by Vindy Ariella. Powered by Blogger.

Kunci Pembuka Segalanya

Hi, sudah lama ga update blog. Dan sempet beberapa kali di private juga karena ( sayangnya ) paranoid gw sedang muncul. Sekarang kondisi sedang oke, update dikit.  : )

Sesuai judul, gw tekankan lagi kunci-kunci pembuka segalanya. Pembuka kelapangan, ketenangan, kedamaian, dsb. Ini juga gw masukan sedikit hasil diskusi dengan psikolog + psikiater.

1. JANGAN TERJEBAK MASA LALU

Ini sudah berkali-kali gw bilang. Ini ajaran pertama guru gw. Masa lalu itu adalah untuk pembelajaran. Jangan sampai terjebak di dalamnya karena itu akan menghilangkan segala kunci-kunci pembuka. Coba ya dibayangkan, apa untungnya kita bertanya-tanya "kenapa dulu saya begini, kenapa dia dulu begitu, kenapa kenapa kenapa" padahal semua itu sudah berlalu. Apa nggak capek ? Mau dirubah juga ga bisa. Cukup jadikan pelajaran dan jadikan modal untuk terus maju. Itu namanya move on. Jadi move on itu ga cuma untuk abis ditinggal pacar ya.. hehe

2. PENERIMAAN

Biasanya kalau sudah bisa move on dari masa lalu, tahapan penerimaan ini bisa lebih enteng. Menerima juga bukan sekedar "oke saya kuat sabar". Tapi cobalah menanam cinta kasih kepada sesama, syukuri hidup ini apa adanya, tebarkan kebaikan kemanapun kaki melangkah. Pada akhirnya kita melihat hidup dari sisi yang berbeda, lalu munculah penerimaan bahwa kondisi yang kita alami sekarang adalah jalan hidup kita yang harus dilalui. Mau apa jika jalannya sudah ditetapkan ? Berontak ? Ya buang energi lah. Jadi terima dengan utuh apa yang kita miliki sekarang. Ngomong memang gampang. Tiba2 menolak lagi juga wajar. Ya diingat2 terus untuk bisa kembali berdamai. Nantinya walaupun depresi tetap melanda, akan lebih mudah berlalu dan juga tidak berat2 amat gejalanya. Ini yang gw rasa sekarang.

                         

3. KESADARAN AKAN SAAT INI

Yang dimaksud disini adalah, dalam tiap hari kita, tiap detik kita, dinikmati saja. Dulu gw kalau lagi mood naik suka takut karena terpikir abis hipomanik muncul depresi. Sekarang ya nikmati aja, jangan khawatir berlebihan. Cukup aware akan gejala, lalu aware terus bahwa yg harus dijalankan oleh kita ya detik ini. Kalau sedang depresi, mungkin waktu akan terasa lama dan menyiksa, but that's ok. Itu hanya bagian dari bipolar. Bukan diri kita. Berat ? Ya jelas. Gw ga pengen menye2 kaya motivator yang penuh gairah. Gw akui, memang berat. Yakinlah jika sudah biasa depresinya akan berdamai sendiri dengan jiwa kita. Terdengar lucu ? Memang. Kok orang depresi bisa berdamai. Ya itulah uniknya bipolar. Kadang datang tanpa sebab hilang dengan sendirinya digantikan fase lain. Karena itu poin nomor 2 sangatlah penting.

4. KENALI - SADARI - KELOLA


Ini gw dapat dari sesi konseling kelompok. Ini juga merupakan langkah penting dalam perjalan seorang bipolar. Pertama, cari tahu dalam diri kita maniknya itu yg bagaimana tandanya, depresinya itu bagaimana, berapa lama siklusnya, dsb. Sehingga saat mulai muncul gejala kita bisa sadari. Mungkin perlu minum obat tambahan, atau terapi lain, perlu refreshing. Pada akhirnya, semua gejala itu bisa kita kelola. Mengelola adalah tujuan akhir dari segalanya. Karena ( katanya ) bipolar tidak bisa dibilang sembuh total, maka mengelola ini kata yang lebih tepat. Dengan mengelola, gejala bisa hilang dan kita kembali berfungsi sebagaimana orang lain. Kalaupun masih ada gejala, dengan pengelolaan yang baik akan bisa diminimalisir. So, cobalah cari strategi pengelolaan yang baik dan cocok untuk masing-masing odb. Pasti ada. Jangan gampang putus asa dalam mencari strateginya ya..

Pokoknya tetap semangat. Semua hal yang ada pada diri kita ini ada hikmahnya. Bipolar ada obatnya, ada psikoterapinya, ada support lingkungan pula di Bipolar Care Indonesia. Jadi teruslah berjuang. Sekian terima kasih. : )