by Vindy Ariella. Powered by Blogger.

RIP Chester Bennington




So, pagi ini gw denger berita mengenai meninggalnya seorang legenda di dunia musik. Chester Bennington. Band beliau, Linkin Park, sangat lekat di telinga gw. Menemani masa remaja dimana gw lagi rebel-rebelnya dan merasa bermasalah. Hanya saja ga paham bahwa dahulu itu gw depresi dan agak-agak bipolar.

Selama bipolar ini juga gw masih dengerin lagu-lagu Linkin Park. Biasanya di saat drop butuh teriak-teriak meluapkan keputusasaan. Secara lirik lagu Linkin Park ada yang dark. Ya, lirik dark tidak mungkin tercipta begitu saja tanpa emosi, pengalaman, rasa, logika, imajinas, jiwa, semuanya deh. Pasti tercipta karena ada kisah di dalamnya. Dan seperti yang kita tau Chester Bennington mengalami masa-masa yang sangat sulit.

Dan semua berakhir dengan suicide.

Memang sangat sulit menghadapi rasa suicidal. Gw sendiri sering sekali merasa ingin mati. Pernah mencoba bunuh diri, namun Tuhan berkata lain. Gw masih hidup sampai sekarang. Dan ( sedihnya ) saat depresi melanda gw tetap ada rasa pengen mengakhiri hidup. Atau halusnya ga ada lagi di dunia ini.

Rasanya itu seperti semua orang akan lebih bahagia tanpa gw, gw nggak jadi beban hidup orang tua dan sahabat-sahabat gw, gw hidup juga ga ada gunanya, tanpa gw semua orang tetap akan bahagia. Kurang lebih seperti itulah.

Walaupun begitu, gw tau bahwa kematian bukan jawaban dari segala kegelisahan. Gelisah dapat terjawab dengan adanya harapan dan cinta. Yeaa kinda bullshit, tapi itulah adanya.

Pesan gw, jika dirimu merasa ingin mati saja, ingatlah bahwa ada orang-orang yang akan sedih merasa kehilangan, ingatlah betapa banyak hal yang bisa disyukuri sekecil apapun bahkan berkah Tuhan memberi oksigen dan paru-paru untuk bernafas. Lihatlah bagaimana orang dengan sakit berat berjuang sedemikian keras hanya untuk bisa bernafas. Jangan sia-siakan hidupmu. Depresi kan susah untuk mikir positi.. Ya emang, makanya cobalah cari pertolongan. Konsultasi ke psikiater, psikolog, konselor, ahli yang kompeten sesuai ilmunya. Depresi bisa diatas, ada obatnya, banyak survivornya yang sudah jadi orang sukses. Seperti gw bilang tadi, harapan itu ada. Tinggal bagaimana kita usaha meraihnya. Yakinlah pada harapanmu dan tumbuhkan cinta.

Bagi yang memiliki rekan, teman, saudara atau siapapun yang merasa ingin bunuh diri, pertama kalau bisa temani dia. Amankan situasi, misal dengan menjauhi dari benda berbahaya. Ajak ngobrol apa aja hal kecil, memori bahagia, atau yang sekiranya bisa mengalihkan dari pikiran untuk bunuh dirinya. Lalu bawa ke tenaga ahli. Karena kadang bingung juga bagaimana menghadapi orang depresi pengen bunuh diri. Dengan dikonsultasikan ke ahli di bidangnya akan lebih membantu.

Ga usah takut sama stigma. Stigma itu ada karena orang ga paham dengan apa yang sebenarnya terjadi. Main omong seenaknya, ngerasain juga enggak, tau ilmunya juga enggak. Anggap aja mereka yang menstigma adalah yang satu langkah lebih mundur dari dirimu yang sudah berjuang keras menghadapi hidup ini. Belum tentu para penstigma itu bisa loh menghadapi apa yang kamu rasa. Nggak perlu takut ke psikiater, psikolog.

Balik lagi ke Chester, ya gw sangat sedih denger berita ini. Belakangan makin sering kita mendengar kasus bunuh diri. Mungkin yang harus beraksi menyuarakan isu betapa pentingnya kesehatan jiwa nggak cuma para aktivis di organisasi / komunitas, namun seluruh elemen masyarakat. Gw mengajak seluruh pembaca blog ini untuk turut serta kampanyekan pentingnya kesehatan jiwa. Banyak kok materinya di google.

Harapan gw, semoga kisah yang menyedihkan dari Chester ini bisa membuka wawasan dan insight kita bahwa depresi, bipolar, skizofrenia dll itu real. The struggle is real dan penyelesainnya ada banyak opsi, konsultasikan ke ahli, bentuk support system, kelola diri. Yakinlah pada harapanmu dan tumbuhkan cinta.

Salam sehat jiwa !
Doa untuk Chester Bennington. :'(

Gambar diambil dari https://www.thesun.co.uk