by Vindy Ariella. Powered by Blogger.

Curhat ( 56 )

Hello. Sudah lama ya gw nggak update blog..

Sejak post terakhir itu, gw mengalami hal yang cukup berat. Ini menyangkut masa depan gw sebagai umat manusia.. *halah*

Jadi ceritanya gw coba lagi untuk masuk koass, tapi ternyata gw masih merasakan hal-hal negatif yang entah itu karena efek samping obat atau gw yang belum stabil atau apa. Singkat cerita, gw nggak karuan dan akhirnya mengundurkan diri lagi dari stase koass. Nggak usah diceritakan disini kejadian-kejadian itu dengan detail. Terlalu pahit bagi gw untuk mengingatnya atau mengabadikannya di tulisan ini.

Setelah gw mundur, ada hari dimana gw sama sekali nggak peduli dengan kehidupan dan apa-apa yang ada di dalamnya. Cuma tidur aja sekitar 3 harian. Setelah itu kaya baru mulai tersadar dengan apa yang terjadi dan reaksi tubuh gw seperti shock sendiri dengan apa yang gw alami. Perut gw perih, sakit kepala, suka tiba2 sesak kaya kehabisan napas.

Lalu gw minum obat tambahan lagi, Seroquel. Kayaknya emang gw itu nggak cocok sama Seroquel. Padahal ini dosisnya cuma 12,5 mg. Tapi tetep gw ngantuk berat dan tenang banget tapi saking tenangnya kaya flat nggak mau ngapa-ngapain. Cuma bengong aja, nonton tv. Sedangkan gw harus merancang masa depan. Akhirnya gw ke psikiater lagi, obatnya diganti dan gw diminta untuk membuat rancangan masa depan gw.

Saat ini gw ibarat sedang di persimpangan jalan. Lanjut koass dan jadi dokter atau pindah haluan ke dunia seni dan kerja kreatif. Kalau orang yang nggak tau kisah hidup gw, pasti akan bilang lanjutin jadi dokter karena nanggung. Ya kebanyakan orang berkata seperti itu dan berharap seperti itu. Tapi bukannya egois, gw harus memkirkan apa yang sehat untuk gw juga.

Psikiater gw memang berharap gw akan jadi dokter sukses. Tapi beliau nggak memaksa gw, karena hidup ini gw yang jalani. Bukan untuk orang lain. Dua pilihan tersebut sama-sama tetap harus kerja keras kalau mau sukses. Ada keuntungan kelebihannya masing-masing. 

Sebenernya sejak November 2012 gw sudah ingin pindah ke dunia seni. Lalu motivasi gw untuk tetap mencoba melanjutkan koass adalah untuk orang lain ( keluarga, teman, dll ) dan kalau udah jelas jadi dokter paling nggak pemasukan untuk biaya hidup sehari-hari sudah jelas.

Dan gw pernah post disini gw berhasil melalui 3 stase berturut-turut walaupun permasalahan koassnya kompleks sekali. Nah setelah beberapa bulan berlalu, ternyata proses perjuangan gw itu seperti menjadi boomerang sendiri. Gw bisa mengingat bahagianya gw saat lulus. Tapi alam bawah sadar gw terus bergejolak mengingatkan gw kembali dengan perjuangan2 pahit yang pernah dialami. Seolah semakin berat gw berjuang dengan dunia kedokteran yang stressornya tinggi, semakin tertekan jiwa gw walaupun gw keliatan mampu2 aja. Dan makin kompleks lah pemikiran gw.

Sekarang gw belum mengambil keputusan untuk benar-benar berhenti dari dunia kedokteran. Gw coba jalani dunia seni. Toh rejeki Tuhan yang atur. Yang penting gw tetap kerja keras. Bukan menghindari yang 'susah'. Tapi lebih menyesuaikan stressor kerjaan dengan jiwa gw. Kalau di seni kan lebih bebas walaupun pemasukan bisa gak nentu. Ya itu resiko. Gw harus atur strategi, merubah gaya hidup misal.

Gw memang dari dulu bercita-cita menjadi dokter. Tapi ada banyak hal yang sangat kompleks dan hanya diri gw yang mengerti. Lalu ditengah jalan gw kuliah kedokteran, ternyata Tuhan memberikan gw sebuah anugrah bernama bipolar. Bipolar banyak merubah gw. Tapi setelah gw pelajari, ternyata sepertinya selama sebelum gw bipolar, gw hidup dengan cara yang tidak sehat untuk jiwa gw.

Sekarang gw bisa lebih memahami diri gw. Mengenal apa yang sebenarnya yang ingin gw tuju dalam hidup.

Dan gw coba lakukan apa yang bisa gw lakukan. Gw berkarya, ini sedang siapkan untuk pameran dan buku kumpulan ilustrasi gitu. Gw membantu sama memenuhi panggilan jiwa bersama Bipolar Care Indonesia. Sambil mencari peluang2 untuk dijadikan usaha / bisnis.

Ya Tuhan seperti membukakan gw jalan di 'dunia baru' yang gw rencanakan untuk ditempuh. Gw coba jalani. Siapa tahu memang Tuhan sudah merencanakan sesuatu yang lebih baik dari rancangan cita2 gw untuk menjadi dokter sejak SD dulu.

Hidup gw masih misteri. Tapi gw tetap berjalan kok. Gw tetap berusaha lakukan sesuai dengan kemampuan gw. Thanks untuk psikiater, rekan dan teman gw yang selalu mendukung dan membimbing gw. Special thanks dear Mbak Kristi untuk 2 gambar dibawah ini.. : )