by Vindy Ariella. Diberdayakan oleh Blogger.

Cinta Adalah Segalanya, Jangan Adalah Ancaman

Judul yang panjang.. *sigh*

Jadi hari ini gw bertemu dengan seorang psikolog untuk membicarakan masalah bipolar dan bagaimana menanganinya. Berikut adalah beberapa yang bisa gw petik dari pertemuan hari ini. Semoga bermanfaat ya..

# Cinta Adalah Segalanya..



Tadi gw bercerita tentang bagaimana cinta bisa menyembuhkan segala penyakit. Bagaimana kasih ibu bisa menenangkan anaknya. Bagaimana dukungan pacar bisa membuat terbang wanita. Dan bagaimana seorang penderita kanker bisa survive. Semua kuncinya adalah cinta.

Dalam hal ini, gw akan bahas hubungan cinta dengan bipolar. Kadang, pada kasus bipolar, terjadi luka hati dan trauma yang dalam dan tersimpan di dalam alam bawah sadar kita, selain terjadi gangguan pada neurotransmitter. Nah, memori-memori, trauma, dan ingatan akan kejadian yang menyakitkan hati itu perlu dikeluarkan dari alam bawah sadar kita, agar tidak terjadi 'tumpukan' yang bisa menimbulkan gangguan mood, perilaku, dan perasaan. Salah satu cara terbaik untuk mengeluarkannya adalah berbicara dengan psikolog  atau psikiater. Mereka mengerti poin-poin yang harus ditanyakan agar memori dan trauma itu keluar dari alam bawah sadar kita.

Cara lainnya, adalah cinta. Yep, cinta. Misalkan cinta seorang ibu kepada anaknya. Ada penelitian dimana seorang anak dipantau gelombang otaknya. Di waktu yang bersamaan, sang ibu yang berada di tempat jauh dari lokasi si anak berada, ditanya berbagai macam pertanyaan. Disaat ditanyakan pertanyaan yang menyangkut kasih sayang, gelombang otak si anak menjadi tenang. Lalu disaat ditanyakan pertanyaan yang memancing emosi dan amarah, gelombang otak si anak ternyata menjadi kacau dan tidak tenang lagi.. Terbukti bahwa hubungan batin ( cinta ) antara ibu dan anak ini mempengaruhi emosi, perasaan, dan alam bawah sadar kita. Semua itu karena cinta mengeluarkan frekuensi layaknya kita sedang menelepon orang dengan telepon genggam. Frekuensinya tidak tampak, tapi dengan frekuensi itu penelepon dan pemerima bisa tersambung. Begitu pula dengan cinta. Hubungan antara ibu dan anak, pasangan, atau kerabat bisa mempengaruhi hidup kita. Dengan itulah luka hati juga bisa disembuhkan.

Jadi mulai sekarang, cintailah diri sendiri dan lingkungan anda untuk mendapatkan feedback positif. Jangan banyak ngedumel dan mengeluh. Berusahalah untuk berpikir positif dan mencintai kehidupan anda. Tak apa jika anda bipolar, skizofrenia, gangguan panik, atau apapun itu. Cintai diri anda dan hidup anda. Maka gelombang cinta anda itu akan memperbaiki alam bawah sadar, emosi, dan perasaan anda secara otomatis..

# Jangan Adalah Ancaman



Maksudnya disini, adalah kata "jangan" yang bisa menjadi ancaman bagi kita sendiri.Otak kita mengenal kata-kata yang positif dan negatif. Tapi tidak mengenal kata jangan. Jadi disaat mood anda sedang kacau lalu ingin meyakinkan diri anda sendiri, hindari kata "jangan". Misalnya, "Wah mood gw kayaknya lagi down nih.. Please jangan kambuh.. Jangan kambuh.." Saat kita mengatakannya, otak kita justru membaca kata "kambuh" karena otak tidak mengenal kata "jangan". Sebaiknya, ucapkan "Semoga gw jadi tenang, sehat, terkontrol.." Seperti itu contohnya. 

Sama halnya dengan seorang ibu yang mendidik anaknya. Disaat sang ibu mengatakan "Jangan pulang malam, jangan pergi jauh-jauh.." otak sang anak dengan otomatis memprogram untuk berkeinginan menjadi pulang malam dan pergi jauh-jauh. Ya, karena otak kita tak mengenal kata "jangan". Selain kata "jangan" hindari juga kata "tidak". Pokoknya, ganti jangan gelisah menjadi tenang, nggak resah menjadi terkontrol, tidak kambuh menjadi sehat. Ucapkan kata tenang, terkontrol, sehat berulang-ulang kapanpun dimanapun agar otak kita terprogam menjadi seperti kata yang kita ucapkan.

Sekian untuk hari ini, tunggu sesi berikutnya ya.. : )