by Vindy Ariella. Diberdayakan oleh Blogger.

Curhat ( 54 )

Hmmm gw mau ngepost lagi. Kali ini personal, seperti biasa. Hehehe.

Gw baru aja menjadi panitia sebuah acara. Dan gw ingat sesuatu. Dulu mungkin sekitar tahun 2010, gw pernah daftar untuk kepanitiaan acara konferensi mahasiswa kedokteran seluruh dunia. Acara besar. Awalnya di sms temen kalau ada pendaftaran kepanitiaan. Terus gw ikutan. Seleksi, dan gw lolos. Dapet di divisi program. Udah meeting sama panitia lainnya. Terus juga net-meeting karena panitianya tersebar di berbagai kota di Indonesia. Terus acaranya rencana diadain di Ancol. Gw dan tim udah survey kesana. Gw udah ke pasar seni untuk liat lokasi, bisa dibikin acara apa aja dll bareng tim gw. 

Lalu, gw juga nggak tau kenapa, depresi gw muncul. Padahal sebelumnya gw udah stabil. Kerjaan gw di tim jadi terhambat. Karena boro2 mau bikin janji untuk meeting ngurusin acara, ngurus diri aja gw gak bisa. Cuma bisa bengong sambil nangis karena beban hidup terasa begitu berat. Yang mestinya ngumpul besar panitia, gw nggak bisa ikutan karena bener-bener nggak ada tenaga. Tapi masa gw lepas gitu aja kesempatan untuk berorganisasi dan bertemu teman baru dari dalam dan luar negeri.

Lalu setelah gw diskusikan dengan psikiater gw, akhirnya gw mengundurkan diri dari kepanitiaan. Kebetulan supervisor di kepanitiaan itu adalah dokter yang pernah nolong gw pas gw overdosis obat. Dia bilang jangan paksakan, yaudah gw mengundurkan diri.

Dan, ya udah. Kesempatan itu hilang begitu aja. Gw senang berorganisasi. Walaupun masih banyak kekurangan, gw menikmati rapat-rapat, atau nyusun acara, dll. Sejak gw bipolar ini, gw sangat jauh dari organisasi. Sampai akhirnya gw kembali lagi berorganisasi, dan membuat acara, di Ancol.

Bagi gw, walaupun acara yang kemaren ini nggak sebesar acara yang dulu levelnya internasional, tapi gw merasa Tuhan memberikan gw kesempatan lagi untuk bisa berkontribusi. Malah kali ini dengan tujuan murni sosial. Dulu gw sedih setengah mati, kecewa dengan diri gw, kenapa gw mesti sakit, kan gw jadi gak bisa lanjut jadi panitia. Tapi setelah 3 tahun berlalu, Tuhan menjawab pertanyaan-pertanyaan gw perlahan. Kemaren gw dikasih kesempatan untuk bikin acara di Ancol. Dulu gw pas ke pasar seni bareng tim tahun 2010 itu, dalam hati gw ih seru banget ya kalau bisa have fun disini. Dan sekarang gw bisa have fun disana. Bisa interaksi dengan warga seniman sana, bahkan pameran disana. Gw nggak pernah nyangka bisa pameran disana. Itu semua anugerah..

Guys, Tuhan itu sudah punya rencana-rencana buat kita. Tapi kadang kita gak sabar. Malah marah karena Tuhan tunda. Tapi gw sendiri sudah membuktikan. Kalau memang Tuhan itu akan tunjukan jika memang sudah waktunya. Setiap proses menunggunya adalah pembelajaran, pendewasaan, penerimaan. Dan semakin lama ternyata semakin banyak pelajaran yang bisa gw ambil dari sakit dan kehidupan gw ini.. Semoga gw terus diberi kekuatan oleh-Nya.

Selain acara ini, bukti lain adalah pas gw koass stase THT dan dokternya bilang gw apatis, jutek, nggak smart. Kayaknya gw pernah cerita bagian yang ini. Saat temen gw cerita ke dokter itu tentang sakit gw, dokter itu meremehkan gw. Dia bilang nanti gimana kalau stase besar yang ada jaganya dll. Tapi gw lulus kok stase obgyn dan interna.

Saat ini gw entah kenapa agak hilang semangat untuk koass. Mungkin karena abis fokus ke acara. Tapi gw udah diskusi dengan psikiater gw. Katanya mumpung libur, gw diminta renungkan tujuan hidup gw dll-nya. Ya semoga semangat dan passion gw cepat kembali. Amiiin.

Well, thanks for supporting me. Gw nggak lagi menututp diri gw siapa. Itu ada foto gw di post tentang acara sebelum ini. Haha. So, salam kenal !

Bipolar Care Indonesia dan "Kreasi Bipolar"

Hello. Gw mau menyampaikan sesuatu yang menurut gw bisa menjadi motivasi untuk teman-teman semua baik penderita bipolar, keluarganya, pacarnya, temannya, atau siapapun yang peduli dengan gangguan jiwa pada umumnya dan bipolar pada khususnya..

Sebelumnya, gw akan cerita singkat latar belakangnya dulu.

Jadi begini.. Di social media dan instant messaging, berdiri sebuah komunitas untuk penderita gangguan bipolar. Komunitas tersebut sudah mengadakan acara gathering di 3 kota. Lalu ingin mengadakan di Jakarta. Gw merasa 'terpanggil' untuk membantu teman sesama penderita, mencoba mengajukan untuk mengadakan acara ini di Ancol. Karena sebelumnya gw sudah pernah pameran disana, ada Kedai Art Brut juga disana yang berfokus pada kesenian dari penderita gangguan jiwa. Akhirnya gw ajukan lah. Dan mereka mau membantu. Lalu mulai perencanaan konsep dll. 

Lalu kira-kira 10 hari sebelum acara, di group panitia yang terdiri dari 7 orang, 2 orang anggota group yang juga founder komunitas tersebut menyatakan keluar dari kepanitiaan karena alasan ya yang sepertinya tidak layak disebutkan disini. Kami berlima yang tersisa di group menjadi bingung. Dan serba salah jika mengambil keputusan sepihak. Lalu 3 hari kami coba rembukan bersama tetapi founder tidak bisa dihubungi. Sedangkan acara sudah 7 hari lagi, dan dari pihak sponsor juga mendesak butuh kepastian detail dll. Gw pribadi tidak mau mundur. Kasian teman-teman yang sudah berharap acara ini terlaksana lebihnya lagi jika dibatalkan sangat tidak menghargai sponsor yang sudah mau membantu. Akhirnya gw dan keempat teman sesama panitia memutuskan untuk keluar dari komunitas tersebut, membentuk yang baru dengan nama BIPOLAR CARE INDONESIA. Dalam waktu yang tersisa 1 minggu, kami berlima kerja keras untuk mengajukan ulang kerja sama, menyusun ulang acara, design, publikasi, surat-surat, dll. Ditambah lagi media publikasi kami yaitu twitter di suspend oleh pihak twitter. Ya mungkin karena kesalahan kita memfollow orang terlalu banyak atau ada hal lain yang kami tidak tahu. Tapi semua rintangan itu tidak membuat semangat kami turun. Kami bekerja bersama-sama, untuk kepentingan bersama. Karena memang niat awal kami adalah untuk kebaikan bersama.

Dari hasil kerja keras itu, lahirlah acara "KREASI BIPOLAR". Mohon maaf gw malah gak masang posternya disini. Acara diskusi sudah berlangsung tanggal 2 Juni. Melihat antusias dari teman-teman peserta yang hadir baik dalam diskusi maupun pameran. Walaupun ya gw akui banyak hal teknis yang harus diperbaiki. Bukan menyalahkan pihak sponsor sih, tapi memang ada beberapa hal yang keputusan2nya dibuat H-2 acara sehingga jadi kurang efektif. Secara kami juga harus merombak ulang acara. Tapi gw terbuka menerima kritik dan saran. Dan gw akan terus belajar dalam hal ini. Semoga teman-teman peserta maklum dan memaafkan ya.


Saat ini masih berlangsung pameran di Pasar Seni Ancol ( depan warung hijau ). Pamerannya adalah luksian dari Kedai Art Brut, merupakan kolaborasi Pak Dwi Putro ( penderita skizofrenia ) dengan seniman pasar seni ancol. Daaan, pameran karya penderita bipolar.

Untuk teman-teman sesama penderita, ayo kita sama-sama berkarya, mendukung satu sama lain, membangun sebuah keluarga bersama-sama. Ini adalah impian gw dari dulu, ingin membuat komunitas bipolar. Tapi gw nggak sanggup kalau sendirian. Lalu akhirnya perlahan Tuhan memperlihatkan orang-orang baik dan luar biasa sehingga terbentuklah Bipolar Care Indonesia.

Dan kami tidak memberikan janji-janji dulu. Acara Kreasi Bipolar adalah acara pertama kami, ya walaupun sebenarnya ini awalnya dari acara sebelumnya milik founder komunitas lain. Terima kasih juga untuk founder komunitas tersebut. Tapi kami dan komunitas tersebut sama-sama berjalan kok. Kami sama-sama tumbuh, dan nanti biar anggota yang memilih mana yang baik untuk dirinya. Mau dikeduanya juga boleh.

Saat ini kami susun rencana-rencana dulu, membangun pondasi dan kaki-kaki kami, mencari dana, bantuan, dan dukungan dari siapa saja yang mau membantu. Seluruh dana dan dukungan akan kami catat dan laporkan. Kami berusaha untuk belajar berorganisasi dengan baik dari awal. Kami akan terus berkontribusi.

5 panitia yang menyiapkan acara ini sama-sama mengalami gejala bipolar. Ada yang memang sudah terdiagnosis dan rutin minum obat, merasakan gejala tetapi tidak sampai mengganggu fungsi personal sosial pekerjaannya, dll. Tapi kami semua sama-sama peduli. Karena satu tujuan, kami ber-5 merasa seperti teman yang sudah kenal lama. Dan kami buktikan bahwa kami bisa. 

Terima kasih untuk PT Pembangunan Jaya Ancol, Pasar Seni Taman Impian Jaya Ancol, dan Kedai Art Brut sebagai sponsor. Narasumber Bapak Budi Karya Sumadi, dr. Hervita Diatri ( psikiater ), Mbak Mona ( psikolog ), Hana Madness ( seniman dengan disabilitas mental ), dan Nawa Tunggal ( pemerharti art brut dan aktivis kesehatan jiwa ). Lalu Apsari Aviantifa dengan monolognya. Semua peserta mulai dari PMR SMPN 282 yang termuda, mahasiswa/i fakultas psikologi, teman-teman KPSI dan PJS, Mbak Helga Worotitjan, Mas Tarjum yang datang dari Subang, dan lain-lain.

Terima kasih khusus gw ucapkan untuk gw sendiri dan keempat rekan dari Bipolar Care Indonesia atas kerja sama dan semangatnya yang luar biasa :

Merry, Igi, Rendy, Vindy, dan Mili.

Thanks semuanya.. 
Yang mau ke pamerannya masih berlangsung sampai tanggal 30 Juni 2013.

Berikut foto-foto acaranya..













BIPOLAR CARE INDONESIA

Email : bipolarcare.indonesia@gmail.com
Facebook : https://www.facebook.com/groups/bipolarcare.indonesia/
Twitter : @BipolarCareInd
Web : www.bipolarcareindonesia.com
Instagram : bipolarcare.indonesia