by Vindy Ariella. Powered by Blogger.

Menjadi Terapis Seni



Vincent van Gogh Style

Sebagai seorang seniman yang sangat tertarik dengan terapi seni, gw mengikuti workshop terapi seni. Pengajarnya adalah Dr. Monty P. Satiadarma, MS/AT, MCP/MFCC, DCH, Psikolog. *iya gelarnya panjang, ilmunya luar biasa, pengalamannya tidak diragukan*

Pada workshop ini selain bisa diaplikasikan untuk diri sendiri, yang lebih diajarin adalah bagaimana menerapi orang lain. Ya memang sih resminya terapis seni itu ada pendidikan khusus magister ( S2 ). Tapi berhubung di Indonesia belum ada, jadi diselenggerakan lah workshop ini.

Seru banget. Beberapa ilmu sudah gw coba aplikasikan ke temen2 BCI, dibawah supervisi dan bimbingan Pak Monty.

Ini karya-karya gw selama di kelas. Nggak cuma teori terapi seni, tapi gw langsung berkarya juga jadi lebih merasakan sensasi dan feel-nya.


Untitled

Gw ada impian untuk beneran bisa ambil S2 Terapi Seni di luar negeri. S1 kedokteran di beberapa universitas masih bisa sih kayaknya. Ya semoga aja suatu hari nanti bisa terlaksana. Selagi proses menuju kesana, gw akan eksplorasi lebih banyak dan mencoba membantu menerapi orang lain juga. Tentunya sesuai kode etik dan batasan kompetensi gw yang telah diajarkan selama di kelas.

Good luck Vin ! *ceritanya semangatin diri sendiri*

Btw yang minat dengan terapi seni bisa kirim pesan di fb atau email ke vindyariella@gmail.com, barangkali gw bisa membantu teman2. : )


My Biggest Fear


Something I Like


Teman2 sekelas :)


Bikin topeng untuk mengenal diri sendiri


Workshop done !


So Proud of Myself !!!



Dalam post ini gw akan cerita mengenai kesibukan gw belakangan ini sebagai ketua acara perayaan World Bipolar Day 2017 dari Bipolar Care Indonesia. Sebenarnya pada awalnya ketua rangkaian acara ini adalah rekan gw, tapi sayang sekali dia sakit cukup serius sehingga tidak bisa melanjutkan tugasnya. Lalu gw diberi amanah untuk melanjutkan perjuangan rekan gw. Saat gw menulis post ini, satu acara sudah terlaksana. I'M SO SPEECHLESS AND ALSO PROUD OF MYSELF !!!

Maaf ya kalau terkesan narsis haha. I just want to share gimana cerita singkat dibalik layar acara ini.

Berawal dari rapat, menentukan konsep, hubungi orang sana sini, nyari dana kemana-mana, meeting-meeting, bolak-balik TIM, ngedesign segala poster baliho spanduk, ditolak digantungin sponsor, dan kisah suka duka lainnya. Persiapan dari pertengahan Januari, akhirnya berbuah hasil manis. Acara bisa dibilang sukses. Walaupun belum sempurna dan masih banyak kekurangan disana-sini. Gw akan terus belajar dan berusaha menjadi lebih baik. 

Gw sangat berterima kasih kepada seluruh Tim Panitia + Volunteer yang SANGAT LUAR BIASA. Mereka semua hebat. Bisa bekerjasama dengan baik, antusias, dan bertanggung jawab. Tanpa mereka acara ini tidak akan terlaksana. Thanks again kepada semua team ya..


Tim BCI yang Keren :D

Gw juga sangat mengapresiasi narasumber yang bersedia meluangkan waktunya demi berlangsungnya acara ini. Tadi ada 3 narasumber. Pertama dr. Maya A. Rusady, M.Kes, AAK ( Direktur Pelayanan BPJS Kesehatan ), Hana 'Madness' Alfikih ( seniman, orang dengan bipolar ), dan dr. Engelberta Pardamean, Sp.KJ ( psikiater dari RSJ Dharmawangsa ). Semua adalah orang hebat di bidangnya masing-masing dan membawakan materi yang sangat bermanfaat.




Yang nggak kalah keren adalah teman-teman gw sesama orang dengan bipolar ( ODB ) yang ikutan live painting. WOW BGT karyanya bagus. Ada Dini, Erwin, dan Anya. Mereka bertiga memang suka menuangkan isi jiwanya ke atas kanvas. Sudah bisa 'klik' dan 'dapet' dengan nikmatnya membuang kegalauan melalui seni. Proud of you guys !


Instagram : "dinisuprapto" - "erwinnprayoga" - "imajibebas" 


Erwin Prayoga

Selain yang live painting, di bagian belakang area acara ada pameran lukisan. Semuanya adalah hasil karya ODB. Ada yang dengan gambar digitalnya, hasil fotografi, rajutan, gambar di kertas, dan cat akrilik diatas kanvas. Semua ga kalah keren.. Gw senang sekali BCI sebagai wadah bagi ODB untuk saling dukung, bisa memberikan ruang bagi ODB yang berkarya untuk mendapat apresiasi. Btw gw juga majang 3 lukisan kanvas, 1 set karya cat air diatas kertas, dan 1 karya gambar menggunakan spidol di kertas.



Karya-karya gw

Nggak cuma di bidang seni, acara BCI kali ini juga memberikan kesempatan kepada teman-teman ODB dan keluarganya yang punya usaha alias entrepreneur untuk ikut menjadi partisipan bazar. Ada yang jual makanan minuman, tas kulit, tas lukis, dan gw sendiri menjual karya gambar gw yang sudah dicetak menjadi berbagai produk dengan merek "ARTRIELLA". Alhamdulillah laku, thanks ya semua yang sudah mampir ke lapak gw dan beli hehe. Yang belum bisa cek di instagram "artriella" atau ke artriella.com

Nah, beberapa waktu lalu gw ngepost di blog ini mengenai buku gw yang baru diterbitkan "DUA SISI DALAM DIRIKU", gw ga nyangka peminatnya banyak juga. Ada yang dari daerah juga beli dikirim paket, ada yang di seberang pulau sampai ongkirnya hampir sama dengan harga bukunya. Terharu. :')


My First Book

Acara ditutup dengan kegiatan Workshop Art Therapy dari gw. Saat ini kan gw sedang mengambil workshop bersama psikolog yang juga terapis seni senior di Indonesia, nah gw udah konsul sama beliau dan akhirnya mencoba salah satu metode yang beliau ajarkan di acara ini. Ya sekedar pengenalan aja sih buat yang pengen tau gimana sih art therapy itu. Kalau mau serius bangetnya kan mesti per individu. Nanti sih pengen ngembangin. Pesertanya cukup banyak, artinya banyak yang kepo sama art therapy. Hanya memang profesi yang sebenar-benarnya art therapy disini masih langka. Ya doain aja siapa tau gw nanti bisa dapet beasiswa ambil S2 Art Therapy diluar negeri amiiin. : )



Art Therapy

Oke jadi itu tadi beberapa rangkaian acara World Bipolar Day 2017 : Living an Optimal Life pada tanggal 4 Maret 2017 di Galeri Cipta II Taman Ismail Marzuki. Walaupun belum sempurna dan banyak kekurangan, pengunjung yang datang ramai ( agak membludak malah menurut gw, ga nyanga bakal segini banyak ), rekan media yang ngeliput juga cukup banyak, hebatnya semua yang datang kemaren sangat antusias menyimak acara kami dan memberi apresiasi peserta pameran serta bazar. Gw senang sekali karena setelah hampir 4 tahun gw berjuang bersama Bipolar Care Indonesia, dari tahun ke tahun semakin banyak yang lebih aware dan berani terbuka bicara kesehatan jiwa. Semoga kontribusi gw ini bisa membantu menjadikan Indonesia lebih sehat jiwa raga. Amiiin.

Nah bagaimana dengan diri gw sendiri ? OMG I'M SO PROUD OF MYSELF. Kadang gw terlalu 'merendahkan' diri gw sendiri. Ya semacam mikir aku mah bisa apa atuuh~~ Tapi ternyata kalau niat kuat, usaha dan doa kenceng, minum obat lancar, kontrol psikiater aman, GW BISA HIDUP OPTIMAL. Ini nyambung sih dengan tema acara BCI tahun ini, gw sengaja milih mengenai hidup optimal karena gw sudah merasakan membuktikan sendiri. 

Dulu saat gw baru-baru didiagnosa bipolar, masih jaman kuliah, gw pernah mendaftar dan diterima dalam sebuah kepanitiaan acara perkumpulan mahasiswa kedokteran seluruh dunia. Kebetulan waktu itu mau bikin di Jakarta. Jadi ceritanya gw mewakili kampus gw untuk bergabung dengan panitia dari kampus lain dari berbagai daerah juga. Waktu itu gw udah bangga banget. Ngerasa bisa kepilih jadi tim sebuah acara yang bakal keren. Sayang sekali disaat rapat-rapat mulai serius, gw masuk fase depresi berat dan gw terpaksa mengundurkan diri karena kerjaan yang jadi tanggung jawab gw ga beres. Saat itu gw kecewa dan ngerasa kebipolaran gw bakal menghambat keinginan gw unutk aktif organisasi, ikut jadi panitia acara dsb. Lalu 7 tahun berlalu, gw berkawan dengan bipolar gw, dan OMG SEKARANG GW BAHKAN BISA MENJADI PANITIA ACARA BANYAK EVENT GEDE YANG MANFAATNYA LEBIH BESAR UNTUK BANYAK ORANG. Semacam ga nyangka, ternyata gw bisa kok. Tinggal gwnya aja mau apa nggak, mau niat usaha doa berobat kontrol diri dll. Bahkan gw menjadi seorang pendiri dan sekarang menjabat sebagai Wakil Ketua di BCI. Gw nggak pernah kepikir jalan hidup gw bakal seperti ini.

Btw bukannya bermaksud untuk melebih-lebihkan ya, ini lebih untuk memotivasi ODB lain, di BCI, pendiri yang sekarang masih mengurus BCI adalah gw dan Kak Igi. Kami berdua ODB. Lalu kami punya pengurus inti, 3/4-nya ODB juga. Panitia Inti dan beberapa volunteer di acara kemaren juga ODB. Jadi kalau masih ada yang anggap ODB itu nggak bisa apa-apa, nggak bisa jadi orang sukses, nggak bisa ini itu KALIAN SALAH BESAR !! Kami di BCI akan terus berusaha memberikan bukti bukan janji *kok jadi kaya kampanye*

Nah sama buat ODB lain diluar sana yang masih ngerasa bingung, sedih, kecewa, denial, marah dengan bipolarnya, it's ok. Semua perlu proses sampai akhirnya bisa menerima dan berdamai. Tapi ingatlah, dengan penanganan yang tepat, seorang bipolar bisa kok hidup optimal. Bekerja, berkarya, berkeluarga, dan lainnya. Yakinlah, ga usah ragu, buktinya sudah ada. Banyak. SemangART ya !

Satu lagi yang ingin gw sampaikan, buat teman-teman yang merasa ada yang tidak nyaman dalam dirinya dan berlanjut menjadi gejala sebuah masalah kejiwaan yang mengganggu, sebaiknya segera konsultasi ke ahlinya. Sekarang bisa kok konsul psikiater pake BPJS, obat dan biaya konsul gratis. Cukup bayar iuran bulanan yang harga bisa milih sesuai keadaan finansial. 

Nggak usah pedulikan orang akan bilang 'gila' blablabla. Mereka itu belum paham. Kalau kita sudah paham artinya kita 1 langkah lebih maju dan peluang untuk menjadi lebih baik akan lebih besar juga. Jadi jangan sia-siakan dirimu terbelenggu sia-sia hanya karena takut dianggap 'gila' atau stigma lainnya. Kita mengontrol penuh pengambilan keputusan hidup kita. Itu orang yang memberi stigma kepada kita juga belum tentu jiwanya sehat. Jadi segera cari pertolongan. Berobat ke psikiater, konsul ke psikolog itu ya sama aja kaya ke dokter biasa pas lagi batuk pilek atau sakit lainnya. 

Kalau dipikir2, gw ini beberapa kali dirawat di bangsal psikiatri. Ada kisahnya di buku gw yang baru rilis itu. Ya kalau gw hanya larut dalam stigma orang bahwa yang dirawat di bangsal kejiwaan itu ga punya harapan hidup, ya gw beneran akan bengong-bengong aja. Tapi gw memilih untuk mematahkan stigma itu dan menjadi bukti hidup seorang dengan gangguan jiwa yang tetap bisa beraktivitas layaknya orang lain.

So tetap semangat ya..

Tunggu informasi acara BCI selanjutnya ya..


Thanks buat semua pihak yang terlibat di acara ini.
Foto dokumentasi diambil dari tim panitia.

Dua Sisi Dalam Diriku - My First Book !



Kisah Nyata Perjuangan Seorang Bipolar : "DUA SISI DALAM DIRIKU".

Ini buku pertama gw yang ( akhirnya ) terbit juga setelah tertunda beberapa tahun. Gw memilih untuk mencetak dengan jumlah terbatas lalu mempromosikan dan menjualnya sendiri juga.

Buku ini bercerita mulai dari awal gw mengalami gejala bipolar sampai akhirnya gw berada disini saat ini. Ya mungkin bukan sebuah buku psikomemoar yang sempurna, but at least gw memberanikan diri membuka kisah gw dengan jujur apa adanya. Barangkali bisa menjadi referensi bagi yang ingin tau gimana rasanya jadi seorang bipolar, mungkin juga jadi inspirasi bagi sesama bipolar. Ya, intinya tujuan gw menuliskan buku ini adalah untuk kebaikan. : )

Yang tertarik mau beli bisa order ke WA/SMS 08561114131.