw dalam bentuk art print dan merchandise. Bisa dilihat di blog gw yang satunya ( barangkali ada yang mau beli.. *ngarep* haha ). Gw juga mencari makna kehidupan lebih dalam dengan membaca tentang filsafat, agama, sambil berdiskusi dengan 2 orang seniman yang menurut gw cukup kompeten untuk diajak diskusi beginian. 

Ya walaupun keliatannya gw nyantai, well emang nyantai sih. Tapi gw sangat berkutat dengan diri gw sendiri yang semakin kompleks. Hal tersebut yang sangat menyita waktu dan mengurangi produktivitas gw. Semoga saja waktu yang terbuang tidak sia-sia. Semoga "pencarian" gw ini memang bermakna. Sembari mendekatkan diri pada Allah SWT, gw lakukan apa yang bisa lakukan. Gw bisa melakukan kegiatan sosial, gw lakukan semampu gw. Gw ingin berkarya, ya gw berkarya. Gw galau, untuk ini ga tau ya harus gimana, hadapi aja.

Rencana kedepannya, gw pengen kursus design grafis sebagai modal gw di dunia kerja kreatif. Sebenarnya pengen belajar melukis lebih serius juga. Tapi kata 2 mas seniman gw, wong gw udah bisa melukis kok mau kursus, malah dikhawatirkan karakter dan idealisme gw dalam berkarya yang sudah dimiliki saat ini jadi pudar. Ya entahlah. Masih dipikir.

Kalau tentang impian, dulu di post lama gw mengatakan ingin menjadi psikiater. Tapi gimana ya bagi gw sekarang terlalu berat. Untuk menyelesaikan koass, ditugaskan di daerah, lalu sekolah psikiatri lagi 4 tahun kayaknya berat. Gak tau apa nanti diri gw bisa lebih baik dan sanggup mencapai impian yang itu. Gw juga agak takut untuk bermimpi ( lagi ) karena dibayang-bayangi rasa gagal menjadi dokter. Padahal itu impian gw. Ya impian memang harus setinggi langit. Tapi semakin tinggi impian digantung, semakin kita harus siap dengan kemungkinan jatuh saat meraihnya. Beberapa hari ini gw mulai memberanikan memiliki impian lagi. Dan impian gw adalah menjadi art therapist. Gw baru mengenal permukaannya aja sih. Belum pernah diskusi lebih dalam mengenai hal ini. Alasan gw kepengen jadi art therapist adalah karena sangat berhubungan dengan 2 hal yang paling gw suka dalam hidup. Membantu mengatasi masalah psikologis melalui seni. Ibarat kalau jadi psikiater ketinggian, jadi semacam konselor aja. Nah medianya melalui seni. Menurut gw ideal banget itu untuk gw saat ini. Entah gimana proses untuk mencapainya. Masih nyari referensi. Mungkin ada yang bisa bantu ? : )

Kira-kira begitulah kehidupan gw selama 3 bulan terakhir ini. Gw terbuka banget jika ada yang ingin membantu melalui diskusi, memberi referensi, inspirasi dll. Semoga di bulan-bulan kedepannya gw bisa lebih baik lagi. Amiiin. 

I'm an INFJ !

Ada yang pernah denger tes kepribadian MBTI ? Berdasarkan hasil googling gw ( yang semoga valid ) tes ini adalah salah satu jenis tes kepribadian yang bisa disebut akurat dan sering dipakai perusahan-perusahaan besar di luar negeri untuk seleksi penerimaan karyawannya. Berdasarkan pengalaman gw dan juga beberapa teman yang berbagi hasil tes mereka, semuanya mengatakan hasilnya akurat dan dia banget. Gw juga sangat mendapat pencerahan setelah membaca deskripsi hasil tes kepribadian ini. 


Tes ini membagi kepribadian menjadi 16 tipe. Berdasarkan kombinasi dari 4 poin yang dinilai, seperti yang tertera dalam gambar dibawah ini..



Nah, berdasarkan tes ini, hasil gw adalah INFJ. Katanya tipe ini adalah yang paling langka diantara 16 tipe yang ada. Dan deskripsinya menjawab pertanyaan-pertanyaan yang selama ini muter-muter di kepala gw. Ini penggalan dari berbagai artikel deskripsi INFJ yang menurut gw pas sekali dengan gw..

- Perhatian, empati, sensitif & berkomitmen terhadap sebuah hubungan.
- Idealis, perfeksionis, memegang teguh prinsip.
- Visioner, penuh ide, kreatif, suka merenung dan inspiring.
- Biasanya diikuti dan dihormati karena kejelasan visi serta dedikasi pada hal-hal baik.


Mereka mencari makna dalam hubungan, ide, dan peristiwa, dengan mampu memahami dirinya dan orang lain. Mereka mampu menggunakan keterampilan intuitif mereka, mereka mengembangkan visi yang jelas dan percaya diri, bertujuan untuk memperbaiki kehidupan orang lain. INFJ yang sangat tertarik pada kesejahteraan orang lain. INFJ memiliki kehidupan, kaya batin yang hidup, yang mereka mungkin enggan untuk berbagi dengan orang di sekitar mereka. INFJ cenderung sensitif, pemimpin yang tenang dengan kedalaman kepribadian. Mereka adalah rumit dan sangat misterius, dan sangat kompleks, kadang-kadang membingungkan, bahkan untuk diri mereka sendiri. Mereka memiliki pandangan yang teratur terhadap dunia. Abstrak dalam berkomunikasi, mereka hidup di dunia makna tersembunyi dan kemungkinan. Dengan hubungan alamiah untuk seni, INFJ cenderung kreatif dan mudah terinspirasi. Namun mereka juga dapat melakukannya dengan baik dalam ilmu, dibantu oleh intuisi mereka. Kata kunci: Imajinasi, tujuan, kreativitas, terorganisir, mengembangkan orang lain. 


Ya kira-kira gitu deh. Sekarang gw ngerti kenapa gw selalu berada di posisi sebagai "jembatan penengah", memikirkan segala hal terlalu dalam ( termasuk tentang diri sendiri ) sampai pusing, memiliki feeling yang seringkali tepat, perfeksionis, dan memiliki imajinasi + kreativitas yang liar.

Masih banyak sih artikelnya. Gw bacanya sampai bengong-bengong karena so true. Seperti yang gw katakan. Ini sangat membantu gw. Gw tes ini udah beberapa kali di waktu yang berbeda, baik yang dalam bahasa inggris dan indonesia. Hasilnya sama. Haha. Well, yang belum pernah coba, cobain deh.. Semoga juga dapet pencerahan. Ini linknya..


Selamat mencoba !

Statement(s).


Hi. Waktu telah berlalu dan banyak yang terjadi dalam hidup gw. Beberapa akan gw post nanti. Sebelumnya, gw pengen menyatakan sesuatu yang gw pegang saat ini. Ya semacam prinsip. Atau ide. Atau pemikiran. Ya whatever lah itu yang gw rasa perlu untuk disampaikan.

Pertama, selama ini gw tidak pernah menyebutkan nama gw secara langsung disini. Alasannya, karena gw memang belum sepenuhnya berani untuk terbuka kepada banyak orang. Tapi, setelah kurang lebih 3 tahun gw menuliskan kisah hidup gw bersama bipolar dengan detail, sekarang gw merasa bisa lebih damai dengan apa yang ada di dalam diri gw. Dan kini gw dengan terbuka bersedia untuk bercerita tentang hidup gw. Selain share ke teman-teman komunitas, gw juga sudah beberapa kali diwawancara media. Semuanya menggunakan identitas asli. Jadi, sekarang gw nggak menutup-nutupi siapa diri gw. Lagian di post mengenai Bipolar Care Indonesia, gw masang foto. Haha. Identitas gw dan link ke akun socmed gw bisa diliat di banner sebelah kanan.

Kedua, semua tulisan yang ada di blog ini adalah pengalaman gw. Penggalan peristiwa dari perjalanan hidup gw, yang sudah berlalu. Dan, kini gw berpegang pada prinsip "boleh melihat kebelakang tapi jangan kembali kesana". Ya kadang memang gw masih mengulangi kesalahan yang sama. Walaupun begitu, setiap pengulangan memiliki nilai dan maknanya sendiri. Gw juga akan terus dan terus berusaha agar tidak begitu. 

Ketiga, berhubung masa lalu gw terpampang jelas disini, mengenai penilaian orang, gw tidak peduli. Terserah bagaimana orang menilai gw. Kalau gw pribadi berusaha untuk selalu tidak menilai orang terlalu cepat. Karena gw juga gak suka digituin. Semoga kalian juga memiliki cara yang bijak dalam menilai orang.

Keempat, tulisan yang akan gw publikasi di post-post berikutnya nanti adalah sebuah kejujuran dan luapan jiwa gw. Mau isinya baik buruk, depresi atau inspiratif, penting nggak penting, itulah yang gw alami. Makanya gw sampaikan disini, supaya pembaca bisa mengambil sisi positifnya. Ya gw juga nggak pengen ada yang jadi ikutan depresi setelah baca blog gw. Untuk urusan itu biar Tuhan yang mengatur. Yang penting gw nggak ada niat untuk membuat kalian semua ikutan depresi. Niat gw adalah memberi gambaran bagaimana hidup seseorang yang mengalami masalah kejiwaan.

Kelima, gw memohon maaf jika ada yang merasa privasinya terganggu karena pernah berada dalam cerita-cerita hidup gw di blog ini. Semoga dimaafkan.

Hmmm sekian dulu deh. Lainnya lanjut di post sambil berjalan aja ya.. : )

Curhat ( 56 )

Hello. Sudah lama ya gw nggak update blog..

Sejak post terakhir itu, gw mengalami hal yang cukup berat. Ini menyangkut masa depan gw sebagai umat manusia.. *halah*

Jadi ceritanya gw coba lagi untuk masuk koass, tapi ternyata gw masih merasakan hal-hal negatif yang entah itu karena efek samping obat atau gw yang belum stabil atau apa. Singkat cerita, gw nggak karuan dan akhirnya mengundurkan diri lagi dari stase koass. Nggak usah diceritakan disini kejadian-kejadian itu dengan detail. Terlalu pahit bagi gw untuk mengingatnya atau mengabadikannya di tulisan ini.

Setelah gw mundur, ada hari dimana gw sama sekali nggak peduli dengan kehidupan dan apa-apa yang ada di dalamnya. Cuma tidur aja sekitar 3 harian. Setelah itu kaya baru mulai tersadar dengan apa yang terjadi dan reaksi tubuh gw seperti shock sendiri dengan apa yang gw alami. Perut gw perih, sakit kepala, suka tiba2 sesak kaya kehabisan napas.

Lalu gw minum obat tambahan lagi, Seroquel. Kayaknya emang gw itu nggak cocok sama Seroquel. Padahal ini dosisnya cuma 12,5 mg. Tapi tetep gw ngantuk berat dan tenang banget tapi saking tenangnya kaya flat nggak mau ngapa-ngapain. Cuma bengong aja, nonton tv. Sedangkan gw harus merancang masa depan. Akhirnya gw ke psikiater lagi, obatnya diganti dan gw diminta untuk membuat rancangan masa depan gw.

Saat ini gw ibarat sedang di persimpangan jalan. Lanjut koass dan jadi dokter atau pindah haluan ke dunia seni dan kerja kreatif. Kalau orang yang nggak tau kisah hidup gw, pasti akan bilang lanjutin jadi dokter karena nanggung. Ya kebanyakan orang berkata seperti itu dan berharap seperti itu. Tapi bukannya egois, gw harus memkirkan apa yang sehat untuk gw juga.

Psikiater gw memang berharap gw akan jadi dokter sukses. Tapi beliau nggak memaksa gw, karena hidup ini gw yang jalani. Bukan untuk orang lain. Dua pilihan tersebut sama-sama tetap harus kerja keras kalau mau sukses. Ada keuntungan kelebihannya masing-masing. 

Sebenernya sejak November 2012 gw sudah ingin pindah ke dunia seni. Lalu motivasi gw untuk tetap mencoba melanjutkan koass adalah untuk orang lain ( keluarga, teman, dll ) dan kalau udah jelas jadi dokter paling nggak pemasukan untuk biaya hidup sehari-hari sudah jelas.

Dan gw pernah post disini gw berhasil melalui 3 stase berturut-turut walaupun permasalahan koassnya kompleks sekali. Nah setelah beberapa bulan berlalu, ternyata proses perjuangan gw itu seperti menjadi boomerang sendiri. Gw bisa mengingat bahagianya gw saat lulus. Tapi alam bawah sadar gw terus bergejolak mengingatkan gw kembali dengan perjuangan2 pahit yang pernah dialami. Seolah semakin berat gw berjuang dengan dunia kedokteran yang stressornya tinggi, semakin tertekan jiwa gw walaupun gw keliatan mampu2 aja. Dan makin kompleks lah pemikiran gw.

Sekarang gw belum mengambil keputusan untuk benar-benar berhenti dari dunia kedokteran. Gw coba jalani dunia seni. Toh rejeki Tuhan yang atur. Yang penting gw tetap kerja keras. Bukan menghindari yang 'susah'. Tapi lebih menyesuaikan stressor kerjaan dengan jiwa gw. Kalau di seni kan lebih bebas walaupun pemasukan bisa gak nentu. Ya itu resiko. Gw harus atur strategi, merubah gaya hidup misal.

Gw memang dari dulu bercita-cita menjadi dokter. Tapi ada banyak hal yang sangat kompleks dan hanya diri gw yang mengerti. Lalu ditengah jalan gw kuliah kedokteran, ternyata Tuhan memberikan gw sebuah anugrah bernama bipolar. Bipolar banyak merubah gw. Tapi setelah gw pelajari, ternyata sepertinya selama sebelum gw bipolar, gw hidup dengan cara yang tidak sehat untuk jiwa gw.

Sekarang gw bisa lebih memahami diri gw. Mengenal apa yang sebenarnya yang ingin gw tuju dalam hidup.

Dan gw coba lakukan apa yang bisa gw lakukan. Gw berkarya, ini sedang siapkan untuk pameran dan buku kumpulan ilustrasi gitu. Gw membantu sama memenuhi panggilan jiwa bersama Bipolar Care Indonesia. Sambil mencari peluang2 untuk dijadikan usaha / bisnis.

Ya Tuhan seperti membukakan gw jalan di 'dunia baru' yang gw rencanakan untuk ditempuh. Gw coba jalani. Siapa tahu memang Tuhan sudah merencanakan sesuatu yang lebih baik dari rancangan cita2 gw untuk menjadi dokter sejak SD dulu.

Hidup gw masih misteri. Tapi gw tetap berjalan kok. Gw tetap berusaha lakukan sesuai dengan kemampuan gw. Thanks untuk psikiater, rekan dan teman gw yang selalu mendukung dan membimbing gw. Special thanks dear Mbak Kristi untuk 2 gambar dibawah ini.. : )





Kumpul Bipolar Care Indonesia

Malam tadi ( 17 Agustus 2013 ), gw kumpul bersama teman2 yang tergabung dalam Bipolar Care Indonesia. Penderita, caregiver, dan orang2 yang peduli dengan bipolar serta kesehatan jiwa.

Nggak mudah untuk bisa saling terbuka menceritakan pengalaman hidup masing-masing dari kami. Malam tadi merupakan moment berharga untuk kami. Kebersamaan, keakraban, kekeluargaan, dan yang terpenting adalah saling peduli. Walaupun kami berbeda karakter, tapi kami sama-sama ingin maju menuju arah positif yang lebih baik. Saling dukung dan berbagi.

Teman2 bisa gabung bersama kami, Bipolar Care Indonesia. Kami biasa komunikasi lewat whatsapp di nomor 0813 1602 2911 ( Merry ), twitter @BipolarCareInd dan group facebook https://www.facebook.com/groups/bipolarcare.indonesia/

Berikut beberapa foto dari kumpul bareng malam tadi..






Terima kasih untuk teman2ku di Bipolar Care Indonesia. Maju teruuus.. ;D



Vincent van Gogh

Dulu banget gw pernah bahas tentang Vincent van Gogh dalam post berjudul Starry Starry Night. Dan seiring berjalan waktu, gw semakin ngefans ama dia. Gambar2 gw pun masih ada garis2 gelombang dia. Sampai psikiater gw juga bilang gw sepertinya terinspirasi sama dia dan emang iya. Lalu malam ini gw mencari quote tentang dia, dan gw semakin terpana. Sampai pengen nangis karena melihat keindahan jiwanya..

FYI, belakangan ini gw belajar dikit2 tentang seni. Seni murni. Bukan untuk seni yang harga jual tinggi, tapi seni yang ada dalam hati. Gw nemu beberapa quote dari seniman ( yang sejujurnya juga gw gak kenal ). Tapi yang paling memikat gw adalah Vincent van Gogh. Selalu dia. Gw udah nonton filmnya, baca quote2nya. Sekarang ngincer bukunya. Gw cinta banget pokoknya sama Vincent van Gogh.

Entah ini rasa apa, yang pasti gw dapat rasakan keindahan jiwanya, keindahatan tatapannya saat melihat alam semesta, keindahan doanya dalam kebaikan, segala tentangnya indah. Tapi sayang sekali dia bunuh diri. Mungkin itu memang yang terbaik baginya. Dan bagian itu nggak gw contoh. Gw ambil baiknya aja. Karena memang ada beberapa quote dia depressing banget. Dan I can feel itu too.

Cermati kata demi kata. Maknanya dalam. Dia sudah 'sampai' ke bagian terdalam keindahan jiwanya. Seperti yang tertuang di quotes terakhir. Well, jika nanti gw masuk surga, yang ingin gw temua setelah Tuhan dan keluarga adalah Vincent van Gogh.. :)

Ini quotesnya :



“Be clearly aware of the stars and infinity on high. Then life seems almost enchanted after all.” 

“There is nothing more truly artistic than to love people.” 

“I would rather die of passion than of boredom.” 

“I put my heart and soul into my work, and I have lost my mind in the process.”

“I often think that the night is more alive and more richly colored than the day.” 

“I try more and more to be myself, caring relatively little whether people approve or disapprove.” 

“I always think that the best way to know God is to love many things.” 

“I am always doing what I cannot do yet, in order to learn how to do it.”

“It is looking at things for a long time that ripens you and gives you a deeper meaning.” 

“If you truly love nature, you will find beauty everywhere.”

“Normality is a paved road: It’s comfortable to walk, but no flowers grow on it.” 

“The beginning is perhaps more difficult than anything else, but keep heart, it will turn out all right.” 

“I am still far from being what I want to be, but with God's help I shall succeed.” 

“Let us keep courage and try to be patient and gentle. And let us not mind being eccentric, and make distinction between good and evil.”

“In spite of everything, I shall rise again; I will take up my pencil, which I have forsaken in my great discouragement, and I will go on with my drawing.” 

“It is a pity that, as one gradually gains experience, one loses one's youth.” 

“To suffer without complaint is the only lesson we have to learn in this life” 

“Your profession is not what brings home your weekly paycheck, your profession is what you're put here on earth to do, with such passion and such intensity that it becomes spiritual in calling.” 

“Keep your love of nature, for that is the true way to understand art more and more.” 

“I shouldn't precisely have chosen madness if there had been any choice, but once such a thing has taken hold of you, you can't very well get out of it.” 

“Art is to console those who are broken by life.” 

“If you work with love and intelligence, you develop a kind of armour against people's opinions, just because of the sincerity of your love for nature and art. Nature is also severe and, to put it that way, hard, but never deceives and always helps you to move forward.” 

“Success is sometimes the outcome of a whole string of failures.” 

“The heart of man is very much like the sea, it has its storms, it has its tides and in its depths it has its pearls too” 

Curhat ( 55 )

Hmmmm, sudah lama banget ya nggak ngepost. Kali ini bakal panjang banget post-nya.. Hehe.

Well, hidup gw belakangan ini memang sangat terombang-ambing. Nggak perlu disebut lah masalahnya apa. Tapi gw nggak malu mengakui bahwa gw 'galau' menghadapinya. Gw nggak peduli bagaimana reaksi orang-orang yang berada dalam lingkaran masalah gw. Gw hanya ingin bercerita tentang pengalaman yang gw dapat dari masalah ini. 

Ya, gw memang sangat stress ( bukan stress lagi mungkin namanya ). Ini titik terparah dari sakit gw. Belum pernah sebelumnya gw mengalami yang namanya paranoid. Dan belakangan ini gw merasakannya. Yup gw mengalami gejala psikotik dan minum haloperidol. Tapi gw masih bersyukur tidak ada halusinasi. Bisa dibayangkan bagaimana teman-teman yang lebih parah dari gw. Semoga gw dan teman2 yang masih berjuang diluar sana segera diberi kesembuhan.

Dengan segala gejolak mood yang gw alami serta seluruh ketakutan irrasional dalam pikiran gw, gw terpaksa menunda koass gw lagi. Malah sempet bener2 hilang minat untuk kembali mencapai cita-cita. Tapi alhamdulillah Allah mempertemukan gw dengan orang-orang yang baik hati. Ya kadang sangat random dan benar-benar tidak terduga.

Jadi selama gw meliburkan diri ini, kerjaan gw hanya berkutat dengan jiwa gw dan menuangkan semua yang terperangkap di dalamnya menjadi sebuah karya. Gw nggak pernah seproduktif ini sebelumnya dalam berkarya. Kertas A5 yang tadinya gw rasa besar saja sekarang terlihat kecil sekali. Gw naik tingkat ke ukuran A4 dan kanvas. Sekarang sedang menggarap karya ukuran 50 x 80 cm. Sudah berapa spidol gw habiskan. Dan, gw merasa sangat terbantu dengan menggambar.

Gw mengalami masa-masa dimana jiwa gw seperti sudah pecah karena pikiran-pikiran tidak terarah dari alam bawah sadar baik tentang masa lalu maupun kini. Gw sendiri bingung karena otak gw seolah tak berhenti berputar di sebuah ruang hampa. Bergerak kemana saja tanpa arah yang jelas. Sampai saat bertemu psikiater pun gw hanya bisa bengong ternganga. Semua pikiran yang campur aduk itu mendesak untuk keluar tapi pintu keluarnya entah dimana. Rasanya sudah diujung lidah tapi gw nggak bisa mengatakannya karena too complicated.

Setiap ada satu pikiran, maka muncul pikiran2 lain berisi kekhawatiran, godaan, pembenaran, positif, negatif. Mereka semua berperang dan gw berusaha keras meleraikannya satu persatu. Belum lagi jika muncul paranoid, sebisa mungkin gw patahkan ide-ide atau ketakutan2 itu dengan sisa-sisa kelogisan pikiran gw. Kadang berhasil kadang tidak. Serangan panik beberapa kali datang walaupun tidak parah. Kadang malah reaksinya terlambat. Misalnya, gw pergi ke supermarket sama nyokap. Baru di pintu masuk gw melihat orang berjalan gw sudah ketakutan karena merasa semua orang memperhatikan gw dan berencana sesuatu yang jahat. Gw paksakan untuk menghadapinya. Berhasil sih ngambil barang2 belanjaan, tapi di kasir gw sudah lemes banget seperti mau pingsan. Akhirnya nunggu di mobil aja. Sampai di rumah seperti terflashback lagi orang-orang yang tadi serta pikiran aneh tentang rencana jahatnya. Dan gw deg-degan, nyesek semalaman.

Esoknya saat panik reda, muncul lagi pikiran-pikiran yang menyerang jiwa gw. Dalam kondisi seperti itu gw fokuskan pada 1 masalah yang paling berat. Misalnya tentang orang jahat. Gw ambil senjata gw, spidol dan kertas, lalu mulai memindahkan kejahatan dalam pikiran ke kertas. Jadilah karya seperti ini..


Ya kira-kira seperti itulah yang gw lakukan beberapa minggu ini. Selain itu, gambar2 gw juga gw bawa ke pasar seni. Gw 'berguru' pada 2 orang seniman disana. Kebanyakan hal yang pelajari justru bukan tentang seni. Tetapi tentang kehidupan. Dan mereka membantu gw untuk membuka mata lebih lebar lagi..

Awal mula gw didiagnosa bipolar adalah karena masalah keluarga. Walaupun masalahnya sepele, tapi gw sangat terpukul. Lalu mulai lunturlah rasa sayang gw pada keluarga. Nggak ke semua, tapi intinya tidak imbang lagi. Sama psikiater gw ditekankan untuk mencoba memaafkan karena marah-marah nggak akan bikin bahagia. Gw coba maafkan, tapi tetap saja gw gondok walaupun masalahnya sangat kecil sekali. Lalu sekarang guru gw di pasar seni mengatakan jangan sampai cinta kasih luntur karena hal yang sepele. Apalagi dalam keluarga. Ya mungkin hal ini bisa nggak berlaku di seluruh keluarga. Tapi di keluarga gw, memang ini kuncinya. Suatu hari guru gw bertanya dan meminta gw untuk jujur menjawabnya. Pertanyaannya, apakah hari itu gw sudah menebarkan cinta kasih dan memaafkan keluarga dari hati yang paling tulus, gw jawab belum. Dan gw mengatakan akan gw lakukan. Saat itu gw sedang dalam keadaan kecewa, sedih, dan emosi negatif lainnya. Lebihnya, gengsi gw setengah mati untuk meminta maaf pada mereka. Tapi apa salahnya gw coba, dengan tekad kuat, gw memohon maaf atas perilaku gw selama ini kepada keluarga baik yang disengaja maupun tidak, lalu gw berikan mereka pelukan dan ciuman tulus. Awalnya mereka bingung kenapa gw tiba2 minta maaf. Dikiranya gw mau bunuh diri. -___-

Sekarang mungkin sudah 3 mingguan berlalu. Dan gw selalu coba menanamkan kata-kata guru itu. Jangan sampai cinta kasih rusak karena problematika. Walaupun gw belum bisa sepenuhnya sabar dan kadang masih muncul amarah2 itu, tapi gw merasa ada beban rumit dalam jiwa yang sudah keluar. Pintu keluar itu mulai terbuka. 

Skrg melalui blog ini gw sampaikan permohonan maaf gw untuk kalian semua. Mungkin gw nggak menyadari kesalahan gw. Mungkin gw sengaja melakukan kesalahan. Mungkin yang menurut gw baik justru salah di mata orang lain. Apapun itu, gw meminta maaf. Ini bukan sekedar karena sedang ramadhan.

Gw ingin memulai kembali hidup gw dan akan gw mulai dengan meminta maaf dan memaafkan.

Mungkin tadinya gw nggak bisa menjaga omongan gw. Mungkin ada yang melihat diri gw munafik. Mungkin niat baik gw nggak cukup baik bagi orang lain. Mungkin gw membeda-bedakan orang entah dari kategori apa. Mungkin gw membenci orang. Mungkin gw terlalu menyukai orang. 

Banyak hal yang pernah gw lakukan. Walaupun gw mengatakan gw berpegang pada kebenaran dan terus berbuat kebaikan, tapi gw bukan manusia sempurna. Banyak kelemahan dan kekurangan dalam diri gw. Jika kekurangan dan kelemahan atau bahkan kebaikan gw menorehkan luka di hati rekan2, teman2, saudara2 semua, dari hati yang paling dalam gw meminta maaf. Gw pun terus berusaha memaafkan orang-orang yang pernah menorehkan luka di hati gw. Beberapa mungkin agak susah karena lukanya sangat dalam. Tapi dengan cinta kasih lama-lama semoga bisa sembuh. Jika gw terlihat menghindar atau memutuskan komunikasi, sesungguhnya itu karena trauma yang menyebabkan gejala2 fisik maupun psikis dalam diri gw, yang gw belum cukup kuat untuk menghadapinya. Tapi gw tak menyimpan dendam apapun. Gw nggak ingin membalas dengan apapun itu yang negatif. Kalaupun pernah, maka gw kembali meminta maaf.

Gw tulis ini dalam keadaan baik yang baiknya tidak bablas ketinggian. Maksudnya, dalam kondisi mood yang stabil. Semoga rekan2, teman2, saudara2 semua bisa memaafkan.

Gw juga ingin menyampaikan. Tuhan menguji umatnya dalam berbagai bentuk, disadari atau tidak. Bersyukurlah mereka yang sedang diuji. Artinya Tuhan memberikan kesempatan untuk memperbaiki diri dan belajar dari ujian tersebut. Tapi hanya orang yang membuka mata, hati, dan telinganya yang bisa memaknainya. Yang menutup mata, hati, dan telinganya mungkin termasuk orang yang merugi.

Gw ngomong gitu karena memang gw merasakan dan dalam agama yang gw yakini, hal itu tertulis di kitab suci. Ibadah gw memang belum sempurna. Gw masih berusaha terus memperbaikinya. Diterima tidaknya adalah urusan gw dan Tuhan. Nggak bisa orang menilai keimanan orang lain. Gw pun menghargai sesama umat manusia baik beriman atau tidak. Tapi ya gw menyebarkan kebaikan sesuai keyakinan gw.

Sebenarnya masih banyak yang ingin gw sampaikan. Tapi sampai disini dulu curhat gw.

Oh ya, dunia maya hanya membantu memudahkan komunikasi dan silaturahmi. Tapi kita hidup di dunia nyata. Jadi kalau ada yang mau berbagi pengalaman atau sekedar tukar pikiran dengan gw, selain melalui comment di blog ini, bisa email gw di tentangbipolar@gmail.com supaya bisa dibicarakan lebih lanjut dan siapa tahu bisa langsung bertatap muka. Kadang juga persepsi orang saat membaca tulisan gw bisa berbeda. Begitu pula dengan gw mungkin bisa mempersepsikan tulisan orang nggak seperti yang ingin disampaikan penulis. Karena itu gw membuka diri untuk menjalin silaturahmi di dunia nyata.

So, sekian dulu updatenya. Ambil yang bermanfaat, jangan ambil yang negatif. Kalau nggak bermanfaat, ya semoga kedepannya gw bisa jadi seorang yang lebih bermanfaat. : )

Cheers !

Curhat ( 54 )

Hmmm gw mau ngepost lagi. Kali ini personal, seperti biasa. Hehehe.

Gw baru aja menjadi panitia sebuah acara. Dan gw ingat sesuatu. Dulu mungkin sekitar tahun 2010, gw pernah daftar untuk kepanitiaan acara konferensi mahasiswa kedokteran seluruh dunia. Acara besar. Awalnya di sms temen kalau ada pendaftaran kepanitiaan. Terus gw ikutan. Seleksi, dan gw lolos. Dapet di divisi program. Udah meeting sama panitia lainnya. Terus juga net-meeting karena panitianya tersebar di berbagai kota di Indonesia. Terus acaranya rencana diadain di Ancol. Gw dan tim udah survey kesana. Gw udah ke pasar seni untuk liat lokasi, bisa dibikin acara apa aja dll bareng tim gw. 

Lalu, gw juga nggak tau kenapa, depresi gw muncul. Padahal sebelumnya gw udah stabil. Kerjaan gw di tim jadi terhambat. Karena boro2 mau bikin janji untuk meeting ngurusin acara, ngurus diri aja gw gak bisa. Cuma bisa bengong sambil nangis karena beban hidup terasa begitu berat. Yang mestinya ngumpul besar panitia, gw nggak bisa ikutan karena bener-bener nggak ada tenaga. Tapi masa gw lepas gitu aja kesempatan untuk berorganisasi dan bertemu teman baru dari dalam dan luar negeri.

Lalu setelah gw diskusikan dengan psikiater gw, akhirnya gw mengundurkan diri dari kepanitiaan. Kebetulan supervisor di kepanitiaan itu adalah dokter yang pernah nolong gw pas gw overdosis obat. Dia bilang jangan paksakan, yaudah gw mengundurkan diri.

Dan, ya udah. Kesempatan itu hilang begitu aja. Gw senang berorganisasi. Walaupun masih banyak kekurangan, gw menikmati rapat-rapat, atau nyusun acara, dll. Sejak gw bipolar ini, gw sangat jauh dari organisasi. Sampai akhirnya gw kembali lagi berorganisasi, dan membuat acara, di Ancol.

Bagi gw, walaupun acara yang kemaren ini nggak sebesar acara yang dulu levelnya internasional, tapi gw merasa Tuhan memberikan gw kesempatan lagi untuk bisa berkontribusi. Malah kali ini dengan tujuan murni sosial. Dulu gw sedih setengah mati, kecewa dengan diri gw, kenapa gw mesti sakit, kan gw jadi gak bisa lanjut jadi panitia. Tapi setelah 3 tahun berlalu, Tuhan menjawab pertanyaan-pertanyaan gw perlahan. Kemaren gw dikasih kesempatan untuk bikin acara di Ancol. Dulu gw pas ke pasar seni bareng tim tahun 2010 itu, dalam hati gw ih seru banget ya kalau bisa have fun disini. Dan sekarang gw bisa have fun disana. Bisa interaksi dengan warga seniman sana, bahkan pameran disana. Gw nggak pernah nyangka bisa pameran disana. Itu semua anugerah..

Guys, Tuhan itu sudah punya rencana-rencana buat kita. Tapi kadang kita gak sabar. Malah marah karena Tuhan tunda. Tapi gw sendiri sudah membuktikan. Kalau memang Tuhan itu akan tunjukan jika memang sudah waktunya. Setiap proses menunggunya adalah pembelajaran, pendewasaan, penerimaan. Dan semakin lama ternyata semakin banyak pelajaran yang bisa gw ambil dari sakit dan kehidupan gw ini.. Semoga gw terus diberi kekuatan oleh-Nya.

Selain acara ini, bukti lain adalah pas gw koass stase THT dan dokternya bilang gw apatis, jutek, nggak smart. Kayaknya gw pernah cerita bagian yang ini. Saat temen gw cerita ke dokter itu tentang sakit gw, dokter itu meremehkan gw. Dia bilang nanti gimana kalau stase besar yang ada jaganya dll. Tapi gw lulus kok stase obgyn dan interna.

Saat ini gw entah kenapa agak hilang semangat untuk koass. Mungkin karena abis fokus ke acara. Tapi gw udah diskusi dengan psikiater gw. Katanya mumpung libur, gw diminta renungkan tujuan hidup gw dll-nya. Ya semoga semangat dan passion gw cepat kembali. Amiiin.

Well, thanks for supporting me. Gw nggak lagi menututp diri gw siapa. Itu ada foto gw di post tentang acara sebelum ini. Haha. So, salam kenal !

Bipolar Care Indonesia dan "Kreasi Bipolar"

Hello. Gw mau menyampaikan sesuatu yang menurut gw bisa menjadi motivasi untuk teman-teman semua baik penderita bipolar, keluarganya, pacarnya, temannya, atau siapapun yang peduli dengan gangguan jiwa pada umumnya dan bipolar pada khususnya..

Sebelumnya, gw akan cerita singkat latar belakangnya dulu.

Jadi begini.. Di social media dan instant messaging, berdiri sebuah komunitas untuk penderita gangguan bipolar. Komunitas tersebut sudah mengadakan acara gathering di 3 kota. Lalu ingin mengadakan di Jakarta. Gw merasa 'terpanggil' untuk membantu teman sesama penderita, mencoba mengajukan untuk mengadakan acara ini di Ancol. Karena sebelumnya gw sudah pernah pameran disana, ada Kedai Art Brut juga disana yang berfokus pada kesenian dari penderita gangguan jiwa. Akhirnya gw ajukan lah. Dan mereka mau membantu. Lalu mulai perencanaan konsep dll. 

Lalu kira-kira 10 hari sebelum acara, di group panitia yang terdiri dari 7 orang, 2 orang anggota group yang juga founder komunitas tersebut menyatakan keluar dari kepanitiaan karena alasan ya yang sepertinya tidak layak disebutkan disini. Kami berlima yang tersisa di group menjadi bingung. Dan serba salah jika mengambil keputusan sepihak. Lalu 3 hari kami coba rembukan bersama tetapi founder tidak bisa dihubungi. Sedangkan acara sudah 7 hari lagi, dan dari pihak sponsor juga mendesak butuh kepastian detail dll. Gw pribadi tidak mau mundur. Kasian teman-teman yang sudah berharap acara ini terlaksana lebihnya lagi jika dibatalkan sangat tidak menghargai sponsor yang sudah mau membantu. Akhirnya gw dan keempat teman sesama panitia memutuskan untuk keluar dari komunitas tersebut, membentuk yang baru dengan nama BIPOLAR CARE INDONESIA. Dalam waktu yang tersisa 1 minggu, kami berlima kerja keras untuk mengajukan ulang kerja sama, menyusun ulang acara, design, publikasi, surat-surat, dll. Ditambah lagi media publikasi kami yaitu twitter di suspend oleh pihak twitter. Ya mungkin karena kesalahan kita memfollow orang terlalu banyak atau ada hal lain yang kami tidak tahu. Tapi semua rintangan itu tidak membuat semangat kami turun. Kami bekerja bersama-sama, untuk kepentingan bersama. Karena memang niat awal kami adalah untuk kebaikan bersama.

Dari hasil kerja keras itu, lahirlah acara "KREASI BIPOLAR". Mohon maaf gw malah gak masang posternya disini. Acara diskusi sudah berlangsung tanggal 2 Juni. Melihat antusias dari teman-teman peserta yang hadir baik dalam diskusi maupun pameran. Walaupun ya gw akui banyak hal teknis yang harus diperbaiki. Bukan menyalahkan pihak sponsor sih, tapi memang ada beberapa hal yang keputusan2nya dibuat H-2 acara sehingga jadi kurang efektif. Secara kami juga harus merombak ulang acara. Tapi gw terbuka menerima kritik dan saran. Dan gw akan terus belajar dalam hal ini. Semoga teman-teman peserta maklum dan memaafkan ya.


Saat ini masih berlangsung pameran di Pasar Seni Ancol ( depan warung hijau ). Pamerannya adalah luksian dari Kedai Art Brut, merupakan kolaborasi Pak Dwi Putro ( penderita skizofrenia ) dengan seniman pasar seni ancol. Daaan, pameran karya penderita bipolar.

Untuk teman-teman sesama penderita, ayo kita sama-sama berkarya, mendukung satu sama lain, membangun sebuah keluarga bersama-sama. Ini adalah impian gw dari dulu, ingin membuat komunitas bipolar. Tapi gw nggak sanggup kalau sendirian. Lalu akhirnya perlahan Tuhan memperlihatkan orang-orang baik dan luar biasa sehingga terbentuklah Bipolar Care Indonesia.

Dan kami tidak memberikan janji-janji dulu. Acara Kreasi Bipolar adalah acara pertama kami, ya walaupun sebenarnya ini awalnya dari acara sebelumnya milik founder komunitas lain. Terima kasih juga untuk founder komunitas tersebut. Tapi kami dan komunitas tersebut sama-sama berjalan kok. Kami sama-sama tumbuh, dan nanti biar anggota yang memilih mana yang baik untuk dirinya. Mau dikeduanya juga boleh.

Saat ini kami susun rencana-rencana dulu, membangun pondasi dan kaki-kaki kami, mencari dana, bantuan, dan dukungan dari siapa saja yang mau membantu. Seluruh dana dan dukungan akan kami catat dan laporkan. Kami berusaha untuk belajar berorganisasi dengan baik dari awal. Kami akan terus berkontribusi.

5 panitia yang menyiapkan acara ini sama-sama mengalami gejala bipolar. Ada yang memang sudah terdiagnosis dan rutin minum obat, merasakan gejala tetapi tidak sampai mengganggu fungsi personal sosial pekerjaannya, dll. Tapi kami semua sama-sama peduli. Karena satu tujuan, kami ber-5 merasa seperti teman yang sudah kenal lama. Dan kami buktikan bahwa kami bisa. 

Terima kasih untuk PT Pembangunan Jaya Ancol, Pasar Seni Taman Impian Jaya Ancol, dan Kedai Art Brut sebagai sponsor. Narasumber Bapak Budi Karya Sumadi, dr. Hervita Diatri ( psikiater ), Mbak Mona ( psikolog ), Hana Madness ( seniman dengan disabilitas mental ), dan Nawa Tunggal ( pemerharti art brut dan aktivis kesehatan jiwa ). Lalu Apsari Aviantifa dengan monolognya. Semua peserta mulai dari PMR SMPN 282 yang termuda, mahasiswa/i fakultas psikologi, teman-teman KPSI dan PJS, Mbak Helga Worotitjan, Mas Tarjum yang datang dari Subang, dan lain-lain.

Terima kasih khusus gw ucapkan untuk gw sendiri dan keempat rekan dari Bipolar Care Indonesia atas kerja sama dan semangatnya yang luar biasa :

Merry, Igi, Rendy, Vindy, dan Mili.

Thanks semuanya.. 
Yang mau ke pamerannya masih berlangsung sampai tanggal 30 Juni 2013.

Berikut foto-foto acaranya..













BIPOLAR CARE INDONESIA

Email : bipolarcare.indonesia@gmail.com
Facebook : https://www.facebook.com/groups/bipolarcare.indonesia/
Twitter : @BipolarCareInd
Web : www.bipolarcareindonesia.com
Instagram : bipolarcare.indonesia


Curhat ( 53 )


Hi. Gw mau update yang menurut gw cukup penting.



Di Curhat ( 52 ) gw bilang gw lagi depresi. Tapi skrg ya mungkin gw masih naik turun, tapi nggak separah yang lalu. Ada beberapa pelajaran yang bisa gw ambil dari sesi terapi gw dengan psikiater gw.

Di salah satu sesi dengan psikiater baru, gw cerita beberapa kejadian yang pernah gw alami dan bagaimana perilaku-perilaku gw. Dan ya memang, gw bipolar dan dia setuju dengan pendapat psikiater lain gw yg menyebutkan gw ciri kepribadian ambang ( borderline personality ). Kepribadian gw itu yg bikin gw bisa ngelunjak ama psikiater gw di satu waktu, dan di waktu lain nganggep dia dewa penyelamat.

Lalu kami diskusi banyak tentang strategi2 terapi. Psikiater yg ini alirannya sederhana. Misalnya, gw benci sama X, ya maafkan. Kan kalau benci terus marah2 kita jadi nggak bahagia. Kalau gw lagi butuh perhatian, ya bilang to the point aja, nggak usah sok2 ini itu dulu. Memang setiap psikiater ada 'style' sendiri. Nah psikiater yg baru ini pesannya cuma minum obat teratur, menerima dan mencintai diri sendiri, maafkan orang yg membuat gw marah, berpikir sederhana. Udah sejauh ini itu dulu. Keliatannya ya sederhana. Tapi bagi gw ini PR luar biasa.

Entah kenapa juga PR itu seperti kaya baru gw kenali. Padahal gw yakin psikiater gw yg dulu2 pernah juga nyuruh gw kaya gitu. Dan pasti ada banyak orang yg pernah cerita kaya gitu juga ke gw. Mungkin, bisa jadi ini karena setiap dia memberikan gw PR, dia menceritakan kisah perjuangannya untuk bisa melaksanakan hal yang akhirnya dia PR-in ke gw itu. Jadi gw seperti ngeliat bukti nyata hasil dari penerapan 3 hal itu. Yg urusan minum obat gw nggak tau ya. Hehe. Tapi untuk urusan hidup yg lain, dia selalu memberi gw masukan, dari apa yang sudah bisa dia lakukan. Mungkin itu yang selama ini psikiater lain gw nggak bilang. Cuma sekedar "Saya juga pernah kok." Tapi psikiater yang baru ini cerita lumayan banyak ttg perjuangan hidup dia yang bikin gw nganga juga. Bahkah pas dia lagi cerita, gw sudah mulai mau menitikkan air mata. Terus pas giliran gw yang cerita keluarlah air mata gw. Hehe. Tumbenan itu. Padahal gw masuk senyum2 dan ketawa2 ama dia. Hi dok, barangkali dokter lagi baca, saya juga mau seperti dokter.. :')

Dan yang lebih penting lagi, di akhir sesi gw merasa seperti "gw harus berubah.." terus gw bilang lah ke dokternya "dok sering-sering ingetin aku ya dok.." maksud gw biar gw disemangatin terus dan karena gw ngerasa gw agak susah untuk berubah, mungkin karena keras kepala. Biasanya ( seinget gw ), orang akan jawab "iya.." atau "saya akan selalu dukung dan ingatkan..". Tapi kali ini beda. Abis gw ngomong minta diingetin, dia bilang "Ya masa saya udah cerita-cerita panjang lebar gini kamu suruh saya ulang2 lagi sih.. Kamu juga harus bisa belajar memahami apa yang saya bilang dong.." JLEB. Sumpah di gw ini jleb banget. Hahaha. Dia nggak marah. Gw tau lah gerak-gerik orang marah atau orang ngomong dengan tujuan baik. Dan tujuan dia baik. Gw bersyukur bgt dia ngomong gitu..

Gw sadar, mau seribu psikiater yang ngingetin gw pun kalau diri gw setengah-setengah, sampai kiamat juga gw nggak akan berubah.. Dan, mulailah perenungan gw..

Dulu gw orangnya beda banget sama yang sekarang. Gw sangat tenang, tidak pernah panik, sabar banget, nggak pernah marah-marah, dewasa, dipercaya, kuliah gw lancar, organisasi juga, padahal kan konflik organisasi lumayan berat. Tapi gw bisa menghandle stressor. Banyak stressor. Gw ingin sekali diri gw seperti dulu lagi. Tapi, bijakkah jika gw menuntut diri gw sekarang ini untuk kembali seperti dulu ? Setelah gw pikirkan, sepertinya semakin gw menuntut diri gw untuk kembali seperti dulu, semakin susah gw menerima diri gw yang sekarang. Lalu semakin susah juga gw mengendalikan diri yang sekarang. Jadi gw berusaha keras merubah pemikiran gw. Diri gw ya yang ada saat ini. Kalau gw gali, masih ada kok potensinya.. Gw nggak menuntut bisa seperti dulu lagi. Tapi berharap bisa menjalankan proses untuk kearah sana. Yang penting, gw terima diri gw sekarang.

Setelah gw menerima diri gw, ya memang gw masih tetap mengalami perubahan dan kelabilan mood. Satu waktu gw sangatlah semangat untuk jadi dokter. Terus sejam kemudian semangat itu hilang sama sekali dan hanya bisa bengong. Tapi satu hal berbeda dari biasanya. Gw nggak marah dengan perubahan dan kelabilan mood ini. Lebihnya lagi, tak ada tindakan bodoh seperti melukai lengan atau apa. Memikirkan itu aja nggak. Dan menurut gw, itu sebuah kemajuan yang luar biasa.. Untuk pertama kalinya gw terima kelabilan yg terjadi. Selama ini gw pasti gw kecewa, marah, terus jatuh depresi, lalu bertindak bodoh setiap gw labil. Tapi sekarang nggak. Semoga ini menjadi sebuah permulaan untuk perubahan. Dan semoga bertahan seperti ini.

Jadi, gw menganggap diri gw ini lagi jadi kepompong dulu. Gw memang terpaksa mengundurkan diri dari stase yg skrg. Jadi gw libur lagi 4 minggu. Ya itu kemunduran. Tapi itu keputusan diambil disaat mood dan pikiran gw bagus, atas beberapa pertimbangan baik buruk dan resiko mana yang bisa lebih diambil. Nggak usah gw sebut lah disini. Hehe. Intinya, gw akan tetap berjuang untuk menjadi dokter. Perjuangan gw mungkin akan lebih lama. Tapi lebih baik menjadi lama daripada menyerah saja kan ?

Yang terpenting lagi, gw harus benar2 belajar untuk konsisten. Gw sadar gw labil. Dan labil gw adalah bagian penyakit gw. Jadi kalau gw tiba2 mikir untuk pindah haluan atau apalah kelabilan lainnya, gw bisa menyadari kalau ini adalah bagian penyakit yang saat ini sedang diterapi.

Hmmm sekian dulu update dari gw.

Curhat ( 52 )

Hello. FYI, sekarang gw sedang dalam episode depresif ( atau campuran ya whatever ). Mungkin isi post gw bakal banyak tentang pertanyaan hidup dan keputusasaan. I don't care kalian mau bilang gw seperti apa. Manja, nggak bersyukur, lemah, whatever, gw nggak peduli. Gw hanya ingin menuliskan perasaan dan apa yang terjadi dengan gw beberapa hari ini. Dan inilah diriku, masih menderita bipolar.

Singkat cerita, sejak gw lulus stase terakhir di Interna, gw memang bahagia dan menjadi bijak dalam mengambil pelajaran hidup. Tapi lama-lama gw jadi makin banyak ide, sampai saat mesti melakukan hal yang jadi tanggung jawab gw, otak gw masih penuh dengan ide yang muncul bergantian dan loncat-loncat. Konsentrasi gw hilang jadi nggak bisa fokus. Dan akhirnya kesel sendiri, lalu tiba-tiba gw kehilangan kemampuan berpikir gw, cuma bisa bengong doang di kasur.

Nggak cuma ide-ide yang muncul nggak karuan, tapi gw juga mulai bosen dengan rutinitas dan planning liburan gw. Ada beberapa moment ups and downs yang terjadi, dan ada 2 yang parah sampai gw akhirnya bablas melukai lengan lagi. Kali ini jauh lebih berani dari yang dulu-dulu dan lebih dalam lukanya.

Disaat gw sedang seperti itu gw belum bisa menemui psikiater gw karena beliau sibuk sekali. Walaupun kami bbm-an, tapi menurut gw beda lah rasanya. Gw sempet hopeless juga, sampai akhirnya gw memutuskan ke psikiater baru yang tempat prakteknya sama dengan psikiater lama gw. At least ada file gw yang bisa dia baca dulu.

Hasil pertemuannya, dosis obat gw naik jadi 2 kali lipat. Gw akui, gw memang salah selama koass mata neuro dan interna kemaren nggak rutin minum obat. Ya Allah gw udah muak ama obat. Tapi seperti yang kita ketahui, disaat kambuh, dosis obat yang biasanya mempan jadi nggak mempan sehingga terpaksa dinaikkan dosisnya. Ya sampai sekarang gw mencoba nggak miss sekalipun dalam minum obat.

Selain minum obat rutin, PR gw adalah untuk menerima keadaan gw ini seutuhnya. Menerima kebipolaran gw. Keliatannya simple ya.. Tapi kalau kalian baca ulang seluruh blog gw dari post pertama, bisa diliat kalau yang terjadi adalah acceptance lalu denial lalu acceptance lagi lalu denial lagi. Selalu begitu. Ada kalanya gw ngepost hal-hal bijak yang gw pelajari dari kejadian relaps gw. Tapi abis itu gw tetep aja relaps lagi. Lalu belajar sesuatu lagi. Dan relaps lagi. Intinya, gw memang ada progress. Tapi kemajuannya nggak signifikan.. Gw nggak tau bagian mana yang salah. Atau mungkin sebenarnya gw tau cuma nggak mau merubahnya. Sekarang pun masih begini, depresi lagi, galau koass lagi, kehilangan minta untuk jadi dokter lagi, kesepeian lagi, pengen mati lagi..

Hmmm sekarang sih nama gw terdaftar di sebuah stase koass. Tapi gw udah bolos sehari karena nggak sanggup masuk. Bukannya males ya. Gw juga dari jaman SMA pemalas karena nggak suka pelajarannya tapi gw tetep masuk kok, bolos sesekali. Tapi masa iya gw dengan tanpa pikirnya males masuk koass. Nilai sehari nggak masuk aja udah dikurangin sekian point. Yup, gw depresi. Dari hari pertama gw udah depresi. Walaupun nggak separah dulu dan gw masih bisa mencari hal yang menyenangkan untuk menghibur gw, tapi gejala yang lain jelas. Gw sama sekali nggak bisa konsentrasi dalam bejalar. Dan itu sebuah halangan banget untuk stase kali ini, dimana di hari pertama sudah langsung diatur bab apa yang harus kita kuasai di hari kedua ketiga dst. Dan gw nggak bisa mengerti satu pun isi bab itu. Bangun pagi tau harus koass aja rasanya kaya abis jatuh ditimpa tangga kejeblos lobang digerogoti tikus ( oke itu lebay ). Ya gitu deh.

Mana gw jadi ngelunjak lagi ama psikiater gw yang lama, bukan yang baru ini. Gw marah2 lagi keras kepala egois nggak tau diri sama dia. Kemana rasa malu gw kemana rasa sopan gw. Pliss deh gw nggak tau kenapa gw bisa jadi segitunya ama dia, dia itu psikiater paling baik yang pernah gw temui, kenapa gw ngelunjak ama dia.. Ya Allah gw nyesel.. Ah dulu juga nyesel tapi seakrang gw ulang. Stupid.

Intinya, I'm all messed up sih sekarang. 

Tapi ada satu hal yang gw urus, yang semoga bisa menjaga kewarasan gw.. Gw membantu Bipolar Center Indonesia ( bisa di cari groupnya di FB, ada twitternya juga ) dalam menyiapkan semacam acara roadshownya mereka untuk Jakarta. Berhubung gw tinggal di Jakarta, jadi gw menawarkan diri untuk membantu dan I do enjoy it. Acaranya nanti ( insyaallah ) berlangsung tanggal 2 Juni 2013 di Pasar Seni Ancol. Doakan dan datang ya !

Sekian dulu update nggak penting dari gw. Nggak usah contoh yang jelek, dan ambil yang baik kalau emang ada. Hehe.