by Vindy Ariella. Diberdayakan oleh Blogger.

Curhat ( 44 )

Hmmmh, ini sebenernya gw sedang dikejar deadline ngerjain tugas. Tapi berat banget mau buka folder tugasnya, yg kebuka browser internet. Hahaha. Update dikit boleh lah ya..

Gw sekarang sudah mulai koas lagi. Beberapa hari sebelum koas biasalah muncul keparnoan dan ketakutan yang berlebihan. Bahkan gw tiba2 kehilangan minat untuk melanjutkan cita-cita gw menjadi dokter. Gw tiba2 kepengen berkutat di dunia seni aja, belajar seni rupa dan design grafis dan jadi freelancer atau seniman yang stressornya lebih ringan dari menjadi dokter. Ya mungkin gara-gara 2 minggu gw ikutan pameran dan ngobrol sama seniman jadi kepengen kaya mereka. Gw sampai bikin untung ruginya gw melanjutkan dokter atau putar haluan. Gw inget semua derita gw berkutat dengan gangguan bipolar ini selama pendidikan. Cukup sudah derita itu.. Gw nggak mau lagi menderita.. Sampai seorang teman di KPSI bilang gw akan mengecewakan banyak orang kalau gw gak jadi dokter. Ya memang selain karena memang keinginan sendiri, menjadi dokter adalah harapan banyak orang di sekitar gw. Mulai dari orang tua, saudara, sampai teman-teman terutama yang ada di komunitas kesehatan jiwa. Yang membuat gw kembali melanjutkan pendidikan dokter gw adalah harapan dari mbah dan kakek gw yang sudah meninggal. Betapa bahagianya cucu mereka ada yang akan menjadi dokter. Gw inget saat pertama gw mengatakan kalau gw masuk fakultas kedokteran, gw melihat sinar mata yang memancarkan kebahagiaan dan kebanggan dari mereka. Rasanya egois sekali jika gw seenaknya memutar haluan belajar seni yang masa depannya belum jelas karena gw harus memulai dari awal, dan gw lakukan itu karena gw nggak ingin menderita. Gw ingin hidup enak. Mungkin diri gw bahagia *itupun mungkin loh* tapi bagaimana dengan janji gw untuk membahagiakan mbah dan kakek ? Yang ada gw mengecewakan mereka. Dan gw tersadar, hidup itu memang tempat diuji. Gak ada yang sukses tanpa merasakan derita. Jadi gw memutuskan untuk kembali melanjutkan koas gw. Gw memilih untuk membahagiakan orang lain, dengan begitu gw juga akan merasa bahagia. Daripada gw bahagia sendirian dengan hal yang baru dan belum jelas bagaimana kedepannya.

Yang penting, semua psikiater yang gw kenal mengatakan gw mampu kok. Memang gw mengalami gangguan, tapi mereka yakin dengan kemampuan gw. Lain halnya jika mereka mengatakan sebaiknya gw mencari pekerjaan yang lebih ringan. Mungkin gw akan mempertimbangkan untuk putar haluan. Tapi mereka semua yakin gw bisa menjadi dokter bahkan psikiater sukses. Jadi tak seharusnya gw meragukan kemampuan gw. Hanya, bagaimana gw merubah keraguan yang menurut gw wajar muncul, menjadi sebuah kekuatan. Mungkin kalau teman-teman koas gw cukup berjalan bisa lulus, gw harus sedikit berlari. Bekerja ekstra untuk membuat mood gw tetap baik dibawah tekanan, selain dengan minum obat.

Seorang psikiater gw juga mengatakan, ambilah hikmah dari semua pengalaman gw. Seandainya gw tidak mengalami semua ini, mungkin gw akan menjadi dokter yang gitu-gitu saja. Sama seperti kebanyakan dokter lainnya. Tapi dengan apa yang terjadi dengan diri gw, sebenarnya gw memiliki kekayaan batin dan pengalaman. Bisa dibayangkan, misal saat seorang pasien berobat ke dokter karena depresi, dokter biasa mungkin hanya bisa membayangkan bagaimana rasanya depresi dari apa yang dia baca di buku. Tapi jika pasien itu datang ke gw, gw bisa mengerti dan memahami dengan jelas apa yang dia alami, memberi terapi sesuai prosedur, dan bisa memberi nasihat dengan rasa empati yang tinggi. Karena gw pernah melewati masa depresi itu.. Ya psikiater gw berkata seperti itu. Berkali-kali beliau mengatakan gw akan menjadi psikiater sukses. Semoga ucapannya menjadi doa yang dikabulkan Allah SWT. Amiiin.

Bicara mengenai derita, gw saat ini baru memasuki minggu kedua koas. Dan sejauh ini, belum ada masalah berarti yang mengganggu mood gw. Kalau capek, tugas, atau diomelin mah itu udah makanan koas. Jadi itu gak masuk itungan. Tapi dengan tugas2 dan omelan itu, gw bisa bertahan. Gak ada galau2 berlebihan. Jauh dari bayangan gw saat sebelum mulai koas, yang ada di bayangan saat itu gw akan menderita sekali. Ya mungkin karena obat gw juga sudah pas, dan gw berusaha menjalani semua ini dengan ikhlas. Semoga bisa tetap aman sampai selamanya nanti.. Amiiin, doakan ya guys.

Hmmm, sekian dulu update gw. Itu tugas jurnal udah manggil-manggil.. Haha. See ya!