by Vindy Ariella. Diberdayakan oleh Blogger.

Curhat ( 64 )



Guys, gw pengen curhat disini. Barangkali ada yang merasa serupa bisa diskusi.

Sejak relaps terakhir gw, psikiater sudah mengatakan bipo gw remisi ( dalam keadaan tidak kambuh ). Tapi tetap gw merasakan moodswing, emotional over small things, cranky irritable di waktu tertentu, kalau mau ngerjain sesuatu mood2an banget, berpikir kearah negatif terus. Gw ga ngerti ini kenapa. Kalau ditanya ya gw jawabnya aku rapopo karena sulit bagi gw ungkapkan apa yang dirasa ke orang yang nanya langsung ( makanya gw tulis disini aja haha ).

Terus, gw bertanya-tanya. Apakah ini semua yang gw rasa karena gw memilki gangguan kepribadian borderline. Gw sebenernya merasa agak lebay bentar-bentar mikirnya gw borderline. Seolah jadi excuses untuk gw ga maju. Tapi di sisi lain, kalau gw ga menyadari ini bagian dari borderline gw, maka gw ga aware2 untuk kelola gejala. Ada yang bilang semua normal, ini bagian hidup orang lain juga begini. Bagi gw, masa sih ? Gw liat nyokap, adek, sodara-sodara gw ga segininya amat. Apalagi yang gw rasa ini menurunkan produktivitas gw.

Lalu gw jadi kesel. Muter-muter berkutat ga jauh dari kenapa gw jadi borderline gini. Tuh ampe nyebut istilah borderline aja gw enek ( or eneg ? ) sendiri.

Kalau kata psikiater dan psikolog gw, bipolar sifatnya lebih biologis, karena zat kimia di otak. Kalau borderline itu lebih disebabkan karena psikologis. Which is gejala-gejala yang dikelompokkan dan disebut sebagai gangguan itu muncul karena trauma, kejadian masa lalu yg ga enak, pola asuh, dan temen2nya itu. Daaan, berbagai gejala itu udah jadi bagian kepribadian si orang tersebut. Kepribadian cuuy, ga semudah itu kan merubah kepribadian. Tapi masa iya segala gejala itu bakal ada terus dalam diri gw ( yang mana karena itu adalah kepribadian gw ) ?

Realitanya gimana, iya gw cenderung mengalami segala gejala bordeline itu sehari-hari belakangan ini, kata psikiater dan psikolog gw orang dengan borderline bisa dilatih untuk adaptasi dengan segala gejalanya hingga pada akhirnya kehidupan si orang tersebut bisa lebih baik.

Nah gw pernah cerita kalau gw ke psikolog, kondisi gw membaik dsb. Eh terus bipo gw kambuh relapse depresi yang mencetus borderline jadi tambah parah. Sampai sekarang redanya belum signifikan udah 4 bulan. Hiks.

Ya apapun itu yang terjadi, gw saat ini masih di tahapan mencoba aware dulu. Gw ga muluk-muluk ngarep bisa ngontrol gejala atau apa yang ketinggian. Bisa nyadar misal gw mood2an, gw inget2 oh ini emang bagian penyakit gw, ntar juga berlalu. Ga gw perpanjang jadi tuh kan mood2an lagi gara ini anu itu dst. Ya susah juga dijalani. At least itu usaha yang bisa gw lakukan.

Selain itu gw juga pasrah sama yang Maha Kuasa. Gw doa jangan biarkan kegelisahan menghentikan gw untuk menjadi manusia yang bermanfaat bagi diri sendiri, keluarga, dan orang lain. Ya Tuhan hamba hanya ingin jadi manusia baik-baik. :'(

Berharap doa gw didengar, or mungkin lebih tepatnya semoga gw bisa peka mencerna jawaban Tuhan yang kadang tidak sesuai harapan kita namun lebih baik. Gw hanya fokus untuk aware, mindful, doa, dan usaha apa aja yang bisa gw kerjain selagi bisa. Dear teman2 yang baca post ini, gw titip doa ya semoga kita bisa terus menjadi lebih baik. :)

Thanks yang udah mau baca curhatan gw. Have a good day !