by Vindy Ariella. Powered by Blogger.

Curhat ( 55 )

Hmmmm, sudah lama banget ya nggak ngepost. Kali ini bakal panjang banget post-nya.. Hehe.

Well, hidup gw belakangan ini memang sangat terombang-ambing. Nggak perlu disebut lah masalahnya apa. Tapi gw nggak malu mengakui bahwa gw 'galau' menghadapinya. Gw nggak peduli bagaimana reaksi orang-orang yang berada dalam lingkaran masalah gw. Gw hanya ingin bercerita tentang pengalaman yang gw dapat dari masalah ini. 

Ya, gw memang sangat stress ( bukan stress lagi mungkin namanya ). Ini titik terparah dari sakit gw. Belum pernah sebelumnya gw mengalami yang namanya paranoid. Dan belakangan ini gw merasakannya. Yup gw mengalami gejala psikotik dan minum haloperidol. Tapi gw masih bersyukur tidak ada halusinasi. Bisa dibayangkan bagaimana teman-teman yang lebih parah dari gw. Semoga gw dan teman2 yang masih berjuang diluar sana segera diberi kesembuhan.

Dengan segala gejolak mood yang gw alami serta seluruh ketakutan irrasional dalam pikiran gw, gw terpaksa menunda koass gw lagi. Malah sempet bener2 hilang minat untuk kembali mencapai cita-cita. Tapi alhamdulillah Allah mempertemukan gw dengan orang-orang yang baik hati. Ya kadang sangat random dan benar-benar tidak terduga.

Jadi selama gw meliburkan diri ini, kerjaan gw hanya berkutat dengan jiwa gw dan menuangkan semua yang terperangkap di dalamnya menjadi sebuah karya. Gw nggak pernah seproduktif ini sebelumnya dalam berkarya. Kertas A5 yang tadinya gw rasa besar saja sekarang terlihat kecil sekali. Gw naik tingkat ke ukuran A4 dan kanvas. Sekarang sedang menggarap karya ukuran 50 x 80 cm. Sudah berapa spidol gw habiskan. Dan, gw merasa sangat terbantu dengan menggambar.

Gw mengalami masa-masa dimana jiwa gw seperti sudah pecah karena pikiran-pikiran tidak terarah dari alam bawah sadar baik tentang masa lalu maupun kini. Gw sendiri bingung karena otak gw seolah tak berhenti berputar di sebuah ruang hampa. Bergerak kemana saja tanpa arah yang jelas. Sampai saat bertemu psikiater pun gw hanya bisa bengong ternganga. Semua pikiran yang campur aduk itu mendesak untuk keluar tapi pintu keluarnya entah dimana. Rasanya sudah diujung lidah tapi gw nggak bisa mengatakannya karena too complicated.

Setiap ada satu pikiran, maka muncul pikiran2 lain berisi kekhawatiran, godaan, pembenaran, positif, negatif. Mereka semua berperang dan gw berusaha keras meleraikannya satu persatu. Belum lagi jika muncul paranoid, sebisa mungkin gw patahkan ide-ide atau ketakutan2 itu dengan sisa-sisa kelogisan pikiran gw. Kadang berhasil kadang tidak. Serangan panik beberapa kali datang walaupun tidak parah. Kadang malah reaksinya terlambat. Misalnya, gw pergi ke supermarket sama nyokap. Baru di pintu masuk gw melihat orang berjalan gw sudah ketakutan karena merasa semua orang memperhatikan gw dan berencana sesuatu yang jahat. Gw paksakan untuk menghadapinya. Berhasil sih ngambil barang2 belanjaan, tapi di kasir gw sudah lemes banget seperti mau pingsan. Akhirnya nunggu di mobil aja. Sampai di rumah seperti terflashback lagi orang-orang yang tadi serta pikiran aneh tentang rencana jahatnya. Dan gw deg-degan, nyesek semalaman.

Esoknya saat panik reda, muncul lagi pikiran-pikiran yang menyerang jiwa gw. Dalam kondisi seperti itu gw fokuskan pada 1 masalah yang paling berat. Misalnya tentang orang jahat. Gw ambil senjata gw, spidol dan kertas, lalu mulai memindahkan kejahatan dalam pikiran ke kertas. Jadilah karya seperti ini..


Ya kira-kira seperti itulah yang gw lakukan beberapa minggu ini. Selain itu, gambar2 gw juga gw bawa ke pasar seni. Gw 'berguru' pada 2 orang seniman disana. Kebanyakan hal yang pelajari justru bukan tentang seni. Tetapi tentang kehidupan. Dan mereka membantu gw untuk membuka mata lebih lebar lagi..

Awal mula gw didiagnosa bipolar adalah karena masalah keluarga. Walaupun masalahnya sepele, tapi gw sangat terpukul. Lalu mulai lunturlah rasa sayang gw pada keluarga. Nggak ke semua, tapi intinya tidak imbang lagi. Sama psikiater gw ditekankan untuk mencoba memaafkan karena marah-marah nggak akan bikin bahagia. Gw coba maafkan, tapi tetap saja gw gondok walaupun masalahnya sangat kecil sekali. Lalu sekarang guru gw di pasar seni mengatakan jangan sampai cinta kasih luntur karena hal yang sepele. Apalagi dalam keluarga. Ya mungkin hal ini bisa nggak berlaku di seluruh keluarga. Tapi di keluarga gw, memang ini kuncinya. Suatu hari guru gw bertanya dan meminta gw untuk jujur menjawabnya. Pertanyaannya, apakah hari itu gw sudah menebarkan cinta kasih dan memaafkan keluarga dari hati yang paling tulus, gw jawab belum. Dan gw mengatakan akan gw lakukan. Saat itu gw sedang dalam keadaan kecewa, sedih, dan emosi negatif lainnya. Lebihnya, gengsi gw setengah mati untuk meminta maaf pada mereka. Tapi apa salahnya gw coba, dengan tekad kuat, gw memohon maaf atas perilaku gw selama ini kepada keluarga baik yang disengaja maupun tidak, lalu gw berikan mereka pelukan dan ciuman tulus. Awalnya mereka bingung kenapa gw tiba2 minta maaf. Dikiranya gw mau bunuh diri. -___-

Sekarang mungkin sudah 3 mingguan berlalu. Dan gw selalu coba menanamkan kata-kata guru itu. Jangan sampai cinta kasih rusak karena problematika. Walaupun gw belum bisa sepenuhnya sabar dan kadang masih muncul amarah2 itu, tapi gw merasa ada beban rumit dalam jiwa yang sudah keluar. Pintu keluar itu mulai terbuka. 

Skrg melalui blog ini gw sampaikan permohonan maaf gw untuk kalian semua. Mungkin gw nggak menyadari kesalahan gw. Mungkin gw sengaja melakukan kesalahan. Mungkin yang menurut gw baik justru salah di mata orang lain. Apapun itu, gw meminta maaf. Ini bukan sekedar karena sedang ramadhan.

Gw ingin memulai kembali hidup gw dan akan gw mulai dengan meminta maaf dan memaafkan.

Mungkin tadinya gw nggak bisa menjaga omongan gw. Mungkin ada yang melihat diri gw munafik. Mungkin niat baik gw nggak cukup baik bagi orang lain. Mungkin gw membeda-bedakan orang entah dari kategori apa. Mungkin gw membenci orang. Mungkin gw terlalu menyukai orang. 

Banyak hal yang pernah gw lakukan. Walaupun gw mengatakan gw berpegang pada kebenaran dan terus berbuat kebaikan, tapi gw bukan manusia sempurna. Banyak kelemahan dan kekurangan dalam diri gw. Jika kekurangan dan kelemahan atau bahkan kebaikan gw menorehkan luka di hati rekan2, teman2, saudara2 semua, dari hati yang paling dalam gw meminta maaf. Gw pun terus berusaha memaafkan orang-orang yang pernah menorehkan luka di hati gw. Beberapa mungkin agak susah karena lukanya sangat dalam. Tapi dengan cinta kasih lama-lama semoga bisa sembuh. Jika gw terlihat menghindar atau memutuskan komunikasi, sesungguhnya itu karena trauma yang menyebabkan gejala2 fisik maupun psikis dalam diri gw, yang gw belum cukup kuat untuk menghadapinya. Tapi gw tak menyimpan dendam apapun. Gw nggak ingin membalas dengan apapun itu yang negatif. Kalaupun pernah, maka gw kembali meminta maaf.

Gw tulis ini dalam keadaan baik yang baiknya tidak bablas ketinggian. Maksudnya, dalam kondisi mood yang stabil. Semoga rekan2, teman2, saudara2 semua bisa memaafkan.

Gw juga ingin menyampaikan. Tuhan menguji umatnya dalam berbagai bentuk, disadari atau tidak. Bersyukurlah mereka yang sedang diuji. Artinya Tuhan memberikan kesempatan untuk memperbaiki diri dan belajar dari ujian tersebut. Tapi hanya orang yang membuka mata, hati, dan telinganya yang bisa memaknainya. Yang menutup mata, hati, dan telinganya mungkin termasuk orang yang merugi.

Gw ngomong gitu karena memang gw merasakan dan dalam agama yang gw yakini, hal itu tertulis di kitab suci. Ibadah gw memang belum sempurna. Gw masih berusaha terus memperbaikinya. Diterima tidaknya adalah urusan gw dan Tuhan. Nggak bisa orang menilai keimanan orang lain. Gw pun menghargai sesama umat manusia baik beriman atau tidak. Tapi ya gw menyebarkan kebaikan sesuai keyakinan gw.

Sebenarnya masih banyak yang ingin gw sampaikan. Tapi sampai disini dulu curhat gw.

Oh ya, dunia maya hanya membantu memudahkan komunikasi dan silaturahmi. Tapi kita hidup di dunia nyata. Jadi kalau ada yang mau berbagi pengalaman atau sekedar tukar pikiran dengan gw, selain melalui comment di blog ini, bisa email gw di tentangbipolar@gmail.com supaya bisa dibicarakan lebih lanjut dan siapa tahu bisa langsung bertatap muka. Kadang juga persepsi orang saat membaca tulisan gw bisa berbeda. Begitu pula dengan gw mungkin bisa mempersepsikan tulisan orang nggak seperti yang ingin disampaikan penulis. Karena itu gw membuka diri untuk menjalin silaturahmi di dunia nyata.

So, sekian dulu updatenya. Ambil yang bermanfaat, jangan ambil yang negatif. Kalau nggak bermanfaat, ya semoga kedepannya gw bisa jadi seorang yang lebih bermanfaat. : )

Cheers !