by Vindy Ariella. Diberdayakan oleh Blogger.

Pengalaman Minum Obat Psikiatri


Berbagi pengalaman gw selama minum obat dari psikiater. Ingat ya, obat ini gw dapatkan secara legal dari psikiater setelah ditegakkan diagnosanya. Bagi temen-temen yang ingin berobat silakan cek layanan psikiatri di RS terdekat. Bisa bayar sendiri maupun BPJS. Semoga pengalaman gw bermanfaat buat kalian pejuang minum obat.

Manfaatnya:

1. Meringankan gejala depresi dan manik.
2. Mengurangi lama durasi episode saat kambuh.
3. Mengurangi jumlah dan jarak kekambuhan.
4. Membantu berpikir lebih jernih.
5. Memperbaiki keseimbangan zat kimia otak.
6. Membantu pengaturan pola tidur.
7. Menjaga kestabilan mood.
8. Meningkatkan kualitas hidup pada umumnya.

Memutuskan untuk minum obat psikiatri memang ga mudah. Dulu gw sempet denial dan ga merasa butuh, sampai akhirnya kualitas hidup memburuk dan ‘menyerah’ juga. Akhirnya patuh minum obat. Ternyata manfaatnya berasa. Tantangannya? Ada sih, berikut gw bahas beberapa yg gw rasa.

Bosen ga sih minum obat? Kadang iya. Tapi, gw mencoba untuk menanamkan bahwa obat itu saat ini memang gw butuhkan untuk kesehatan jiwa. Manfaatnya besar dan dapat meningkatkan kualitas hidup. Pernah nyoba stop obat malah kambuh parah, sejak itu kapok berhentiin obat sendiri.

Berati ketergantungan ya? Bagi gw ini lebih ke kebutuhan sih. Karena kondisi zat kimia otak gw yang tidak seimbang, perlu bantuan obat. Kalau ketergantungan, tubuh ga perlu obat tersebut tapi tetap dipakai untuk alasan lain yang kurang baik.

Efek sampingnya gimana? Ada sih, tapi saat ini gw sudah menemukan obat dengan efek samping minimal dan manfaat yang lebih besar. Awalnya juga merasakan banyak efek samping dan ganti obat. Akhirnya nemu juga yang cocok. Perlu proses memang, but it will be worth it.

Sampai kapan ya kira-kira minumnya? Teorinya sih seumur hidup ya. Kalau gw mikirnya selama dibutuhkan ya ga masalah. Mungkin suatu hari gw bisa stabil dengan dosis sangat minimal bahkan lepas obat. Tapi bukan itu goalsnya, melainkan gw bisa stabil dengan obat maupun tidak.

"Jangan berkecil hati jika harus minum obat disaat sakit. Jika memang butuh, kenapa tidak. Semoga dengan minum obat kualitas hidup jadi lebih baik. Jangan lupa upaya lain untuk pulih. Minum obat bukan sebuah kelemahan, melainkan, bentuk kepedulian akan diri sendiri agar tetap sehat."