by Vindy Ariella. Powered by Blogger.

Curhat ( 47 )

Hi. Sudah lama tidak update blog karena sibuk koass. *Sok sibuk tepatnya. Haha..

Stase Neurologi selama 5 minggu telah gw lewati. Jadi, dari total 13 stase yang harus ditempuh, gw sudah menyelesaikan 6 stase. Dan sekarang gw sedang menjalani stase ke-7 yaitu Ilmu Penyakit Dalam selama 10 minggu. Ini adalah intinya koass. Karena penyakit yang sering dijumpai oleh dokter ada disini. Gw baru melalui satu minggu. Ya so far so good sih. Lelah ya lumayan terasa karena ada jaga dan pasiennya banyak. Tapi mood terkontrol. Semoga gw bisa stabil terus sampai selesai 10 minggu ini dan dapat nilai memuaskan. Gw khawatir juga karena ini baru pertama kalinya gw bakal koass non-stop 20 minggu. Sejak stase mata kemaren gw nggak libur. Cuma pas tanggal merah aja. Abis mata langsung neuro, terus penyakit dalam. Abis ini malah rencana koass lagi. Dengan catatan, gw mampu.

Ya sejujurnya, seperti yang sudah gw sebut, gw khawatir. Apakah gw kuat  ? Jangan sampai gw kambuh ditengah stase yang bakal jadi rempong untuk gw sendiri dan untuk teman-teman satu stase gw. Doakan gw ya.. Yang membuat gw bertahan sampai sekarang adalah niat yang kuat. Gw lihat teman-teman satu angkatan gw sudah pada selesai koass dan sebentar lagi dilantik jadi dokter. Tapi gw masih aja koass. Kalau gw nggak ngebut, gw bakal ketinggalan jauh. Kalau gw enak2an libur karena manja dengan penyakit gw, gw bakal kalah. Itu yang membuat gw menjadi niat sekali menyelesaikan koass sesegera mungkin.

Memang gw punya kekurangan, gw didiagnosa bipolar. Tapi sekarang kondisi gw sudah membaik, psikiater gw mengatakan gw mampu, lalu apa lagi yang gw tunggu ? Gw nggak pengen meratapi diri dan berlindung dengan alasan gw kan sakit dan blablabla. Selama gw masih mampu, gw harus berjuang sebisa gw.

Dan koass mengajarkan gw banyak hal. Kalau di stase mata dulu, gw belajar memahami bahwa semua orang menyimpan derita, dan betapa berharganya setiap ciptaan Tuhan di dalam tubuh kita. Lalu di stase neurologi gw belajar untuk lebih menyayangi dan peduli dengan orang tua. Hampir seluruh pasien neuro sudah berumur, mulai dari yang sakit pinggang, gemetaran, sampai lumpuh. Beberapa dari mereka hanya mengandalkan anaknya untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari. Beberapa dari mereka berjuang sendiri karena anaknya tidak peduli dengan orang tuanya. Gw bersyukur sekali masih memiliki orang tua yang sehat. Tidak bisa dibayangkan jika gw seperti anak dari pasien-pasien itu. Gw jadi lebih aware dengan kesehatan orang tua gw dan terus mendoakan mereka.

Lalu di stase penyakit dalam ini, walaupun gw baru satu minggu, tapi gw belajar tentang betapa berharganya waktu. Karena banyak yang harus gw lakukan, jika menunda sesaat saja efeknya bisa kacau semua kebelakang. Misal, mau nulis status rekam medis pasien, tapi gw tunda karena merasa masih punya banyak waktu. Tapi ternyata pasien gw ada yang kondisi gawat atau ada panggilan lain. Akhirnya nggak jadi nulis. 

Dan gw juga belajar untuk tetap siap setiap saat, dalam hal apapun. Hari pertama stase ini hanya diberi pengarahan. Lalu hari keduanya baru mulai standby jaga di bangsal. Gw pikir, ah baru hari pertama di bangsal ini. Paling kalau salah masih dimaklumi. Tapi kenyataannya, saat gw duduk tenang sambil menulis status pasien dan kedua teman kelompok gw keluar makan, perawat memanggil gw dan mengatakan bahwa salah satu pasien di bangsal itu dalam keadaan gawat. Pasien itu memang direncanakan untuk dipindah ke RS lain yang alatnya lebih canggih karena kondisinya memang buruk, keluarga sedang mengurusnya. Dari pagi saat gw melihat kondisi pasien itu keluarganya sudah membacakan ayat-ayat dan membimbing pasien itu untuk berdzikir. Ternyata siangnya keadaan pasien itu tambah buruk. Gw langsung menghubungi teman kelompok gw dan perawat menghubungi dokter spesialis yang merawat pasien itu. Saat gw cek, pasien itu sudah tidak bernafas, bunyi jantungnya tidak terdengar, dan pupilnya tidak bereaksi. Atas perintah dokter, gw dan kedua teman gw bergantian menolong pasien itu, melakukan resusitasi jantung paru dll. Terdengar suara tangisan dari keluarga pasien di luar ruangan. Saat gw keluar sesaat untuk mengambil sesuatu, anak satu-satunya dari pasien itu menatap gw dan mengatakan "Dokter tolong bapak saya.. Bapak pasti sembuh.." Gw bergegas mengambil barang yang gw butuhkan dan kembali ke ruangan bapak itu. Gw, teman gw, dokter spesialisnya dan perawat, kami sudah berusaha. Tapi Tuhan berkata lain, Bapak itu tidak tertolong dan dinyatakan meninggal dunia. Itulah pertama kalinya gw melihat langsung kematian di depan gw dengan mata sendiri.. Tak peduli apakah itu hari pertama atau terakhir gw, gw harus siap.

Kejadian itu membuat gw termenung sejenak. Walaupun gw masih dalam tahap pendidikan, tapi tetap. Dimata keluarga pasien, saat pasien kondisinya gawat, gw lah yang dia harapkan bisa menolong pasien itu. Lalu gw melihat kedalam diri gw, tak pantas lagi jika gw sebentar-sebentar mengeluh mood drop, nggak niat ngapa2in, dll. Tak pantas lagi jika gw 'memanjakan' diri gw dengan alasan gw memiliki 'kekurangan'. Terutama jika gw sedang bertugas. Gw yang memilih untuk menjadi dokter. Orang tidak akan peduli jika dokternya sedang depresi atau apa. Yang orang tahu disaat gawat yang bisa diandalkan ya dokter. Lalu, apakah gw pantas menjadi dokter ? Mungkin jawaban yang tepat harus dilihat dari dua sisi. Sisi pertama, gw melihat diri gw disaat stabil gw mampu. Sisi kedua, psikiater gw mengatakan gw memang mampu. Gw menyimpulkan Tuhan masih memberikan gw kesempatan untuk mengejar cita-cita gw. Sekarang bagaimana gw memanfaatkan kesempatan itu. Dan gw yakin Tuhan melindungi gw. Gw yakin Tuhan punya rencana yang baik untuk gw. Dan Tuhan tidak akan memberi beban diluar kemampuan umat-Nya. Jadi, ya, gw akan berusaha..

Btw, cerita diatas itu bukan bermaksud untuk mengelu-elukan profesi dokter atau gimana ya.. Itu hanya pemikiran gw saja. Kalau memang bermanfaat ya syukur, tapi kalau ternyata salah atau terkesan sombong ya mohon dimaafkan. Dan feel free to give comment on this post. Gw senang kok jika ada yang mau berbagi pikiran, kritik, saran, dll.

Sekian dulu updatenya, see ya! :)