by Vindy Ariella. Powered by Blogger.

Keep Calm, Make Art !

Hello, di post ini gw akan berbagi cerita tentang acara "Keep Calm, Make Art !" dari Bipolar Care Indonesia dengan gw sebagai instrukturnya.

Sejak didiagnosa bipolar, gw jadikan seni sebagai salah satu terapi gw. Ya nggak yang sampai konsultasi terapis seni beneran juga sih. Cuma berkarya dan baca-baca dikit tentang ilmunya aja, lalu merasakan sendiri manfaatnya. Bagi gw besar sekali perubahan yang dirasa setelah mencoba berkarya setiap kali lagi ngerasa galau, bingung, sedih, terlalu bahagia, hopeless, pengen ngamuk, dsb. Nah di acara tersebut gw berbagi kisah dan tips untuk menjalani seni sebagai media katarsis.

Total ada 10 peserta dengan latar belakang berbeda. Ada mahasiswa psikologi, ibu rumah tangga, karyawan, freelancer, dll. Beberapa dari mereka mengalami mengalami masalah kejiwaan seperti gw. Mereka tampak antusias menumpahkan isi jiwanya kedalam karya. Dan semuanya sepakat kesan yang didapat setelah sesi adalah "LEGA".

Ya, seni bisa sangat membantu kita mengeluarkan, mengungkapkan, memvisualisasikan, dan melampiaskan isi jiwa. Seni juga metode yang aman dan bebas. Harapan gw semoga semakin banyak masyarakat yang bisa merasakan juga manfaat terapi seni. 

Berikut dokumentasinya..


















Informasi Seputar Gangguan Jiwa






Gangguan Jiwa Bisa Dipulihkan !

Apabila pengobatan dilakukan dengan cepat, tepat, menyeluruh dan berkesinambungan maka gangguan jiwa dapat dipulihkan dan orang dengan gangguan jiwa dapat kembali berfungsi serta produktif dalam kehidupan sehari hari.

Apa Itu Gangguan Jiwa ?

Gangguan jiwa adalah sekelompok gejala yang ditandai dengan perubahan pikiran, perasaan dan perilaku seseorang yang menimbulkan hendaya/disfungsi dalam menjalankan aktivitas sehari-hari. Beberapa gangguan jiwa yang cukup sering terjadidi masyarakat antara lain adalah: depresi, ansietas/cemas, skizofrenia, bipolar, gangguan kepribadian, dll.

Siapakah Yang Dapat Terkena Gangguan Jiwa ?

Gangguan jiwa bisa mengenai siapa saja dengan tingkatan ringan sampai sangat berat. Dikatakan 1 dari 4 orang memiliki risiko untuk terkena gangguan jiwa untuk semua tingkatan usia dari berbagai latar belakang kehidupan.

Apakah Dampak Dari Gangguan Jiwa ?

Mereka yang mengalami gangguan jiwa akan mengalami perubahan dalam pikiran, perasaan dan perilakunya sehingga dapat mengganggu pekerjaan, aktivitas sehari-hari dan pola relasi dengan orang lain. Gangguan jiwa dapat mengganggu fungsi dan produtivitas dalam kehidupan sehari-hari.

Apa Penyebab Dari Gangguan Jiwa ?

Beberapa bukti menunjukkan bahwa gangguan jiwa disebabkan oleh kombinasi dari beberapa faktor yaitu: biologi, psikologis dan sosial.

• Faktor biologi antara lain adalah keturunan/genetik, masa dalam kandungan, proses
   persalinan, nutrisi, riwayat trauma kepala dan adanya gangguan anatomi dan fisiologi
   saraf.
• Faktor psikologis yang berperan terhadap timbulnya gangguan jiwa antara lain adalah :  
   interaksi dengan orang lain, intelegensia, konsep diri, keterampilan, kreativitas, dan
   tingkat perkembangan emosional. Faktor sosial yang berpengaruh yaitu: stabilitas     
   keluarga, pola asuh orang tua, adat dan budaya, agama, tingkat ekonomi, nilai dan
   kepercayaan tertentu. Adanya perubahan pada stabilitas zat kimia (neurotransmiter) di
   saraf otak diyakini menjadi penyebab munculnya gangguan jiwa.

Apa Saja Gangguan Jiwa yang Sering Ditemui ?

• Skizofrenia: Gangguan jiwa yang ditandai dengan adanya halusinasi (gangguan persepsi
   panca indera, misalnya mendengar bisikan atau melihat bayangan yang tidak ada
   sumbernya), delusi/waham (keyakinan yang salah, tidak sesuai realita/logika), gangguan
   pada pikiran, pembicaraan dan perilaku, dan emosi yang tidak sesuai.
• Depresi: Munculnya perasaan yang sedih dan kehilangan minat terhadap segala sesuatu.
   Pasien dapat mengungkapkan bahwa mereka merasa bersalah, tidak ada harapan, dan
   tidak berharga. Mudah lelah dan nyeri di beberapa bagian tubuh sering juga dikeluhkan
   oleh pasien, disertai dengan gangguan pada pola makan dan tidur. Beberapa pasien
   memiliki risiko untuk bunuh diri pada gangguan ini.

• Gangguan Bipolar: Perubahan mood yang naik turun menjadi ciri gangguan ini. Mood yang
   meningkat (disebut manik/mania/hipomanik) ditandai dengan ide-ide kebesaran, energi
   yang berlebih, banyak bicara, tidak butuh tidur, banyak ide, dan sering melakukan perilaku    
   yang berisiko. Pada episode selanjutnya bisa terjadi penurunan mood yang disebut
  depresi, ditandai dengan gejala-gejala seperti di atas.

• Ansietas/cemas : Perasaan yang tidak menyenangkan,cemas/khawatir tanpa sebab yang
   jelas, seringkali disertai oleh gejala otonomik, seperti nyeri kepala, berkeringat, jantung
   berdebar, sesak nafas, seperti tercekik, mual, muntah, diare, kesemutan, gelisah, dan
   sebagainya.

Sumber : Media Informasi dan Edukasi Kemenkes RI.


Menjadi Aktivis Kesehatan Jiwa



Halo. Kali ini gw akan share pengalaman bagaimana gw akhirnya sampai menjadi aktivis bidang kesehatan jiwa dan apa yang terjadi pada diri gw sesudahnya. Tidak lengkap-lengkap amat sih karena bakal panjang banget itu hehe.

Gw didiagnosis bipolar oleh psikiater pada tahun 2009, saat gw kuliah semester 5. Saat itu dunia gw serasa runtuh. Ya bisa dibayangkan bagaimana gw pusing memikirkan nasib gw kedepan gimana, apa yang harus gw lakukan, bagaimana tanggapan teman dan keluarga, dan sebagainya. Diri gw berubah. Gejala-gejala depresi dan hipomanik datang bergantian mendominasi hidup gw.

Pada dasarnya, gw orangnya memang suka nulis dari kecil. Sejak mengalami gejala-gejala juga gw selalu tuliskan ke semacam jurnal harian. Apa yang terjadi hari itu dan bagaimana perasaan gw. Suatu hari gw kepikir ini tulisan sayang kalau ga ada yang baca, padahal beberapa isinya bisa bermanfaat untuk orang lain. Lalu terpikirlah untuk membuat blog. Terus gw mikir lagi, ini gw bikin blog isinya hal yang bisa dibilang private. Pengalaman-pengalaman, perasaan, isi hati. Apa gw siap untuk mengumbarnya, akhirnya gw memutuskan untuk membuat blognya anonim. Tidak menyebutkan identitas asli gw, Cuma nama “Inilah Diriku” aja. Jadilah gw mulai menulis blog dengan bebas tanpa khawatir orang tau apa yang sedang gw alami.

Niat awalnya memang sekedar share pengalaman aja, gw juga tidak membayangkan atau mengharapkan bisa menginspirasi banyak orang. Sebatas semoga bisa bermanfaat aja. Tapi ternyata, responnya diluar dugaan. Satu persatu muncul komentar di blog yang positif. Ada yang mengatakan ia mengalami hal yang sama, merasa tidak sendirian, menjadi semangat untuk terus berjuang, dan lainnya. Ya walaupun nggak selalu positif sih, ada juga komentar mengatakan “Dasar orang gila..!”

Melihat respon positif dari pembaca blog, gw jadi lebih semangat menulis. Dan mulai berpikir bagaimana gw bisa membantu mereka selain dari blog. Memang sudah jadi cita-cita gw dari kecil untuk bisa menolong sesama, makanya gw kuliah kedokteran. Mungkin sudah saatnya. Namun kendalanya, bagaimana ? Gw saat itu masih sendirian. Belum mengenal komunitas apapun. Akhirnya gw urungkan niat, gw hanya membantu lewat tulisan di blog saja. Walaupun besar sekali keinginan suatu hari nanti gw bisa mengenal ODB-ODB lain, berbagi kisah dan saling mendukung.

Lalu setelah mungkin kurang lebih 1,5 tahun berjuang sendirian, gw menemukan KPSI ( Komunitas Peduli Skizofrenia Indonesia ) di facebook. Menyimak isi diskusinya. Suatu waktu ada info acara psikoedukasi mengenai bipolar yang diselenggarakan RSCM. Gw pikir mungkin sudah saatnya gw memberanikan diri bertemu sesama ODB dan mendapat edukasi. Saat itu tahun 2011. Saat pertama bertemu ODB dan saling berbagi cerita di acara itu, gw bersyukur karena alhamdulillah ternyata masalah gw, gejala yang gw alami, bipolar gw, belum ada apa-apanya dibanding mereka. Yang gw temui saat itu mereka sudah lebih lama menderita bipolar, sampai waham, dirawat di RSJ, dll. Gw pulang dengan ilmu dan harapan baru. Selanjutnya gw datang lagi ke beberapa event KPSI seperti kopi darat dan melukis bersama. Disana gw mulai melihat berbagai problematika kehidupan seorang penderita gangguan jiwa. Mulai berpikir lagi apa yang bisa gw lakukan. Terpikir untuk membangun komunitas seperti KPSI tapi masalahnya gw masih sendirian. Ada sih beberapa teman KPSI yang bipolar juga tapi mereka tampaknya belum bisa diajak bikin komunitas khusus bipolar.
            
Dari tahun 2011 sampai awal tahun 2013 gw banyak belajar dari KPSI, beberapa kali gabung acara-acaranya. Lalu di bulan Mei 2013, terbentuk sebuah group khusus bipolar. Ada group whatsappnya juga. Gw gabung, berkenalan dengan foundernya dan member disana. Dalam hati gw bagus banget ini akhirnya ada orang yang mau membangun dan gw harap gw bisa kontribusi disana sesuai keinginan gw dari dulu. Namun ternyata karena satu dan lain hal, gw memutuskan keluar dari grup itu. Untungnya, ada 4 orang lainnya yang bersama dan sependapat dengan gw untuk membentuk komunitas baru. Jadilah Bipolar Care Indonesia. Gw menjadi satu dari 5 pendiri Bipolar Care Indonesia yang ( tanpa gw sangka ) berdiri dan berkembang sampai saat ini. Kira-kira begitu awal mulai bagaimana gw bisa menjadi pendiri BCI.
            
Bagaimana dengan ke-bipolar-an gw ? Di tahun-tahun awal sebelum BCI terbentuk, gw memang sedang kambuh-kambuhnya, heboh-hebohnya gejala muncul. Setelah BCI terbentuk, gw merasakan ada perubahan. Pertama, sekarang gw punya wadah untuk bisa berbagi kisah dan informasi khusus bipolar. Jadi nggak ngerasa sendirian lagi. Kedua, gw memiliki tanggung jawab untuk memajukan BCI sesuai impian gw dulu. Walaupun begitu, bukan berarti bipolar gw jadi sembuh. Belum.
            
Mungkin selama ini teman-teman melihat gw ( ini mungkin aja lo ya gw ga tau juga bener apa nggak ) bisa survive, mendirikan komunitas, stabil, jadi narasumber di acara-acara, cerita kisah hidup, dll. Padahal gw ya tetap seperti ODB lainnya. Konsultasi, minum obat, galau, sempet dirawat, pernah nyoba bunuh diri, dsb. Hanya saja gw tidak ingin berlarut dalam negatifnya, gw lebih fokus bagaimana membuat semuanya jadi hal yang positif. Tidak mudah memang. Sampai sekarang juga gw masih mengalami gejolak mood. Yang berbeda dibanding dulu adalah bagaimana gw menyikapi dan menghadapinya. Lama-lama bisa lebih bijak sehingga kalau muncul gejala gw bisa kelola. Masih bisa gw paksakan untuk tetap berfungsi. Gw pernah meeting dalam keadaan depresi atau mesti bercerita bagaimana gw bisa berjuang survive padahal dalam hati pengen bunuh diri. Semua itu gw alami.
            
Satu hal yang penting juga, gw pada akhirnya mesti berani. Yang tadinya gw bikin blog anonim karena masih ada kekhawatiran distigma dll, akhirnya gw cerita di media yang bisa dibaca di seluruh Indonesia bahwa gw mengalami gangguan jiwa. Itu bukan suatu hal yang mudah dan bisa dilakukan semua orang. Kenapa gw bisa nekat, prinsip gw hanya bahwa jika tidak ada seorangpun yang berani bicara, maka perubahan pun tidak akan terjadi. Bayangkan bagaimana orang akan peduli dengan kesehatan jiwa jika tidak ada yang menyuarakan isu tersebut. Gw gak peduli bagaimana teman-teman gw, keluarga, saudara-saudara dll akan melihat gw. Dalam hati gw niat gw berbagi adalah untuk kebaikan, gw yakin Tuhan bersama gw dan semesta akan mendukung kemana gw melangkah. Ternyata alhamdulillah banyak keajaiban-keajaiban serta bantuan yang gw temui.
            
Gw nggak pernah menyangka bisa membangun sebuah komunitas, apalagi kepikir bakal jadi narasumber di berbagai acara. Dari dulu impian gw sederhana kok, hanya ingin menolong orang. Lalu dari langkah-langkah kecil kini semakin besar dan mulai terlihat dampak positifnya. Gw syukuri semuanya.
            
Tantangan kedepan dan PR gw mashih banyak banget. Masalah kesehatan jiwa di Indonesia sangat kompleks. Perlu waktu panjang sekali untuk mengurainya. Ya gw harap kontribusi gw bisa bermanfaat. It’s ok menjadi seorang ODB, ga masalah masih suka galau-galau yang penting lakukan kebaikan sekecil apapun. Kalau dulu gejala bipolar mendominasi hidup gw, kini walaupun gejalanya masih ada, gw memilih untuk tidak membiarkan diri gw didominasi. Gw atur strategi untuk menghadapinya termasuk di dalamnya konsultasi, minum obat, terapi seni, dll. Sekian. *semoga bisa dimengerti ya hehe*     

            

Menjaga Kesehatan Jiwa Kita




MENJAGA KESEHATAN JIWA KITA

Kesehatan jiwa sama berharganya dengan kesehatan fisik, karena itu keduanya harus dijaga. Berikut beberapa saran yang mungkin berguna dan dapat diterapkan untuk menjaga kesehatan jiwa kita.

1. Sediakan waktu untuk diri sendiri

Lakukan hobi atau kegiatan yang menyenangkan, berupa aktivitas spontan dan kreatif. Misalnya mengisi teka-teki silang, jalan-jalan di taman, membaca buku, mendengarkan musik, menyulam dan kerajinan tangan lainnya, melukis, bermain dengan hewan peliharaan
dan sebagainya.

2. Istirahat dan penyegaran

Ambil waktu senggang, selingan waktu santai, pergantian suasana, atau perubahan rutinitas
itu baik untuk kesehatan jiwa.Istirahat sejenak, dan manfaatkan istirahat dengan baik berapa pun waktunya, cukup untuk mengurangi stres.Misalnya istirahat beberapa menit dari pekerjaan membersihkan rumah, atau setengah jam istirahat makan siang di kantor atau libur akhir pekan untuk berpetualang. Selingan dapat pula berarti aktif mengerjakan sesuatu atau juga tidak melakukan apa-apa, seperti mengambil napas panjang dan relaks, berlatih yoga atau meditasi, atau bahkan hanya meluruskan kaki saja. Jika anda benar-benar lelah, cobalah untuk tidur. Tanpa tidur yang baik, kesehatan jiwa akan terganggu dan konsentrasi akan menurun.Sebisa mungkin tidurlah pada waktu yang teratur.

3. Gerak badan dan makan yang sehat

Para ahli berpendapat bahwa gerak badanakan memicu zat kimia di otak yang membuat kita
merasa nyaman.Gerak badan yang teratur juga akan meningkatkan kepercayaan diri dan memperbaiki konsentrasi, tidur, penampilan dan perasaan. Ia membuat otak dan organ tubuh lain tetap sehat. Gerak badan bukan hanya berarti berolah raga atau pergi ke gym. Berjalan di taman, berkebun,atau mengerjakan pekerjaan rumah tangga juga dapat membuat anda tetap aktif.Dianjurkan untuk melakukan sekitar 30 menit gerak badan lima hari per minggu. Ada keterkaitan yang kuat antara apa yang kita makan dan perasaan kita. Efek makanan dapat secara langsung/segera, misalnya kafein dan gula, tetapi banyak juga yang memiliki efek jangka panjang. Otak kita memerlukan beragam nutrisi untuk tetap sehat dan berfungsi, seperti juga organ tubuh lainnya. Makanan (diet) yang baik untuk kesehatan fisik akan baik juga untuk kesehatan jiwa.

Diet yang sehat dan seimbang termasuk :

• Berbagai buah dan sayur
• Cereal atau roti
• Kacang-kacangan dan biji-bijian
• Produk susu
• Ikan
• Air yang banyak

Makanlah teratur dan minum air yang banyak.Batasi minuman berkafein (pada kopi, minuman berenergi dll) atau gula.

4. Hindari alkohol dan obat terlarang lainnya

Sebagian orang minum alkohol untuk mengubah perasaan atau suasana hatinya, menghadapi ketakutan atau kesepiannya, tetapi efeknya hanya sementara. Jika efeknya mereda, justru kita akan merasa lebih buruk karena ada gejala putus zat yang mempengaruhi otak dan badan kita. Kita akan memerlukan lebih banyak alkohol setiap kali kita minum untuk bisa tetap merasakan efeknya. Sebagian orang lainnya merokok atau mengguakan zat terlarang lainnya untuk mengubah perasaan mereka.Tetapi efeknya hanya sementara saja dan semakin banyak penggunaannya semakin kuat rasa ingin menggunakan (ketagihan). Alkohol, nikotin (dalam tembakau) dan zat adiktif (zat yang menimbulkan ketergantungan) lainnya tidak menyelesaikan penyebab, malahan menimbulkan masalah.

5. Bicarakan tentang perasaan

Membicarakan tentang perasaan bukanlah tanda kelemahan. Hal ini merupakan cara merawat kesehatan dan kesejahteraan. Berbicara dengan orang yang anda percaya, dapat merupakan cara menghadapi dengan masalah yang sedang dihadapi. Merasa didengarkan akan membuat anda merasa mendapat dukungan dan tidak sendirian. Ini berlaku juga sebaliknya, apabila anda membuka diri, hal itu akan medorong orang lain untuk berbuat yang sama. Tidak selalu mudah untuk menggambarkan bagaimana perasaan anda. Apabila anda terpikir akan satu kata, gunakan sebanyak mungkin. Apa yang dirasakan di dalam kepala anda? Hal itu mendorong anda untuk berbuat apa? Tidak perlu secara khusus menyediakan waktu untuk suatu percakapan serius tentang perasaan dan kesejahteraan anda. Banyak orang akan merasa lebih nyaman apabila percakapan tentang itu berkembang secara alami, misalnya sewaktu sedang mengerjakan sesuatu bersama. Jika pada mulanya terasa canggung, biarkan, beri waktu.Tetaplah mencoba membicarakan perasaan anda.

6. Menerima siapa diri anda dan menetapkan tujuan yang realistis

Setiap orang memiliki kelebihan dan kekurangan.Sebagian orang membuat orang laintertawa, sebagian pandai matematika, sebagian lagi memasak sangat lezat. Kita semua berbeda. Akan lebih mudah menerima bawa diri kita unik daripada berharap kita bisa seperti orang lain. Merasa baik tentang diri sendiri membuat kita lebih berani untuk belajar sesuatu yang baru, pergi ke tempat yang baru dan menambah teman baru.Harga diri yang baik membuat kita lebih bisa menghadapi kesulitan.Banggalah dengan diri anda. Kenali dan terima apa yang bukan merupakan keahlian anda, tetapi fokuslah pada apa yang dapat anda lakukan dengan baik. Banggalah dengan apa adanya anda. Kenali dan terima apa yang menjadi kelemahan, tetapi fokuslah pada apa yang dapat anda kerjakan dengan baik. Jika ada yang ingin anda ubah, jalani langkah menuju perubahan itu secara bertahap. Apakah harapan anda cukup realistik ? 

7. Menghadapi stres

Stres adalah bagian dari hidup, namun memengaruhi kita secara berbeda.Stres menjadi bermasalah jiwa menyebabkan rasa tidak nyaman atau distres. Kenali dan waspadai apa yang menimbulkan stres bagi anda dan bagaimana anda bereaksi terhadap hal tersebut. Tidak semua stres dapat dihindari.Mungkin anda dapat menghindari beberapa hal yang menimbulkan stres dan mempersiapkan diri untuk menghadapi stres yang tidak terhindarkan. Gaya hidup yang seimbang akan membantu anda menghadapi stres dengan lebih baik. Cara-cara seperti relaksasi, latihan pernapasan, yoga atau meditasi dapat membantu anda.

8. Menjaga spiritualitas

Spiritualitas adalah cara kita menemukan makna, harapan, dan kedamaian hati dalam hidup. Sebagian orang menemukannya melalui agama, sebagian lainnya melalui musik, seni, atau alam semesta, sebagian lain menemukannya dalam nilai dan prinsip-prinsip. Kesehatan badan, kesehatan jiwa dan kesehatan spiritual saling terkait, saling mempengaruhi.Jika anda ingin meningkatkan kesehatan spiritual anda beberapa hal berikut dapat dilakukan. Yang perlu diingat adalah masing-masing orang berbeda, sehingga cara yang untuk orang lain dianggap membantu, dapat saja tidak berhasil untuk anda. Anda harus menemukan sendiri apa yang dapat membawa kedamaian hati, kenyamanan, kekuatan, cinta dan relasi. Sisihkan waktu untuk menjalaninya. Beberapa cara yang sering dilakukan misalnya berdoa, atau menjalankan ritual keagamaan, meditasi atau yoga, melakukan kerja relawan atau kerja sosial, membaca buku inspirasional, berjalan di alam, saat hening untuk merenung dan sebagainya.

9. Berelasi dengan sesama dan masyarakat

Kembangkan dan pertahankan relasi/hubungan yang kuat dengan orang-orang sekitar nada yang dapat mendukung dan memerkaya kehidupan anda.Kualitas hubungan antar manusia anda menentukan rasa sejahtera dan bahagian anda. Anda dapat berbagi keterampilan anda lebih banyak dengan menjadi relawan pada berbagai kegiatan, termasuk kegiatan amal. Memberikan pertolongan akan membuat kita merasa dibutuhkan dan dihargai, sehingga harga diri kita pun akan meningkat. Itu juga membantu kita melihat dunia dari sudut yang berbeda, sehingga dapat menempatkan masalah kita dalam perspektif yang baik. Merawat hewan peliharaan dapat meningkatkan kesejahteraan juga. Ikatan antara anda dan hewan kesayangan anda dapat sama kuatnya dengan ikatan antar manusia. Memelihara hewan kesayangan dapat memberikan keteraturan dalam hari-hari anda dan dapat membantu anda berelasi dengan orang lain, misalnya dengan orang-orang yang sama-sama mempunyai hewan peliharaan.

10. Meminta bantuan

Jika apa yang anda alami sudah terlalu berlebihan dan anda merasa tidak dapat menghadapinya,mintalah bantuan. Mungkin keluarga atau teman mampu menawarkan pertolongan praktis atau menjadi pendengar yang baik.

Layanan setempat yang dapat membantu, misalnya, anda dapat :

• Bergabung dengan kelompok dukungan (support group) yang dapat membantu anda
   mengadakan perubahan dalam hidup
• Menjumpai konselor untuk membantu anda menghadapi perasaan anda atau memulai
   sesuatu yang baru. Dokter anda mungkin dapat membantu untuk menemukan konselor.
• Mendatangi layanan setempat untuk masalah tertentu, seperti bantuan hukum, keuangan
   dsb.

Anda dapat mencari pertolongan dokter manakala perasaan anda :

• Mengganggu anda untuk menjalani hidup
• Mempengaruhi orang-orang di sekitar anda, di rumah maupun di tempat kerja
• Mempengaruhi suasana hati anda selama beberapa minggu.

Dokter dapat menyarankan bagaimana keluarga dapat membantu anda, atau mereka dapat merujuk anda ke spesialis atau layanan kesehatan lain. Lebih dari sepertiga kunjungan ke dokter umum adalah tentang kesehatan jiwa.


Sumber : Lembar Informasi dan Edukasi Kemenkes RI

ARTRIELLA dan BCI

Long time no see.. Kali ini gw akan update kegiatan gw belakangan ini. Sementara ini, gw masih disibukkan dengan ( berusaha ) jualan online dan ngurus Bipolar Care Indonesia.

ARTRIELLA

Ini usaha gw yang gw kembangin secara online dan dagang di bazaar. Gw bukan tipe yang jago dagang tapi namanya butuh duit ya mesti belajar haha. Jadi gw punya koleksi gambar yang banyak banget ada 100-an di laptop hasil karya gw selama bipolar gw kambuh. Nah dari karya-karya tersebut gw jadikan merchandise. Dicetak disablon dalam bentuk kaos, tote bag, pouch, mug, tumbler, notes, dll. Ya lumayan lah. Jangan bayangin gw untung segede gaban karena gw baru mulai dan mesti belajar banyak hehe. Doakan aja bisa bertahan. Itu satu2nya harapan gw saat ini untuk cari duit. Ini contoh produknya..



Yang mau order bisa cek di
Instagram : artriella
Facebook Page : Artriella
www.artriella.blogspot.com

: )

BIPOLAR CARE INDONESIA

Nah untuk komunitas yang gw dirikan ini kemaren baru saja bergabung dengan sebuah aliansi dibawah naungan kemenkes RI. Jadi sudah semacam bergabung dengan komunitas-komunitas kesehatan jiwa lainnya untuk memajukan dunia keswa di Indonesia. Kalau gw pikir2 ya, gw gak nyangka komunitas yang gw dirikan bisa sebesar ini berdiri. Ya ga besar2 amat mungkin bagi sebagian orang, tapi bagi gw besar sebesar badan gw haha.



Liburan

Well, beberapa hari ini gw ngilang. Ge sedang liburan. Ya sebenernya ini istilah gw aja sih bilang liburan. Yang terjadi sebenarnya adalah gw dirawat di bangsal jiwa selama 8 hari. Haha.

Kenapa ? Karena sudah 7 bulan gw mixed antara hipomanik depresi. Naik turun dan banyak pikiran negatif sampai akhirnya sore itu gw nyerah pengen istirhat dari gejolak mood dan pikiran yang muter2. Kali ini gw menyerahkan diri untuk dirawat. Dan tanpa nenggak obat banyak-banyak atau hal spektakular lainnya.

8 hari di bangsal, gw mendapat psikoterapi yang bagus banget. Sebenernya beberapa sudah diajarkan oleh psikolog dan psikiater gw sebelumnya. Hanya saja namanya saya seorang manusia yang mudah lupa begitu saja jadi mesti dapat semacam recharge energi dan psikoterapi ulang.

Rasanya di bangsal waktu berjalan lambat sekali. Aktivitas yang dapat dilakukan juga terbatas. Tapi akhirnya gw merasa relax sih ga mumet lagi. Apalagi setelah psikoterapi pikiran gw mulai terurai satu-satu dan mendapat solusi. Jadi keluar bangsal bisa fresh lagi.

Pas keluar, gw langsung nyari warung nasi padang hahaha. Dan gw merasa banyak hal sehari2 gw yang dapat gw syukuri. Secara di bangsal serba terbatas. Sampai luar bisa ngerasain naik mobil, makan sesuai yang diidamkan, tiduran di kasur kamar, semua jadi gw syukuri. :')

Hmm sebenernya ya, di bangsal jiwa itu memang kesannya horor banget. Bakal bareng pasien yang kurang beruntung hidupnya yang tidak bisa lagi komunikasi dan hilang kontak dengan realita. Terus seperti dikurung, ga boleh dijagain keluarga ga kaya opname biasa. Tapi diluar itu semua, suster dan dokternya baik2. Bisa diajak diskusi. Obat juga dipastikan diminum ga skip-skip. Semua demi kebaikan kita. Dengan liburan gw selama 8 hari itu gw merasa lebih beruntung dengan kondisi gw walaupun banyak orang lebih beruntung lagi dari gw. Ya gpp itu jalan hidup gw. Semua harus disyukuri.

FYI, gw dirawat di RSCM pake BPJS. Semua gratis termasuk obat. Tinggal bayar bulanan BPJS-nya aja sesuai kelas yang dipilih. So, kalau misal dari kalian ada yang indikasi rawat, nggak usah terlalu takut. Nikmati aja percayalah itu demi kebaikan kalian. Sekian dulu cerita liburan gw. Hehe.

World Bipolar Day 2016 !

Pada post kali ini gw akan bercerita bagaimana sebuah tim yang isinya mostly bipolar bisa menyelenggarakan 3 acara sekaligus untuk merayakan World Bipolar Day ( WBD ). Kenapa gw post, karena gw rasa pengalaman kami bisa menjadi inspirasi bahwa sebenarnya seorang bipolar bisa lakukan apa yang seperti orang lain lakukan. Nggak terjebak dalam sakitnya dan meratapi kesedihan. Dengan terapi yang tepat kami bisa berguna bagi orang lain kok. So, don't be afraid. And I'm with you. So, here we go.

Jadi, tim pengurus BCI sekarang ada 10, terdiri dari Gw, Anya, Egga, Igi, Dian, Tania, Yisha, Rayhana, Agus, Talitha. Dari 10 orang itu 8 bipolar dan 2 relawan sekaligus caregiver. Bisa dibayangkan sebuah tim terdiri dari orang yang bipolar, semua dalam pengobatan dibawah pengawasan psikiater masing-masing. Dan inilah yang kami lakuka..

Berawal dari duduk-duduk nongkrong, tim program dari BCI ingin buat acara untuk perayaan WBD. Entah saat itu manik apa nggak, kita bikin rancangan untuk 3 acara sekaligus yang pelaksanaannya berselang sebulan-sebulan. Awalnya gw mikir apa bakal berhasil, dan we did it !

Kampanye di Car Free Day Thamrin

Acara dimulai jam 6. Kami para pengurus dan volunteer yang bergabung untuk bantu acara kampanye kami ini kumpul. Sarapan dulu dengan snack, lalu briefing. Jam 7 kami mulai membentuk formasi barisan membawa sign yang berisi kata-kata bipolar. Lalu kami berjalan dengan rute McD Sarinah, Bunderan HI, dan kembali ke McD Sarinah. Selama berjalan kami juga meneriakkan yel-yel sebagai statement bahwa bipolar bisa berkarya. Kami juga bagi-bagi brosur dan pin yang berisikan informasi mengenai gangguan bipolar. Tak sedikit orang yang nengok, kepo, dan nyamperin nanya bipolar itu apa. Berarti kampanye kami bisa dibilang cukup berhasil. Esok harinya juga masuk ke koran kompas dan media online viva news. Berikut foto-fotonya..




Pemutaran dan Diskusi Film "At The Very Bottom of Everything"

Acara kedua kami adalah pemutaran dan diskusi film karya Paul Agusta yang juga seorang bipolar. Film yang diputar bercerita tentang narasi kisah seorang penderita bipolar + ilustrasi yang imajinatif dan simbolis. Setelah film diputar kita ngundang psikiater ( dr. Ashwin Kandouw, Sp.KJ ) dan Paul Agusta langsung untuk diskusi. dr Ashwin menjelaskan mengenai definisi, penyebab, gejala, penanganan, dan lainnya tentang bipolar. Lalu ada juga ketua acara kami Anya yang bercerita tentang pengalamannya sebagai ODB. Begitu pula dengan Paul Agusta, beliau menyebutkan bahwa sebagai penderita kita jangan mau kalah sama penyakit. Jangan mau berlindung dan menjadikan bipolar sebagai alasan untuk nggak ini itu. Lawan. Sungguh diskusi yang inspiratif dari narasumber. Dihadiri lebih dari 80 orang sesuai kapasitas ruangan. Berikut foto-fotonya..




Talkshow dan Art Performance

Nah, ini acara ketiga kita. Acara puncak. Dan nggak nanggung-nanggung, acara kami laksanakan di gedung kemendikbud yang bisa menampung hampir 200 orang, dan kursinya penuh semua loh sampai ditambah beberapa dari luar. Acara ini dibuka dengan pembacaan puisi dari seorang siswa SLB dari derah mana gitu gw lupa. Lalu sambutan dari perwakilan kemenkes. Sambutan dari ketua BCI Kak Igi, puisi lagi dari Asqa yang keren banget, lalu talkshow dan art performance. Pada talkshow, kami mengundang Marshanda sebagai narasumber utama. Ada juga dr. Yenny D.P, Sp.KJ, Natassja ( ODB ) dan Kak Igi di atas panggung. Marshanda bercerita bagaimana dia menjadi seorang yang penuh syukur setelah menerima bahwa dirinya menderita bipolar. Walaupun awalnya sempet denial *sama ama gw haha* tapi sekarang dia menerima dan rutin konsul serta minum obat. Nggak lupa, berkarya jalan terus. Kata dia jangan terlalu melabeli diri kita bipolar sehingga kita jadi nggak bisa apa-apa. Kurang lebih gitu. Inspiratif sekali. Oh ya, marshanda juga berbagi cara dan tips mengatasi mood drop or naik serta serangan panik. Hebat lah dia pokoknya menurut gw. Dan yang paling seru, di akhir acara ada art performance dari para pengurus berjudul MENARI DIANTARA GELOMBANG. Termasuk gw juga hihi. Performance kami adalah gabungan dari sastra, teater, seni rupa, dan musik. Bisa dibayangkan kan kerennya haha. Jadi kami, 5 orang ODB dan 1 orang narator bercerita penggalan hidup masing2 mengalami manik depresi. Semacam masing2 baca monolog gitu dengan ekspresi khas masing2. Diiringi alunan biola, dan setelah baca monolog masing2 kita bergantian melukis diatas kanvas. Untuk pertama kalinya gw monolog di depan 200 orang. Deg-deg ser gimana gitu haha. Setelah performance selesai, seluruh penonton tepuk tangan bahkan ada beberapa yang berdiri memberikan standing applouse. Wah banget pokoknya. Bikin merinding. Beberapa sempet cerita ke temen gw kalau ada yang jadi menitikkan air mata, mengingat kehidupannya sebagai ODB, dan berbagai respon lainnya. Performance ini terlaksana berkat sutradara, penulis naskah, pelatih, yang mana beliau adalah seorang teman-sahabat-kakak-bapak-guru gw Mas Joko Kisworo alias Zoro. Hehehe. Jadi kami diminta menuliskan kisah masing2 lalu dia edit dan gabungin menjadi sebuah naskah yang keren. Mantap lah. Rugi yang ga datang acara itu. Pecaaaah soob !! Berikut foto-fotonya..









Jadi begitulah rangkaian acara kita. Semua terjadi berkat kekompakan pengurus yang walaupun mood naik turun sampai depresi juga masih pada kerja. Salut untuk mereka semua terutama Anya sebagai ketua acara. Terima kasih juga buat para volunteers yang bersedia membantu terlaksananya acara ini. Tahun ini WBD di Indonesia sukses. Tahun depan gosipnya sih mau dibiayain kemenkes. Hehehe. Semoga jadi ya biar makin pecaaah.. Haha. Alhamdulillah ya Allah atas segala kemudahan yang Engkau berikan untuk acara ini. :")






Aku


ARTRIELLA

So, gw baru meluncurkan sebuah brand yang menjual artprint dari karya-karya gw. Karya tersebut dicetak dalam berbagai macam barang seperti kaos, totebag, pouch, bantal, mug, tumbler, dll. Nama brandny ARTRIELLA. Ya semoga aja bermanfaat daripada gw simpen doang itu karya. Hehe. Visit my store ya..






Selain itu ada juga produk gw dengan design ekslusif yang bisa ditemukan di 



Ada berbagai produk juga dengan 3 design diatas. Yang di gambar itu contoh totebag. 

HAPPY SHOPPING !


Kematian

Tenang, ini bukan cerita horror-horroran atau ngajakin kalian bunuh diri massal. Ini cuma reminder aja berdasarkan apa yang gw alami.

Sebagai bipolar, gw seringkali mengatakan ingin mati bahkan mencoba bunuh diri. Suatu hari gw berbincang dengan nyokap. Katanya kalau matinya bunuh diri itu arwahnya ga tenang gentayangan. Terus gw tanya sama temen gw yg orang "pinter". Katanya memang arwah yang matinya menentang kehendak Tuhan arwahnya tidak tenang. Dan bener katanya gentayangan. Jadi budak iblis. Ya ini menurut kepercayaan gw dan dia ya terserah mau percaya apa nggak. Sejak itu gw jadi mikir kalau lagi terlintas pengen mati bunuh diri. Nah terus..

Jumat 22 Januari 2016 lalu nenek gw meninggal dunia. Gw lagi santai dirumah terus suster yg ngerawat nenek manggil nyokap, om, dan gw. Katanya nenek sepertinya sudah waktunya. Pas gw masuk bener aja. Matanya udah ga fokus udah ga ngerespon kehadiran orang sekitar. Seolah sedang berkomunikasi dengan entah apa di dunia lain sana. Lalu selama 2 jam lebih gw disamping nenek menuntun membaca ayat suci. Mulai dari badannya masih gerak2, terus kakinya diem, terus tangannya diem, sampai tinggal rahangnya yg bergerak dan nenek bener-bener pergi.

Gw kebayang2 terus sampai sekarang. Nenek usia 85 semasa hidupnya sholeha ga pernah neko2 rajin solat ngaji ga pernah lupa. Itu aja prosesi sakratul mautnya bagi gw cukup mencengangkan walaupun kata nyokap dan om itu termasuk tenang. Iya sih, dibandingin dengan pas gw koass di RS dulu ngeliat pasien pas mau meninggal. Nenek pergi dengan tenang.

Terus gw mikir lagi. Lah gw usia 24 saat ini sok tau udah pengen mati bunuh diri pula. Solat jarang ngaji apalagi. -___- Astaghfirullah. Mau kaya apa proses kematian gw nanti. Iya kalau bunuh diri terus langsung mati. Kalau sakratul mautnya ga tenang gimana. Ya Allah naudzubillah. Astaghfirullah.

Ga cuma menyaksikan saat-saat terakhir nenek, gw juga ikut prosesi memnadikan jenazah, mengantar ke makam dll. Terus gw jadi ngebayangin kalau gw mati gimana. Dalam bayangan gw nyokap bokap adek keluarga sahabat pasti sedih banget terus iya kalau seluruh prosesi pemakaman gw lancar. Kalau nggak kan malu ya keluarga. *ga tau penting apa ga mikirin ini tapi gw kepikiran*

Jadi coba buat kalian yang sering kepikiran bunuh diri, mikir lagi deh. Gw tau emang itu depresi sialan ngajakin kita buat mati terus. Tapi jangan sampai bunuh diri ya Allah jangan sampai. Melawan kehendak alam apapun itu ga baik. Sekali2 jalanlah ke makam atau pergi melayat, dan resapi apa itu kematian. Dan bersyukurlah masih dikasih kesempatan untuk berbuat sesuatu di dunia sebagai penolong di akhirat nanti.

Sorry kalau kesannya gw mengumbar saat-saat terakhir nenek. Kejadian itu membawa gw pada banyak pelajaran dan gw inign membagi pada kalian semua terutama yang suka curhat ama gw pengen mati. Sama kok gw juga suka kepikir mau bunuh diri. Tapi semoga kita semua dilindungi Tuhan dan nggak melakukan tindakan bunuh diri lagi. Segera cari pertolongan saat rasa itu datang.

Gw juga berharap ini ga cuma pemikiran sesaat gw aja. Semoga emang pikiran mindset gw berubah tentang kematian jadi ga main-main dengan kematian lagi. Amin. Kalian juga ya.. Semangat shaaayy.. Love u. Hug.