by Vindy Ariella. Diberdayakan oleh Blogger.

World Bipolar Day 2016 !

Pada post kali ini gw akan bercerita bagaimana sebuah tim yang isinya mostly bipolar bisa menyelenggarakan 3 acara sekaligus untuk merayakan World Bipolar Day ( WBD ). Kenapa gw post, karena gw rasa pengalaman kami bisa menjadi inspirasi bahwa sebenarnya seorang bipolar bisa lakukan apa yang seperti orang lain lakukan. Nggak terjebak dalam sakitnya dan meratapi kesedihan. Dengan terapi yang tepat kami bisa berguna bagi orang lain kok. So, don't be afraid. And I'm with you. So, here we go.

Jadi, tim pengurus BCI sekarang ada 10, terdiri dari Gw, Anya, Egga, Igi, Dian, Tania, Yisha, Rayhana, Agus, Talitha. Dari 10 orang itu 8 bipolar dan 2 relawan sekaligus caregiver. Bisa dibayangkan sebuah tim terdiri dari orang yang bipolar, semua dalam pengobatan dibawah pengawasan psikiater masing-masing. Dan inilah yang kami lakuka..

Berawal dari duduk-duduk nongkrong, tim program dari BCI ingin buat acara untuk perayaan WBD. Entah saat itu manik apa nggak, kita bikin rancangan untuk 3 acara sekaligus yang pelaksanaannya berselang sebulan-sebulan. Awalnya gw mikir apa bakal berhasil, dan we did it !

Kampanye di Car Free Day Thamrin

Acara dimulai jam 6. Kami para pengurus dan volunteer yang bergabung untuk bantu acara kampanye kami ini kumpul. Sarapan dulu dengan snack, lalu briefing. Jam 7 kami mulai membentuk formasi barisan membawa sign yang berisi kata-kata bipolar. Lalu kami berjalan dengan rute McD Sarinah, Bunderan HI, dan kembali ke McD Sarinah. Selama berjalan kami juga meneriakkan yel-yel sebagai statement bahwa bipolar bisa berkarya. Kami juga bagi-bagi brosur dan pin yang berisikan informasi mengenai gangguan bipolar. Tak sedikit orang yang nengok, kepo, dan nyamperin nanya bipolar itu apa. Berarti kampanye kami bisa dibilang cukup berhasil. Esok harinya juga masuk ke koran kompas dan media online viva news. Berikut foto-fotonya..




Pemutaran dan Diskusi Film "At The Very Bottom of Everything"

Acara kedua kami adalah pemutaran dan diskusi film karya Paul Agusta yang juga seorang bipolar. Film yang diputar bercerita tentang narasi kisah seorang penderita bipolar + ilustrasi yang imajinatif dan simbolis. Setelah film diputar kita ngundang psikiater ( dr. Ashwin Kandouw, Sp.KJ ) dan Paul Agusta langsung untuk diskusi. dr Ashwin menjelaskan mengenai definisi, penyebab, gejala, penanganan, dan lainnya tentang bipolar. Lalu ada juga ketua acara kami Anya yang bercerita tentang pengalamannya sebagai ODB. Begitu pula dengan Paul Agusta, beliau menyebutkan bahwa sebagai penderita kita jangan mau kalah sama penyakit. Jangan mau berlindung dan menjadikan bipolar sebagai alasan untuk nggak ini itu. Lawan. Sungguh diskusi yang inspiratif dari narasumber. Dihadiri lebih dari 80 orang sesuai kapasitas ruangan. Berikut foto-fotonya..




Talkshow dan Art Performance

Nah, ini acara ketiga kita. Acara puncak. Dan nggak nanggung-nanggung, acara kami laksanakan di gedung kemendikbud yang bisa menampung hampir 200 orang, dan kursinya penuh semua loh sampai ditambah beberapa dari luar. Acara ini dibuka dengan pembacaan puisi dari seorang siswa SLB dari derah mana gitu gw lupa. Lalu sambutan dari perwakilan kemenkes. Sambutan dari ketua BCI Kak Igi, puisi lagi dari Asqa yang keren banget, lalu talkshow dan art performance. Pada talkshow, kami mengundang Marshanda sebagai narasumber utama. Ada juga dr. Yenny D.P, Sp.KJ, Natassja ( ODB ) dan Kak Igi di atas panggung. Marshanda bercerita bagaimana dia menjadi seorang yang penuh syukur setelah menerima bahwa dirinya menderita bipolar. Walaupun awalnya sempet denial *sama ama gw haha* tapi sekarang dia menerima dan rutin konsul serta minum obat. Nggak lupa, berkarya jalan terus. Kata dia jangan terlalu melabeli diri kita bipolar sehingga kita jadi nggak bisa apa-apa. Kurang lebih gitu. Inspiratif sekali. Oh ya, marshanda juga berbagi cara dan tips mengatasi mood drop or naik serta serangan panik. Hebat lah dia pokoknya menurut gw. Dan yang paling seru, di akhir acara ada art performance dari para pengurus berjudul MENARI DIANTARA GELOMBANG. Termasuk gw juga hihi. Performance kami adalah gabungan dari sastra, teater, seni rupa, dan musik. Bisa dibayangkan kan kerennya haha. Jadi kami, 5 orang ODB dan 1 orang narator bercerita penggalan hidup masing2 mengalami manik depresi. Semacam masing2 baca monolog gitu dengan ekspresi khas masing2. Diiringi alunan biola, dan setelah baca monolog masing2 kita bergantian melukis diatas kanvas. Untuk pertama kalinya gw monolog di depan 200 orang. Deg-deg ser gimana gitu haha. Setelah performance selesai, seluruh penonton tepuk tangan bahkan ada beberapa yang berdiri memberikan standing applouse. Wah banget pokoknya. Bikin merinding. Beberapa sempet cerita ke temen gw kalau ada yang jadi menitikkan air mata, mengingat kehidupannya sebagai ODB, dan berbagai respon lainnya. Performance ini terlaksana berkat sutradara, penulis naskah, pelatih, yang mana beliau adalah seorang teman-sahabat-kakak-bapak-guru gw Mas Joko Kisworo alias Zoro. Hehehe. Jadi kami diminta menuliskan kisah masing2 lalu dia edit dan gabungin menjadi sebuah naskah yang keren. Mantap lah. Rugi yang ga datang acara itu. Pecaaaah soob !! Berikut foto-fotonya..









Jadi begitulah rangkaian acara kita. Semua terjadi berkat kekompakan pengurus yang walaupun mood naik turun sampai depresi juga masih pada kerja. Salut untuk mereka semua terutama Anya sebagai ketua acara. Terima kasih juga buat para volunteers yang bersedia membantu terlaksananya acara ini. Tahun ini WBD di Indonesia sukses. Tahun depan gosipnya sih mau dibiayain kemenkes. Hehehe. Semoga jadi ya biar makin pecaaah.. Haha. Alhamdulillah ya Allah atas segala kemudahan yang Engkau berikan untuk acara ini. :")