by Vindy Ariella. Powered by Blogger.

Creating Art From The Heart


Kali ini gw ingin bicara tentang seni sebagai terapi. Gw sudah sangat amat merasakan manfaat seni sebagai lini kedua gw dalam menemani kebipolaran gw. Semoga teman-teman juga bisa merasakan manfaatnya. Ini gw share sedikit tentang konsep berkarya gw..

Semua berawal saat gw melihat lukisan Vincent van Gogh yang Starry Night ( pernah beberapa kali gw bahas disini ). Melihat lukisan itu gw jadi pengen menggambar lagi. Gw belilah buku mewarnai anak tk itu, gw ga mau sekedar ngasih warna terus udah aja gitu, jadi gw mengisi gambar-gambar itu dengan pattern. Bagi gw itu lebih menantang. Terus terpikirlah kenapa ga buat gambar sendiri dengan satu warna aja, kayaknya asik. Dan gw pilihlah hitam putih.

Jika dilihat proses berkaryanya, dulu karya gw sederhana sekali. Tetap, setiap menggambar gw sedang mengalami moment yang tidak bisa diulang. Seluruh ide, emosi, energi melebur jadi satu di sebuah karya tersebut. Tidak bisa ditunda juga. Harus keluar karena itulah bentuk ekspresi terdalam gw. Dan setelah keluar ekspresinya, leganya nikmat.

Gw lakukan terus hal itu saat gw galau. Kemana-mana gw bawa sketchbook dan spidol. Simple untuk dibawa-bawa, itu juga alasan kenapa gw memilih hitam putih. Tidak terasa, sudah 4 tahun gw menggambar. Kini terkumpul hampir 100 gambar hitam putih di kertas A4 dan A5. Gw sendiri kadang takjub, ternyata sudah begitu banyak moment yang gw lewati.

Nah, hal yang lucu menurut gw adalah, pada dasarnya gw ga bisa gambar. Gw sama sekali ga tau teori seni atau cara menggambar. Gw ga bisa gambar orang dengan ekspresi atau benda dengan perspektif. Gw cuma menggambar sebisa gw, mengikuti intuisi, mengalir bersama rasa. Saat memulai menggambar ya gw ga mikir bakal jadi kaya apa atau pake teknik apa. Cuma ide kasar apa yang mau gw buat. Lalu semua mengalir begitu saja, mungkin kelebihan gw adalah sisi artistiknya.

Hal lucu ini belakangan membuat gw minder dan bingung. Orang-orang bahkan seniman dan kurator ternama mengatakan karya gw menarik ( maaf ya sombong dikit ehehe ). Padahal kan gw ga bisa gambar. Bentukan orang gw siluet semua haha. Lantas gw jadi mengatakan ke diri gw bahwa I'm not good enough, I'm bad, etc yang akhirnya menggangu pikiran. Padahal berkarya mah berkarya aja, ga usah gimana-gimana amat. Sampai akhirnya gw menemukan quotes dari ( lagi-lagi ) Van Gogh :

“If you hear a voice within you say you cannot paint, then by all means paint and that voice will be silenced.” ― Vincent van Gogh

Nah, bagi gw itu artinya cukup dalam. Saat pikiran2 gw mengatakan gw ga bisa gambar, yang harus gw lakukan adalah berkarya lebih banyak sebagai bentuk pembelajaran dan bukti konsistensi. Hal ini bisa berlaku untuk hal lain diluar menggambar juga.

Kira-kira begitu cerita gw tentang moment berkarya gw. Tips bagi teman-teman yang mau menerapkan art therapy / expressive art dari gw :

  • Saat memulai, niatkan untuk mengekspresikan apa yang ada dalam pikiran dan jiwa. Bukan untuk membuat karya seni yang indah atau mengindah-indahkan sesuatu yang telah tercipta.
  • Tidak harus bisa menggambar untuk menerapkan seni sebagai terapi. Lakukan saja sesuka hati, kemanapun jiwa membawa mengalir.
  • Jangan terlalu pusing mikirin teknik atau komposisi atau apalah itu teori-teori. Kan mau berekspresi untuk terapi, karya adalah bonus dari terapi. Bagus jelek karyanya bukan hal yang penting.
  • Nikmati prosesnya. Larutlah dalam setiap detik ekspresi yang terungkap dan emosi yang keluar. Harapannya saat sudah selesai, pikiran dan hati terasa lebih lega.
  • Konsisten. Lakukan setiap "moment" itu dirasakan datang. Nanti akan terasa kenikmatannya jika sudah terbiasa.

Kira-kira begitu tips dari pengalaman gw. Oh ya, gw bukan expert di bidang seni atau psikologi. Gw hanya memberi pandangan dari apa yang gw rasakan. Ambil baiknya saja sesuai bagaimana teman-teman rasakan nyaman. Jangan jadi pusing karena dipaksakan. Banyak cara selain menggambar kok. So, salam sehat jiwa. SemangArt ! : )

Karya-karya gw bisa dilihat di www.vindyariella.blogspot.com