by Vindy Ariella. Powered by Blogger.

Cerita Jiwa Vindy


Hi Guys, sekarang gw punya podcast berjudul "Cerita Jiwa Vindy"
Kalian bisa dengar di :


dan 


Semoga bermanfaat yah. 

My To Do List


Haiiii, aku sudah lama tidak lama update blog ini. How are you guys? Hope you're all doing great yah.

Gw sendiri sekarang kabarnya ya pretty good. Maksudnya, ada moment dimana gw merasa sangat produktif lalu ada juga yang hanya tidur doang sambil meratapi kerjaan yang menumpuk. Is it normal? Yes. Setiap manusia bisa ada periode seperti itu. Mungkin saja bagi seorang bipolar kaya gw bisa berlanjut jadi depresi beneran. Kuncinya adalah waspada apakah moment mager itu berlangsung lama dan sampai bener-bener ga dikerjain kerjaannya.

Saat ini kesibukan gw selain mengurus BCI ( yang baru aja jadi yayasan ), jualan ( on progress ), gw juga sedang mengerjakan project hasil dari Gerakan Kreabilitas dari Ketemu Project yang gw ikuti. Ini project seru banget dan sangat menantang. Di satu sisi gw excited, sisi lain gw parno setengah mati takut ga mampu ngerjainnya. Is it normal? Again, yes it is. Wajar banget ngerasa takut dan khawatir disaat menghadapi hal baru yang cukup besar. Gw ga pengen terlalu membesar-besarkan dan menghubung-hubungkan kekhawatiran normal gw ini dengan mental illness yang gw alami. Kuncinya adalah lagi-lagi liat seberapa besar parnonya, mengganggu project itu sendiri ga? Kalau parno-parno gitu tapi masih bisa sambil ngerjain, normal itu.


Oh ya, waktu itu gw sempet ngumpulin naskah ke editor. Udah bikin polling juga di instagram dan facebook mengenai tulisan gw apakah minat jika dijadikan buku. Update dari gw, tulisan itu sudah sampai editor untuk diseleksi apakah bisa terbit apa nggak, tapi belum gw follow up lagi karena kepending ada project baru yang lumayan memakan waktu, pikiran, tenaga. Ya doakan saja ada kabar baik dari editor. Kalaupun nggak bisa diterbitin oleh penerbit, gw akan coba self publishing tapi menunggu waktu yang tepat. Secara skrg fokus gw sedikit berubah dari rencana.

Apalagi ya, hmm BCI sekarang sudah jadi yayasan. Jadi banyak yang mesti disusun dan diurus. Gw diangkat sebagai ketua yayasannya. Ini juga cukup memakan pikiran gw, karena jadi ketua yayasan nggak main-main cuy, ini harus serius. Gw sebisa mungkin memberi yang terbaik dalam urusan ini bersamaan dengan project gw ( dan juga dagangan gw yang lagi diproses ). So far gw ga kerja sendiri, ada tim yang membantu. Tapi mohon maaf untuk teman2 BCI yang menanyakan kapan ada acara lagi, kami usahakan segera ya. Sedang disiapkan. Maaf kalau beberapa bulan ini banyak program kepending karena urusan yayasan.

Nah mengenai dagangan gw, sekarang lagi proses produksi sih. Ada satu hal yang bikin gw terharu. Jadi selama ini gw jualan design gw yang dijadikan produk, gw jual online doang ke friends di facebook dan followers instagram gw. Tapi ga berjalan semulus itu. Banyak yang ga bisa apresiasi designnya. Entah ga relate atau ga ngerti seni atau gimana. Tapi disaat gw buka bazaar di Bali beberapa bulan lalu which is pengunjungnya adalah penikmat seni, produk gw diapresiasi banget. Bahkan ada barang yang langsung sold out dalam waktu sekejap. Ini membuka mata gw untuk mentargetkan ulang pasar gw. Hanya saja gw belum sempet mikirin gimana caranya gw bisa lebih banyak masuk ke circle penikmat pecinta seni. Siapa tau ada yang mau share mengenai hal ini boleh banget loh hehe.

Scarf ini diapresiasi banget sama pengunjung bazaar dan langsung abis di acara itu juga. :)

Kira-kira itu update dari aktivitas dan plan to do list gw kedepan. Mohon support dan dukungannya ya. Semangat buat gw dan juga kalian semua. Thanks sudah mau baca blog ini. Yang positif silakan diambil manfaatnya, yang negatif abaikan, yang datar aja yaudah sih haha.

Have a nice day!

Gerakan Kreabilitas dari Ketemu Project


Tanggal 28 Juni - 1 Juli 2019 lalu gw ikutan residensi seni selama 4 hari di Bali, bernama Gerakan Kreabilitas dari Ketemu Project yang bekerjasama dengan The Arts Development Company & British Council. Ini acara seru banget, gw sangat senang bisa tepilih menjadi salah satu pesertanya. Pada intinya, acara ini mengajarkan peserta yang mostly penyandang disabilitas, untuk belajar mengembangkan ide sampai menjadi produk dan memasarkannya.

Di hari pertama ada sharing mengenai kafe kopi yang dikelola tuna netra. Mulai dari barista sampai manajemennya dijalankan oleh penyandang tuna netra. Keren banget. Peserta juga boleh coba membuat kopi dengan mata tertutup.

Di hari kedua ada sharing dari product designer sebuah merk keramik tertua di Bali, Jenggala. Sekalian nyobain melukis dan membuat keramik. Selain itu ada materi mengenai mengembangkan ide menjadi produk. Peserta juga mulai mencari-cari siapa yang cocok diajak kolaborasi untuk membentuk tim dan mengembangkan ide produk yang nantinya jika terpilih akan mendapatkan funding untuk mewujudkan idenya.

Di hari ketiga adalah pasar pitch dimana tim kolaborasi yang terbentuk mengadakan pameran produk dan ide mereka. Gw partneran bersama Khomsin dari Solo yang biasa mengajak orang dengan gangguan jiwa di Blitar yang tidak bisa berobat untuk berkarya bersama dan menjadikan karya tersebut ke produk untuk nantinya dijual dan keuntungannya diberikan ke ODGJ yang bersangkutan. Ide kami berdua adalah membuat Mental Health Kit sebagai respon kebutuhan masyarakat akan edukasi serta support mengenai kesehatan jiwa. Seru banget bisa diskusi dengan juri mengenai ide kami, dan juga menjual produk ke pengunjung.

Di hari keempat ada materi mengenai mengembangkan ekonomi kreatif dari seniman disabilitas untuk ke pasar global dan pengumuman siapa saja tim terpilih untuk mendapatkan funding. Daaaan, tim gw kepilih ! So kedepan kami akan mencoba mengembangkan ide kami menjadi produk dan menjualnya ke pasar global. Doakan kami ya, semoga ide ini bisa terwujud dan membantu banyak orang.

Thanks banget buat Gerakan Kreabilitas dan Ketemu Project. Senang bisa menjadi bagian dari kegiatan kalian yang keren banget. :)

Foto oleh Tim Ketemu Project









Sembuh vs Pulih








Diskusi : Kenali Permasalahan Gangguan Bipolar dan Solusinya




Memperingati World Bipolar Day yang bertepatan pada 30 Maret 2019, Bipolar Care Indonesia mengadakan acara diskusi yang bertajuk "Kenali Permasalahan Gangguan Bipolar dan Solusinya". Sejumlah pembicara kompeten akan hadir, seperti:

• Dr. dr. Irmansyah Sp. KJ (K) (psikiater)
• Ricky Gunawan, S.H, M.A (advokat, dan direktur LBH Masyarakat)
• Paramitha Rusady (aktris, caregiver)
• Adella Rusady (penyintas bipolar)
• Theresia Ticetitahing (community organizer program peduli, caregiver Yakkum)

Dan akan dibawakan oleh moderator

• Aristha J. Kusuma (professional trainer, dan penulis)

Catat tanggal dan waktunya:
Sabtu, 30 Maret 2019
Jam 13:00 - 16:00 WIB
Ruang Graha Utama, Gedung A lt. 3 Kemendikbud, Senayan. Jakarta Pusat.

GRATIS!
Pendaftaran: bit.ly/WorldBipolarDay2019
Link tersedia di bio instagram

More Information:
Stella 0877 4118 9276 (whatsapp)
Winda 0821 7040 4388 (whatsapp) *Tidak ada sertifikat bagi peserta

Acara ini dapat terselenggara atas dukungan Yakkum, Program Peduli, The Asian Foundation, Insight Investments Management, BPJS Kesehatan, WanaArtha Life, Kemenko PMK, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia, Ambulance Mitra Medical Service, Sehat Mental.id, Magdalene, Event Jakarta, Mentalization, Paramitha Devi Ratudimensi.

MARI DUKUNG DAN RAMAIKAN WORLD BIPOLAR DAY!!!

(Masih) Minum Obat


Hello, mau update dikit mengenai kondisi gw dan obat yang gw minum. :)

Jadi, sejak 2009 gw didiagnosa depresi berat lalu berganti menjadi bipolar lalu sekarang ditambah ada borderline, gw udah pernah minum banyak sekali jenis obat-obatan untuk cari mix yang cocok. Sebut semua obat psikiatri hampir setenganya udah gw cobain lol.

Mulai dari mood stabilizer, antidepresan, anticemas, dan antipsikotik. Lumayan beragam jenis yang gw minum dengan berbagai merk dagang. Yang generik juga ada.

Terus akhirnya nemu yang cocok ga ? Hmmm, relatif ya.

Pertama, dengan gejala depresi gw cocok banget minum antidepresan.
Lalu berubah ada manik gw mulai dikasih mood stabilizer.
Selanjutnya ada keluhan masalah kecemasan dan sulit tidur gw dikasih obat anticemas.
Eh setelah itu muncul gejala psikotik lalu gw dikasih antipsikotik.

Berbagai jenis campuran obat gw cobain dari beberapa psikiater berbeda sejak 2009 sampai sekarang. Dan, bagi gw cocok iya, tapi perlu melihat perubahan gejala juga jadi mesti menyesuaikan obatnya. Makanya gw ganti-ganti mulu.

Namun sudah selama hampir 6 tahun ini gw cocok sama 3 jenis obat. Yaitu  :

Lithium ( Merk Dagang : Frimania ) -- Mood Stabilizer
Lamotrigine ( Merk Dagang : Lamictal ) -- Mood Stabilizer
Aripiprazole ( Merk Dagang : Abilify ) -- Antipsikotik

Dosisnya juga kadang berubah tergantung gw lagi kambuh atau gejalanya berat apa nggak.

Di tahun ke 4-5an, gw mulai juga rutin psikoterapi bersama psikolog dan psikiater. Selain itu gw banyak baca buku-buku self help, nerapin mindfulness, art therapy, dan banyak aktifitas pendukung lainnya. Dukungan dari lingkungan juga semakin baik.

Sekarang, salah satu obat gw ( Frimania ) sudah dilepas. Untuk maintenance gw minum Lamictal dan Abilify. Kata psikiater gw juga nanti dosis Abilify mau diturunin dan gw harap bisa lepas juga dan sisa satu obat.

Mungkin ga lepas obat ? Gw sih agak ragu karena kondisi gw ini cukup kompleks. Harus liat situasi kondisi dan kata psikiater.

Keberatan ga kalau ternyata mesti minum obat selamanya ? Nggak. Gw sadar penuh bahwa obat membantu menyeimbangkan zat kimia di otak gw. Sehingga gw bisa lebih stabil. Tentunya gw juga usaha dengan terapi penunjuang lainnya.

Intinya, kalau mesti minum obat ya gpp. Ketergantungan beda loh sama butuh. Kalau tergantung ibarat kita ga butuh tapi dipaksakan minum misalnya kaya narkoba, tapi kalau butuh, kita memang minum karena kesadaran bahwa obat tersebut bermanfaat bagi kesehatan. Dan it's ok kalau butuh terus-terusan demi menjaga kesehatan. Orang-orang banyak yang keliru dengan prinsip ini. Baca deh dari berbagai riset dan artikel ilmiah kalau memang bipolar mostly butuh obat-obatan. Tapi ( bagi gw ) ada juga kondisi bipolar yang mungkin ringan jadi dengan terapi penunjang ga mesti perlu obat lagi. Tentunya mesti dikonsultasikan dengan psikiater.

Terus, apa ga mahal beli obatnya ? Sekarang gw pakai layanan BPJS untuk mencover semua sesi konsultasi ke psikiater dan obat-obatan. Gw konsul di RSCM dan dapet obat untuk sebulan yang kalau ditotal harganya bisa sekitar 2 jutaan / bulan. Coba deh kalian yg masih bingung mikirin duit beli obat, urus BPJS-nya. Sangat membantu walaupun ada pengorbanan seperti waktu untuk mengantri dll.

Ah males beli obat atau ngantri-ngantri, ada ga yang dijual bebas di apotek ? Nggak ada. Semua obat psikiatri mesti dikonsultasikan dengan psikiater. Kalau sembarangan minum bisa merugikan diri sendiri. So, tanya psikiater kalian ya obat apa yang cocok untuk mengatasi gejala yang dialami.

Ingat, bipolar dan masalah kejiwaan lainnya dengan terapi tepat bisa dikontrol gejalanya sehingga yang mengalaminya bisa hidup dengan optimal. Jadi, jangan tunda-tunda untuk konsultasi kalau misa gejala yang kalian alami sudah menjadi penderitaan tersendiri dan mengganggu kehidupan sehari-hari. Lebih baik mengatasi sedini mungkin daripada nungguin parah dulu.

Sekian update dan informasi dari gw, semoga bermanfaat. : )

Self Help


Ini penting loh guys untuk diperhatikan dan dicoba. Gw sudah menjalankannya dan ternyata sangat membantu mengatasi masalah-masalah kejiwaan yang gw alami. Semoga kalian juga bisa merasakan manfaatnya ya..











T-Shirt Mental Health Matters


Hello guys, sebagai bentuk kepedulian gw dengan isu kesehatan jiwa, sekarang gw menjual kaos bertuliskan "MENTAL HEALTH MATTERS". Kaos ini ditujukan untuk membangun awareness bagi yang memakai dan juga yang melihat. Semoga kehadiran kaos ini bisa menjadikan masyarakat lebih terbuka lagi dengan isu kesehatan jiwa. 

Kaos ini sementara ini tersedia size S dan M (ready stock tp ga banyak).
Bahannya katun kualitas import.

Harganya Rp 105 K saja.

Yang berminat bisa hubungi 08561114131 yah.

Sebagian hasil penjualan akan didonasikan ke Bipolar Care Indonesia.

Yuk belanja sekalian donasi dan menyebarkan awareness mengenai kesehatan jiwa. 

Thank you.

Gangguan Jiwa


Bagaimana sih konsep gangguan jiwa itu ? Yang seperti apa yang disebut dengan gangguan jiwa ? Berikut penjelasannya.











Sehat Jiwa


Sebenarnya apa sih sehat jiwa itu ? Apakah jika tidak sehat jiwa = sakit jiwa ? Berikut penjelasannya.