by Vindy Ariella. Powered by Blogger.

Diskusi : Kenali Permasalahan Gangguan Bipolar dan Solusinya




Memperingati World Bipolar Day yang bertepatan pada 30 Maret 2019, Bipolar Care Indonesia mengadakan acara diskusi yang bertajuk "Kenali Permasalahan Gangguan Bipolar dan Solusinya". Sejumlah pembicara kompeten akan hadir, seperti:

• Dr. dr. Irmansyah Sp. KJ (K) (psikiater)
• Ricky Gunawan, S.H, M.A (advokat, dan direktur LBH Masyarakat)
• Paramitha Rusady (aktris, caregiver)
• Adella Rusady (penyintas bipolar)
• Theresia Ticetitahing (community organizer program peduli, caregiver Yakkum)

Dan akan dibawakan oleh moderator

• Aristha J. Kusuma (professional trainer, dan penulis)

Catat tanggal dan waktunya:
Sabtu, 30 Maret 2019
Jam 13:00 - 16:00 WIB
Ruang Graha Utama, Gedung A lt. 3 Kemendikbud, Senayan. Jakarta Pusat.

GRATIS!
Pendaftaran: bit.ly/WorldBipolarDay2019
Link tersedia di bio instagram

More Information:
Stella 0877 4118 9276 (whatsapp)
Winda 0821 7040 4388 (whatsapp) *Tidak ada sertifikat bagi peserta

Acara ini dapat terselenggara atas dukungan Yakkum, Program Peduli, The Asian Foundation, Insight Investments Management, BPJS Kesehatan, WanaArtha Life, Kemenko PMK, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia, Ambulance Mitra Medical Service, Sehat Mental.id, Magdalene, Event Jakarta, Mentalization, Paramitha Devi Ratudimensi.

MARI DUKUNG DAN RAMAIKAN WORLD BIPOLAR DAY!!!

(Masih) Minum Obat


Hello, mau update dikit mengenai kondisi gw dan obat yang gw minum. :)

Jadi, sejak 2009 gw didiagnosa depresi berat lalu berganti menjadi bipolar lalu sekarang ditambah ada borderline, gw udah pernah minum banyak sekali jenis obat-obatan untuk cari mix yang cocok. Sebut semua obat psikiatri hampir setenganya udah gw cobain lol.

Mulai dari mood stabilizer, antidepresan, anticemas, dan antipsikotik. Lumayan beragam jenis yang gw minum dengan berbagai merk dagang. Yang generik juga ada.

Terus akhirnya nemu yang cocok ga ? Hmmm, relatif ya.

Pertama, dengan gejala depresi gw cocok banget minum antidepresan.
Lalu berubah ada manik gw mulai dikasih mood stabilizer.
Selanjutnya ada keluhan masalah kecemasan dan sulit tidur gw dikasih obat anticemas.
Eh setelah itu muncul gejala psikotik lalu gw dikasih antipsikotik.

Berbagai jenis campuran obat gw cobain dari beberapa psikiater berbeda sejak 2009 sampai sekarang. Dan, bagi gw cocok iya, tapi perlu melihat perubahan gejala juga jadi mesti menyesuaikan obatnya. Makanya gw ganti-ganti mulu.

Namun sudah selama hampir 6 tahun ini gw cocok sama 3 jenis obat. Yaitu  :

Lithium ( Merk Dagang : Frimania ) -- Mood Stabilizer
Lamotrigine ( Merk Dagang : Lamictal ) -- Mood Stabilizer
Aripiprazole ( Merk Dagang : Abilify ) -- Antipsikotik

Dosisnya juga kadang berubah tergantung gw lagi kambuh atau gejalanya berat apa nggak.

Di tahun ke 4-5an, gw mulai juga rutin psikoterapi bersama psikolog dan psikiater. Selain itu gw banyak baca buku-buku self help, nerapin mindfulness, art therapy, dan banyak aktifitas pendukung lainnya. Dukungan dari lingkungan juga semakin baik.

Sekarang, salah satu obat gw ( Frimania ) sudah dilepas. Untuk maintenance gw minum Lamictal dan Abilify. Kata psikiater gw juga nanti dosis Abilify mau diturunin dan gw harap bisa lepas juga dan sisa satu obat.

Mungkin ga lepas obat ? Gw sih agak ragu karena kondisi gw ini cukup kompleks. Harus liat situasi kondisi dan kata psikiater.

Keberatan ga kalau ternyata mesti minum obat selamanya ? Nggak. Gw sadar penuh bahwa obat membantu menyeimbangkan zat kimia di otak gw. Sehingga gw bisa lebih stabil. Tentunya gw juga usaha dengan terapi penunjuang lainnya.

Intinya, kalau mesti minum obat ya gpp. Ketergantungan beda loh sama butuh. Kalau tergantung ibarat kita ga butuh tapi dipaksakan minum misalnya kaya narkoba, tapi kalau butuh, kita memang minum karena kesadaran bahwa obat tersebut bermanfaat bagi kesehatan. Dan it's ok kalau butuh terus-terusan demi menjaga kesehatan. Orang-orang banyak yang keliru dengan prinsip ini. Baca deh dari berbagai riset dan artikel ilmiah kalau memang bipolar mostly butuh obat-obatan. Tapi ( bagi gw ) ada juga kondisi bipolar yang mungkin ringan jadi dengan terapi penunjang ga mesti perlu obat lagi. Tentunya mesti dikonsultasikan dengan psikiater.

Terus, apa ga mahal beli obatnya ? Sekarang gw pakai layanan BPJS untuk mencover semua sesi konsultasi ke psikiater dan obat-obatan. Gw konsul di RSCM dan dapet obat untuk sebulan yang kalau ditotal harganya bisa sekitar 2 jutaan / bulan. Coba deh kalian yg masih bingung mikirin duit beli obat, urus BPJS-nya. Sangat membantu walaupun ada pengorbanan seperti waktu untuk mengantri dll.

Ah males beli obat atau ngantri-ngantri, ada ga yang dijual bebas di apotek ? Nggak ada. Semua obat psikiatri mesti dikonsultasikan dengan psikiater. Kalau sembarangan minum bisa merugikan diri sendiri. So, tanya psikiater kalian ya obat apa yang cocok untuk mengatasi gejala yang dialami.

Ingat, bipolar dan masalah kejiwaan lainnya dengan terapi tepat bisa dikontrol gejalanya sehingga yang mengalaminya bisa hidup dengan optimal. Jadi, jangan tunda-tunda untuk konsultasi kalau misa gejala yang kalian alami sudah menjadi penderitaan tersendiri dan mengganggu kehidupan sehari-hari. Lebih baik mengatasi sedini mungkin daripada nungguin parah dulu.

Sekian update dan informasi dari gw, semoga bermanfaat. : )

Self Help


Ini penting loh guys untuk diperhatikan dan dicoba. Gw sudah menjalankannya dan ternyata sangat membantu mengatasi masalah-masalah kejiwaan yang gw alami. Semoga kalian juga bisa merasakan manfaatnya ya..