by Vindy Ariella. Diberdayakan oleh Blogger.

Sedikit Tentang Skizofrenia 2

Tadi gw menghadiri acara psikoedukasi tentang skizofrenia yang diadakan di Departemen Psikiatri RSCM. Berikut adalah beberapa ilmu yang bisa gw ambil.. Semoga bermanfaat ya..

Skizofrenia adalah sebuah penyakit otak yang disebabkan oleh faktor organobiologik ( ketidakseimbangan zat kimia dalam otak, genetik, terganggunya fungsi normal otak, dll ) yang didukung oleh faktor stressor psikososial ( stres karena masalah sehari-hari yang tidak terselesaikan ). Jadi, orang yang secara genetik memiliki bakat untuk menderita skizofrenia dan memiliki tingkat stres yang tinggi akhirnya bisa menjadi skizofrenia. Tapi kalau secara genetik memiliki bakat tapi bisa mengelola stres dengan baik maka kecil kemungkinannya untuk menderita skizofrenia. Untuk itu, jika ada riwayat keluarga mulai dari generasi buyut yang menderita skizofrenia, sebaiknya anda belajar mengelola stres dengan baik agar tidak sampai menderita skizofrenia.

Gejala skizofrenia terdiri dari gejala positif dan negatif. Gejala positif adalah gejala yang pada orang normal tidak ada, tetapi pada penderita skizofrenia ada. Misalnya, halusinasi dan waham. Sedangkan gejala negatif adalah gejala yang pada orang normal ada, tetapi pada penderita skizofrenia tidak ada. Misalnya, keinginan untuk bersosialisasi, malas mandi, dll.

Terdapat 4 kategori perjalanan penyakit skizofrenia. Yaitu :

Muncul satu episode serangan skizofrenia, lalu selanjutnya tidak kambuh, dapat kembali normal, dan tidak ada disabilitas ( ketidakmampuan untuk melakukan hal yang biasanya orang normal lakukan seperti bekerja dan berfungsi sosial ). Terjadi hanya pada 16 % penderita skizofrenia.

Muncul beberapa episode serangan skizofrenia, dapat kembali normal, dan menimbulkan disabilitas yang minimal. Persentasenya 32 %.

Beberapa kali kambuh dan tidak bisa kembali normal. Terjadi pada 9 % penderita skizofrenia.

Kambuh dengan disabilitas yang semakin lama semakin meningkat ( semakin buruk kondisinya ) dan tidak bisa kembali normal. Persentasenya 43 %.

Perlu diingat, setiap kali kambuh, ternyata terjadi kerusakan sel di otak yang tidak bisa kembali normal. Jika tidak ditangani dengan penggunaan obat, maka lama-lama otaknya bisa mengecil dan menyebabkan kerja otak buruk.

Pengobatan skizofrenia harus dilakukan secara menyeluruh. Yaitu melibatkan 4 aspek. Obat, Psikoterapi, Rehabilitasi, dan Psikoedukasi.

# Obat

Obat untuk skizofrenia adalah anti-psikotik. Terdapat 2 jenis anti-psikotik. Yaitu generasi lama ( I ) dan generasi baru ( II ). Obat generasi satu hanya untuk mengatasi wahum, halusinasi, dan keadaan gaduh gelisah ( mengamuk, marah-marah, tidak bisa diam ). Sedangkan generasi dua bisa mengatasi waham, halusinasi, keadaan gaduh gelisah, memperbaiki kognitif ( kepercayaan seseorang tentang sesuatu yang didapatkan dari proses berpikir tentang seseorang atau sesuatu ), mengurangi gejala negatif, dan mengatasi depresi. Contoh obatnya bisa dicari di google *hehe maaf ya males nulisin nama obatnya*.

# Psikoterapi

Psikoterapi dilakukan oleh tenaga terlatih seperti psikolog dan psikiater. Psikoterapi mungkin terlihat seperti ngobrol-ngobrol saja. Tapi psikolog dan psikiater mengetahui poin-poin apa yang harus dibahas sehingga membuat kognitif pasien semakin baik. Jadi bukan ngobrol biasa.

# Rehabilitasi

Maksud rehabilitasi disini adalah mencoba melakukan hal yang biasa pasien lakukan seperti kembali bekerja dan sosialisasi. Diharapkan dengan mencobanya perlahan, kemampuan pasien bisa kembali normal.

# Psikoedukasi

Merupakan edukasi tentang penyakit yang diderita sehingga pasien memahami tentang dirinya dan penyakitnya. Seperti apa fungsinya obat, mengapa pasien bisa sakit, dll.

Sekian dulu yang bisa gw sampaikan. Semoga bermanfaat. Jika ada info lainnya nanti gw post. Kalau ada yang ingin ditanyakan silakan bertanya lewat komen. Thanks for reading.