by Vindy Ariella. Powered by Blogger.

Sehat Jiwa




Saat mendengar kata sehat jiwa, barangkali yang terpikir dalam benak kita adalah normal ga normal, waras ga waras. Untuk meluruskan hal tersebut, dalam artikel ini gw akan share informasi mengenai sehat jiwa.

Jadi, dalam undang-undang, kesehatan itu gabungan sehat fisik, mental, dan sosial, yang memungkinkan setiap orang untuk hidup produktif. Sehat fisik udah pada paham lah ya. Kalau sehat sosial, maksudnya adalah mampu menjalin hubungan baik dengan orang lain. Nah, gw akan bahas lebih lanjut tentang sehat jiwa.

Sehat jiwa ini maksudnya bukan sekedar tidak mengalami gangguan jiwa. Bukan juga kalau nggak memenuhi ciri sehat jiwa yang nanti akan gw bahas, berati sakit jiwa. Tidak ada batasan yang tegas antara orang yang sehat jiwa dan yang terganggu jiwanya. Tetapi ada suatu kesinambungan yang disebut derajat kesehatan jiwa ( misalnya sangat sehat, sehat, cukup sehat, kurang sehat, sakit ). 

Perlu diingat, nggak semua orang selalu mempunyai ciri jiwa yang sehat sepanjang hidupnya. Setiap orang dapat mengalami beragam derajat kesehatan jiwa. Itu adalah hal yang wajar, secara kita hidup kan ga selalu mulus.

Sekarang gw bahas ciri sehat jiwa yang dituliskan di buku pedoman kesehatan jiwa untuk kader kesehatan oleh kemenkes tahun 2011. Kesehatan jiwa adalah perasaan sehat dan bahagia mampu menghadapi tantangan hidup, dapat menerima orang lain sebagaimana adanya dan mempunyai sikap positif terhadap diri sendiri serta orang lain. Orang yang sehat jiwa dapat mempercayai orang lain dan senang menjadi bagian dari suatu kelompok. Bagi mereka, kehidupan ini penuh arti. Ciri lainnya adalah :

    # Merasa nyaman dengan dirinya

    - Mampu mengatasi berbagai perasaan seperti marah, takut, senang, dll.
    - Mampu mengatasi kekecewaan dalam kehidupan.
    - Mempunyai harga diri yang wajar
    - Menilai dirinya secara nyata, tidak merendahkan tidak pula berlebihan
    - Merasa puas dengan kehidupan sehari-hari

   # Merasa nyaman berhubungan dengan orang lain

    - Mampu mencintai dan menerima cinta dari orang lain
    - Mempunyai hubungan pribadi yang tetap
    - Mampu mempercayai orang lain
    - Dapat menghargai pendapat orang lain yang berbeda
    - Merasa menjadi bagian dari kelompok
    - Tidak mengakali orang lain dan tidak membiarkan dirinya diakali orang lain    

    # Mampu Memenuhi Kebutuhan Hidup

- Menetapkan tujuan hidup yang nyata untuk dirinya
- Mampu mengambil keputusan
- Menerima tanggung jawab
- Merancang masa depan
- Menerima ide dan pengalaman baru
- Merasa puas dengan pekerjaannya

Kurang lebih itulah ciri dari jiwa yang sehat. Sekali lagi, ciri yang disebutkan tadi bukan sebuah patokan pasti. Kita sebagai manusia punya dinamika kehidupan, ada kalanya diatas dan dibawah. Yang penting, kita peduli dengan kesehatan jiwa dan menjaganya sebaik mungkin.

Sekian informasi tentang sehat jiwa kali ini, semoga bermanfaat. 

Videonya bisa dicek di channel youtube gw "Vindy Ariella"

Psikiater : Bipolar Lagi Trend !


Hari Minggu, 14 Mei 2017 lalu, gw diundang acara seminar kesehatan jiwa di Univ Esa Unggul bareng dr. Endah, Sp.KJ dan Mas Bagus dari KPSI.

Kata dr. Endah bipolar lagi trend. Banyak pasien beliau datang ngaku bipolar padahal nggak, bahkan pengen banget dibilang bipolar.

Ini bisa berarti 2 hal. Pertama masyarakat lebih aware dan mencari pertolongan sedini mungkin. Kedua, yg maksa pengen banget dibilang bipolar mungkin mau jadikan bipolar sebagai alasan / pembenaran akan hal negatif yg ia lakukan.

Apapun itu, at least istilah bipolar sudah mulai dikenal. Berarti usaha gw hampir 4 tahun bersama BCI ada manfaatnya. Semoga makin banyak yang mau kontribusi. : )